Berita Subulussalam
Petakan Persoalan Sawit, Pemkot Subulussalam Gandeng Pusat Riset Sawit dan Kelapa USK
Program ini didukung oleh mitra pembangunan Earthworm Foundation & Wildlife Conservation Society serta keterlibatan Pusat Riset Sawit dan Kelapa USK.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Pada sesi terakhir, masing-masing Pokja memaparkan hasil diskusinya dan mendapatkan tanggapan dari peserta lainnya dan Tenaga Ahli. Beberapa isu penting muncul dalam diskusi, seperti ketersediaan dan kemutakhiran data sektoral dan geospasial; isu GAP terkait benih bersertifikat, pupuk, dan perawatan tanaman yang berimplikasi pada rendahnya produktivitas; penguatan kelembagaan pekebun dan kemitraan ekonomi; perlindungan kawasan ekosistem esensial; kesejahteraan dan ketenagakerjaan; perencanaan dan tindak lanjut sertifikasi ISPO, dll.
"Hasil diskusi ini akan menjadi pijakan dalam merumuskan kegiatan dan luaran yang diinginkan,” ungkap Asri Gani merangkum hasil pemaparan Pokja.
Menutup rangkaian FGD ini, Ridlo Sahri, Sekretaris Bappeda mengungkapkan apresiasinya terhadap semua pihak yang hadir dan terlibat.
"Dokumen ini bisa segera disusun dan ditetapkan dalam waktu dekat, dan bisa menjadi yang pertama dan pionir di Aceh yang memiliki dokumen RAD KSB," harapnya.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
Baca juga: Delegasi Aceh Bisnis Forum Berkunjung ke Malaysia, Bertemu Usahawan Berketurunan Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Petakan-Persoalan-Sawit-Pemkot-Subulussalam-Gandeng-PRSK-USK.jpg)