Kesehatan
Simak, Pengertian Stunting Disertai Ciri-ciri Anak Stunting dan Cara Mencegahnya
Anak yang mengalami stunting akan memiliki tubuh yang lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya.
Anak yang mengalami stunting akan memiliki tubuh yang lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya.
SERAMBINEWS.COM - Bagaimana seorang anak dikatakan stunting kerap menjadi sorotan.
Berikut penjelasan tentang pengertian stunting lengkap dengan ciri dan cara pencegahannya.
Stunting adalah kondisi seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan.
Umumnya, stunting mempengaruhi panjang atau tinggi badan anak beserta potensi yang dimilikinya.
Anak yang mengalami stunting akan memiliki tubuh yang lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya.
Dikutip dari who.int, stunting disebabkan karena gizi yang kurang tepat.
Stunting bisa terjadi sejak janin masih berada di dalam kendungan.
Ciri-ciri Anak yang Mengalami Stunting
- Mempunyai ukuran tubuh yang lebih pendek dari usianya
- Berat badan tidak bertambah dan bahkan cenderung menurun
- Perkembangannya mengalami keterlambatan dan tidak sesuai dengan usianya
- Rentan terhadap berbagai penyakit menular
- Anak alami gangguan intelektual
Dampak Stunting pada Anak
Stunting pada anak berdampak pada pertumbuhannya yang terhambat.
Perawakan yang lebih pendek dan beberapa dampak lainnya menyebabkan risiko tinggi penyakit semakin besar.
Selain itu stunting pada anak juga beresiko menyebabkan kematian dini.
Mengutip dari netmeds.com, perkembangan mental dan kognitif yang tertunda, juga menyebabkan kinerja berpikir yang buruk.
Selain itu efek lainnya yang juga timbul akibat stunting adalah dapat mengurangi produktivitas orang tersebut dalam bekerja.
Pertumbuhan yang terhambat juga beresiko dapat diwariskan ke generasi berikutnya dan ini disebut siklus malnutrisi antar generasi.
Cara Mencegah Stunting mengutip dari kemkes.go.id:
1. Pastikan kebutuhan gizi sejak hamil terpenuhi
Ketika ibu hamil, sebaiknya lebih memperhatikan kebutuhan gizinya.
Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anaknya nanti.
2. Pastikan Ibu memberikan ASI eksklusif sampai anak berusia 6 bulan
Berikan ASI secara rutin pada anak hingga berusia 6 bulan.
Zat gizi mikro dan makro yang terkandung di dalam ASI dapat membantu tumbuh kembang anak.
Protein yang ada dalam kandungan ASI dapat membuat tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.
3. Berikan makanan pendukungan ASI yang baik
Ketika bayi berusia lebih dari 6 bulan, coba berikan MPASI.
Makanan pendamping ASI yang sehat dapat membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.
Namun tetap berhati-hatilah dalam memberikan MPASI pada anak.
4. Pantau pertumbuhan anak
Kondisi anak seharusnya berkembang sesuai dengan usianya.
Pastikan pertumbuhannya berjalan normal.
5. Menjaga kebersihan lingkungan
Perhatikan lingkungan bermain anak.
Pastikan tingkat kebersihan lingkungan terjaga.
Lingkungan yang tidak bersih atau tidak sehat bisa menjadi pemicu stunting pada anak.
Penyebab Stunting
- Kebiasaan makan yang buruk
- Nutrisi ibu yang buruk
- Sanitasi yang tidak memadai
- Kondisi sosial ekonomi keluarga
- Praktik pemberian makanan yang tidak tepat
- Anak mengalami infeksi
- Anak mengalami penyakit kronis.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengenal Pengertian Stunting Disertai Ciri-ciri Anak Stunting dan Cara Mencegahnya,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/apa-itu-stunting-penyebab-gejala-dan-cara-mencegahnya.jpg)