Rabu, 27 Mei 2026

Berita Pidie

Pakar Tafsir UIN Isi Tausiah Agama di Pidie, Dua Kunci Utama Menjadi Orang Populer

Orang-orang ikhlas senantiasa konsisten dalam menjalankan berbagai perintah tuhan baik dalam beribadah maupun dalam berinteraksi sesama manusia.

Tayang:
Penulis: Idris Ismail | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Pakar Ilmu Tafsir Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Tgk H Fahmi Sofyan Lc MA menyampaikan tausiah agama safari subuh yang diselenggarakan oleh DDI dan Suluh Fajar Barakah Kabupaten Pidie dihadapan ratusan jamaah di Meunasah Gampong Baroh, Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie, Sabtu (24/6/2023) 

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pakar Ilmu Tafsir Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Tgk H Fahmi Sofyan Lc MA, yang juga dosen  pada Fakultas Adab dan Humaniora Bahasa dan Sastra Arab mengisi tausiah subuh di Meunasah Gampong Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Sabtu (24/6/2023).

Kegiatan tausiah agama tersebut diselenggarakan oleh pihak Dewan Dakwah Islam (DDI) bersama Suluh Fajar Barakah Kabupaten Pidie.

Dalam tausiah agama 45 menit itu, pakar ahli tafsir UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu menyampaikan bahwa menjadi orang terkenal atau populer itu diperlukan dua hal. Yaitu ikhlas dan berilmu. Menurut Fahmi Sofyan, dua hal ini menjadi modal utama untuk selalu menjadikan nama seseorang akan akan selalu masyhur hingga bertahan lama dalam menggapai kehidupan didunia dan akhirat.

“Pada lazimnya orang-orang ikhlas senantiasa tetap konsisten dalam menjalankan berbagai perintah tuhan baik dalam beribadah maupun dalam berinteraksi sesama manusia," ujarnya dihadapan ratusan jamaah. 

Berikutnya orang yang bertahan lama dan terkenal didunia adalah memiliki ilmu dengan dasar referensi yang kuat baik dari sumber Al-Qur'an dan Hadits, Ijtihad hukum para ulama besar serta kajian-kajian ilmiah yang otentik. Maka dalam setiap pencapaian menjadi orang terkenal yang 'Awet' maka milikilah dua perihal tersebut Ikhlas dan berilmu lewat kesabaran yang tinggi.

Para nabi-nabi Allah SWT dalam menyampaikan dakwah di muka bumi dengan mengedepankan kesabaran atau ikhlas serta memiliki ilmu tangguh dalam menghadapi umat. Ada hal yang menarik dari belajar pada iblis atas kesabaran dalam menggoda setiap manusia dengan menerapkan berbagai kurikulum demi menarik manusia kedalam jurang kehancuran.

Jika iblis mampu sabar, maka sebagai insan manusia Allah SWT,  musti mengedepankan menjadi sabar atau ikhlas dalam menjalankan setiap misi hidup dunia. 

Selain itu juga manusia menjadi terkenal memiliki sifat haqqul yakin atas segala pesan Allah SWT yang diturunkan dalam Al-Qur'an. “Hal ini akan terpatri dalam beramal shaleh di setiap rutinitas sepanjang hari," ungkapnya.(*)

Baca juga: Selamat dari Tragedi Titanic, Masabumi Hosono Malah Dihujat oleh Publik Jepang, Ini Sosoknya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved