Idul Adha 1444 H

Ingin Tunaikan Sunnah Rasul, Inilah Amalan Pengganti Sholat Idul Adha Bagi Wanita yang Haid

Merujuk penjelasan Ustadz Adi Hidayat, Rasulullah Saw memberi solusi berupa amalan pengganti shalat Idul Adha bagi wanita haid.

Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Ilustrasi - Suasana pelaksanaan Shalat Idul Adha 1443 Hijriah di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (10/7/2022) 

Merujuk penjelasan Ustadz Adi Hidayat, Rasulullah Saw memberi solusi berupa amalan pengganti shalat Idul Adha bagi wanita haid.

SERAMBINEWS.COM - Tak terasa Hari Raya Idul Adha 1444 H tinggal sebentar lagi.

Banyak amalan bisa dilaksanakan menjelang Hari Raya Kurban. Nah, bagaimana jika seorang wanita haid ingin menunaikan ibadah.

Secara syariat, wanita haid dilarang mengerjakan beberapa amal ibadah seperti, shalat, puasa, masuk, masjid, dan memegang mushaf Al Quran.

Nah, jika sudah demikian, apa yang bisa dikerjakan wanita haid agar tetap mendapat keberkahan shalat Idul Adha?

Merujuk penjelasan Ustadz Adi Hidayat, Rasulullah Saw memberi solusi berupa amalan pengganti shalat Idul Adha bagi wanita haid.

Amalan pengganti tersebut yakni, di momen shalat Idul Adha, wanita haid masih bisa ikut ke masjid untuk sekadar mendengarkan khutbah Idul Adha.

Karena wanita haid dilarang masuk ke dalam masjid, maka wanita haid yang hendak ikut menyimak khutbah Idul Adha bisa menyimak dari halaman luar masjid.

Atau bisa juga pihak takmir masjid menyediakan tempat khusus bagi wanita haid agar bisa mengikut (mendengarkan) berlangsungnya khutbah Idul Adha.

Dan yang demikian itu sudah dicontohkan sejak zaman Rasulullah Saw.

Ustadz Adi Hidayat, Rasulullah Saw memberi solusi berupa amalan pengganti shalat Idul Adha bagi wanita haid.

Amalan pengganti tersebut yakni, di momen shalat Idul Adha, wanita haid masih bisa ikut ke masjid untuk sekadar mendengarkan khutbah Idul Adha.

Karena wanita haid dilarang masuk ke dalam masjid, maka wanita haid yang hendak ikut menyimak khutbah Idul Adha bisa menyimak dari halaman luar masjid.

Atau bisa juga pihak takmir masjid menyediakan tempat khusus bagi wanita haid agar bisa mengikut (mendengarkan) berlangsungnya khutbah Idul Adha.

Dan yang demikian itu sudah dicontohkan sejak zaman Rasulullah Saw.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved