Ketahanan Pangan

Aceh Masih Surplus Beras 197.083 Ton, Tingkat Konsumsi Capai 329.463 Ton

Produksi padi tersebut jika dikonversikan menjadi beras jumlahnya mencapai 526.546 ton. Sementara konsumsi

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HERIANTO
Stok dan harga beras di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, tersedia cukup banyak. Minggu (19/3). 

Laporan Heriantol Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menyatakan, produksi gabah Aceh, menurut angka sementara hitungan BPS Aceh melalui sistem kerangka sampel area (KSA), sejak Januari – Juni 2023 sudah mencapai 914.011 ton, dari luas panen tanaman padi 169.253 hektar.

“Produksi padi tersebut jika dikonversikan menjadi beras jumlahnya mencapai 526.546 ton. Sementara konsumsi beras kita, baru sekitar 329.463 ton. Ini artinya, hingga bulan Juni ini, Aceh masih surplus beras sekitar 197,083 ton,” kata Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, melalui Kabid Produksi Distanbun Aceh, T Safrizal kepada Serambinews.com, Selasa (20/6/2023).

Safrizal mengatakan, kenapa surplus beras kita tidak tersimpan di rumah-rumah petani dan penggilingan beras lokal. Hal ini disebabkan dampak dari kemajuan teknologi mekanisasi pertanian dan lancarnya arus transportasi dari Aceh ke luar Aceh, serta semakin membaiknya harga gabah.

Waspada, Penipuan Catut Nama Sekda Aceh Selatan, Modus Penyaluran Bantuan Untuk Mesjid

“Kondisi tersebut, membuat transportasi gabah dan beras dari Aceh ke luar Aceh, jadi sangat lancar,” pungkas Safrizal.

Setelah ada mesin potong padi, ungkap Safrizal, sudah jarang terlihat, petani memanen padinya dengan tangan, melainkan sudah menggunakan mesin potong padi.  Karena sudah menggunakan mesin potong padi, tidak ada lagi terlihat tumpukan potongan padi di tengah sawah, setelah panen.

Padi yang dipanen menggunakan mesin potong padi, langsung dimasukkan keda lam goni, kemudian diangkut oleh pembeli menggunakan mobil pik up ke penggilingan beras di berbagai daerah, bahkan ada yang langsung dibawa ke penggilingan beras di luar Aceh.

Harga beli padi dari pedagang pengumpul cukup tinggi, bahkan di atas harga pembelian Bulog. Petani padi di Aceh, setiap panen langsung menjual sebagian hasil panen padinya kepada pedagang pengepul padi di areal sawahnya.

Untuk gabah kering giling (GKG) harganya sekitar Rp 6.500/Kg, sehingga harga jual beras di penggilingan lokal menjadi berkisar Rp 10.500 – Rp 11.500/Kg, sementara harga beli beras dari Bulog hanya senilai  Rp 9.950/Kg dan gabah Rp 6.300/Kg.

Kendati demikian, banyak juga petani dan penggilingan lokal menjual gabah dan berasnya kepada Bulog Aceh. Hal ini bisa dilihat, dari realisasi pengadaan beras Bulog di Aceh, pada minggu lalu menurut laporan dari pihak Bulog Aceh jumlahnya sudah mencapai 2.855,85 ton untuk beras dan gabah 2.434,03 ton.

Pasokan beras impor yang di pasok Bulog Pusat ke Aceh mencapai 40.000 ton, tersebut, menurut penjelasan dari pihak Bulog Aceh, untuk menambah stok pangan nasional berupa beras di daerah dan penyediaan beras untuk program bantuan sosial, dan program lainya, seperti Pasar Murah dan stabilisasi harga beras.

Hal ini dilakukan, karena relaisasi pengadaan beras lokal Bulog Aceh, masih tergolong rendah, maka untuk menambah stoknya perlu dipasok beras dari luar Aceh.

Misalnya Badan Pangan Nasional, sejak bulan April – Juni 2023 ini, membuat program penyaluran beras gratis 10 Kg, untuk penduduk miskin dan penerima dana PKH. Sumber penyediaan berasnya dari Bulog. Untuk penyaluran beras kepada sasaran penerima bantuan, Bulog yang menyediakan berasnya.

Kabid Produksi Distanbun Aceh, T Safrizal mengatakan, memasuki musim tanam gadu April - September 2023, target realisasi tanam padi di Aceh sekitar 131.370 hektar. Andalan terluas sasaran tanamnya masih tetap Aceh Utara seluas 26.545 hektar, selanjutnya Aceh Besar seluas 14.113 hektar, kemudian Pidie 13.646 hektar dan Aceh Timur 13.353 hektar.

Daerah yang telah merencanakan tanam padi gadu pada bulan ini, petaninya sudah mulai melakukan pembibitan dan mengolah tanah. Diharapkan, pada bulan ini, masih ada turun hujan, sehingga bibit padi yang sedang disemai, bisa tumbuh dan ditanam.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved