Kamis, 9 April 2026

Kupi Beungoh

Upaya pencegahan Pelecehan seksual Terhadap Anak di Bawah umur

Pelecehan seksual pada saat ini banyak sekali terjadi dalam ruang lingkup keluarga, pendidikan, dan lingkungan.

Editor: Amirullah
ist
Ivana Zara Zeta 

Oleh: Ivana Zara Zeta

Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur merupakan kejahatan yang sangat mengiris hati dan menimbulkan dampak jangka panjang pada korban. Dalam upaya mencegah kejahatan ini peran orang tua sangatlah penting.

Pelecehan seksual pada saat ini banyak sekali terjadi dalam ruang lingkup keluarga, pendidikan, dan lingkungan.  Di aceh sendiri ada 20 siswa yang menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya sendiri.

Seperti yang kita ketahui guru adalah sosok yang memegang peran sentral dalam pendidikan dan perkembangan anak-anak.

Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam membantu siswa mengembangkan potensi mereka secara akademik, emosional, sosial, dan moral. Tetapi dalam kasus ini guru justru menjadi salah satu penghambat dalam mengembangkan potensi mereka.

Tidak hanya guru, orang-orang terdekat juga dapat melakukan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, tidak jarang pada saat ini kasus-kasus kekerasan seksual pelakunya adalah orang terdekat korban, bahkan orang tua sekalipun dapat menjadi pelaku kekerasan seksual.

Saat ini korban kekerasan seksual tidak hanya di dapatkan oleh anak perempuan saja melainkan anak laki-laki juga sering mendapatkan kekerasan seksual.

Kekerasan seksual pada anak di bawah umur dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang kompleks dan berpariasi.

Ada beberapa faktor terjadinya kekerasan seksual anak di bawah umur yaitu adanya predator seksual, dimana ada individu yang sengaja mencari anak-anak sebagai korban kekerasan seksual karena mereka merasa lebih mudah untuk mengelabui dan mengancam anak tersebut dibanding orang dewasa.

ketiadaan pengawasan atau perlindungan yang memadai juga dapat menjadi pemicu terjadinya kekerasan seksual, misalnya, jika orang tua atau pengasuh tidak melibatkan diri secara aktif dalam kehidupan anak, atau ada kelalaian dalam  memastikan keamanan dan keberadaan anak.

 Adapun faktor lainnya yaitu penyalahgunaan kepercayaan, pelaku seksual sering kali merupakan orang yang dikenal oleh anak dan memiliki hubungan kepercayaan dengan keluarga atau lingkungan anak.

Mereka mungkin mgeksploitasi hubungan ini untuk memanipulasi, memaksa, atau merayu anak-anak agar terlibat dalam tindakan seksual yang tidak pantas.

Kemudian faktor selanjutnya disebabkan oleh lingkungan yang rusak, anak-anak yang tumbuh dakam lingkungan yang tidak stabil, termasuk keluarga yang disfungsional, konflik keluarga, kemiskinan, atau paparan terhadap kekerasan yang domestik, dapat memiliki resiko yang lebih tinggi mengalami kekerasan seksual.

Dari banyaknya faktor-faktor kekerasan seksual, tentunya orang tua harus waspada dalam mencegah kekerasan seksual pada anak.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat di lakukan oleh orang tua untuk mencegah kekerasan seksual pada anak:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved