Berita Banda Aceh

Ribuan Jamaah Shalat Idul Adha di Blangpadang, Ini Pesan Khatib Prof Ridwan Nurdin

“Oleh karena itu, mari tingkatkan hubungan kita dengan Allah dengan sesama dan dengan lingkungan kita. Mari kita tauladani segala pengorbanan...

Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ HENDRI ABIK
Shalat Idul Adha di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Kamis (29/6/2023). 

“Oleh karena itu, mari tingkatkan hubungan kita dengan Allah dengan sesama dan dengan lingkungan kita. Mari kita tauladani segala pengorbanan, ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dalam keseharian kita,” imbuh Dosen UIN Ar-Rannirry itu.

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ribuan jamaah dari Banda Aceh dan Aceh Besar melaksanakan Shalat Idul Adha 1444 H di Lapangan Blangpadang, Kamis (29/6/2023) pagi.

Shalat Idul Adha tersebut diimami oleh Imam Masjid Raya Baiturrahman, Tgk H Muzakkir Abd Rahman, sementara Ketua Aljami’atul Washliyah Aceh, Prof  Ridwan Nurdin bertindak sebagai khatib.

Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman Saifan Nur sebelumnya mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir,  shalat hari raya selalu dilaksanakan di halaman Masjid Raya Baiturahman.

Namun, sejak Idul Fitri lalu dipindahkan ke Lapangan Blangpadang.

Alasan pemindahan kata Saifan, untuk mengenalkan kembali halaman masjid pada zaman dulu. 

Untuk diketahui, Blang Padang itu tanah wakaf dari masjid Raya Baiturrahman dan pada zaman dulu merupakan halaman bagian dari Masjid Raya.

Pantauan Serambinews.com, warga mulai memadati Lapangan Blangpadang sedari pukul 07.00 WIB.

Para jamaah kemudian langsung mencari saf dengan menggelar sajadah yang dibawa sendiri.

Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, bersama Sekretaris Daerah Aceh Bustami Hamzah ikut melaksanakan Shalat Idul Adha 1444 Hinriah, bersama ribuan jamaah di Blangpadang.

Dalam ceramahnya, Ridwan Nurdin mengajak seluruh jamaah untuk menteladani sikap Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, bahwa harta dan anak adalah perhiasan dunia. 

Namun amal kebaikan adalah bekal sesungguhnya.

“Kecintaan kita pada istri, anak dan segala gemerlap dunia tidak boleh lebih besar dari kecintaan kita kepada Allah. Cintailah segala sesuatu hanya karena Allah,” ujar Nurdin.

“Nabi Ibrahim menunggu kehadiran buah hati lebih dari 80 tahun. Namun saat Nabi Ismail As lahir dan beranjak remaja, Allah justru memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan buah hati yang sangat dicintai. Dan, Nabi Ibrahim tetap taat dan patuh pada perintah Allah,” kata Nurdin.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved