Video
VIDEO - Tujuh Rumah di Lhokseumawe Terbakar Saat Tengah Malam, Satu Orang Terluka
Warga sekitar ikut membantu memadamkan api. Namun api terus membesar hingga terus mrmbakar sederetan bangunan rumah kontrakan tersebut.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: m anshar
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, - Sebanyak tujuh rumah kontrakan berkontruksi semi parmanen di Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, pada Jumat (30/6/2023) sekitar pukul 01.20 Wib, ludes terbakar.
Kejadian ini menyebabkan seorang warga mengalami luka bakar ringan. Korban yang mengalami luka adalah Sarwedi (29). Sedangkan penghuni tujuh rumah yang terbakar adalah Mawardi Hasan selaku pemilik rumah kontrakan. Lalu, Muhammad Rafi, Zulkarnaini, Abbas Hasan, Sabaruddin, Husiani, dan Rudiansyah.
Kebakaran yang terjadi tengah malam tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga setempat. Terutama para korban yang terus berupaya menyalamatkan diri dan keluarganya.
Warga sekitar ikut membantu memadamkan api. Namun api terus membesar hingga terus mrmbakar sederetan bangunan rumah kontrakan tersebut.
Tidak lama kemudian, sejumlah Damkar dari Pemko Lhokseumawe, PAG, dan PT PIM tiba di lokasi. Sehingga proses pemadaman berlangsung lebih maksimal. Sekitar dua jam kemudian, api pun berhasil di padamkan.
Kapolres Lhokseeumawe, AKBP Henki Ismanto, melalui Kapolsek Muara Satu Iptu Syadli menjelaskan, sesuai keterangan saksi atas nama Mawardi Hasan, api diduga berasal dari rumah yang dihuni Zulkarnaini. Selanjutnya api terus membesar dan sulit dipadamkan dikarenakan bangunan rumah pada umumnya berkonstruksi kayu. Sehingga api pun terus membesar dan merembet ke rumah lainnya yang berdekatan.
Semua harta benda korban habis terbakar. Disamping itu, ada seorang korban atas nama Sarwedi mengalami luka bakar ringan di bagian tangan. Saat melarikan diri dari kobaran api, korban pun terkena kayu yang lagi terbakar. Korban juga sempat dirawat di RS Arun.
Untuk kerugian material, diperkirakan mencapai Rp 150.000.000. Sementara penyebab kebakaran diduga akibat konsleting listrik.(*)
Narator: Suhiya Zahrati
Video Editor: M Anshar