Kajian Islam
Berantem sama Pasangan? Begini 4 Cara Rasulullah Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga, Patut Dicontoh
Pendakwah Buya Yahya membagikan cara Rasulullah menyelesaikan konflik rumah tangga, tips ini bisa kamu aplikasikan bersama pasangan.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Ansari Hasyim
Berantem sama Pasangan? Begini 4 Cara Rasulullah Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga, Patut Dicontoh
SERAMBINEWS.COM - Pendakwah Buya Yahya membagikan cara Rasulullah menyelesaikan konflik rumah tangga, tips ini bisa kamu aplikasikan bersama pasangan ketika sedang berantem.
Konflik rumah tangga adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia.
Bahkan, dalam kehidupan Rasulullah Muhammad SAW, terdapat sebuah peristiwa perselisihan antara beliau dan Sayyidah Aisyah.
Namun, Rasulullah menunjukkan kebijaksanaannya dalam menyelesaikan konflik tersebut, dan hal ini menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam dalam menghadapi permasalahan dalam rumah tangga.
Simak sampai habis artikel tentang bagaimana Cara Rasulullah Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga sebagaimana yang dijelaskan oleh Buya Yahya dalam kanal YouTube Al Bahjah TV.
Dikutip dari laman Al Bahjah, diungkap Buya Yahya bahwa Sayyidina Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sangat bijak, dan dalam segala hal yang dilakukan, beliau selalu mengikuti petunjuk Wahyu yang merupakan wahyu Ilahi.
Baca juga: Bolehkah Daging Kurban Diberikan kepada Non Muslim saat Idul Adha? Begini Kata Buya Yahya
Ketika terjadi perselisihan antara beliau dan Sayyidah Aisyah, petunjuk Wahyu menyarankan agar orang lain yang menyelesaikan masalah tersebut.
Dalam hal ini, Rasulullah memilih Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq sebagai penengah, meskipun Abu Bakar bingung karena harus menengahi perselisihan antara nabi dan putrinya.
Namun, karena ini adalah perintah Baginda Nabi, Sayyidina Abu Bakar bersedia menjadi penengah.
Diskusi damai pun dimulai, dan dalam situasi ini,Abu Bakar bertanya siapa dulu yang akan berbicara, Rasulullah menawarkan kepada Sayyidah Aisyah untuk berbicara terlebih dahulu, namun Sayyidah Aisyah memilih untuk mendahulukan Rasulullah dalam berbicara, Ia menjawab,
“Engkau dulu yang berbicara, cuma jangan ngomong kecuali yang benar.”
Ucapan Sayyidah Aisyah ini membuat Abu Bakar marah, karena terdapat kata “kecuali yang benar” sedangkan seperti yang kita ketahuai bahwa rasul adalah makhluk yang dimasum, semua perkataannya adalah benar.
Baca juga: Buya Yahya Jelaskan Dahsyatnya Pahala Puasa Arafah
Abu Bakar hendak memukul anaknya, Siti Aisyah pun seperti ketakutan dan berlari kepada rasululllah, ia mendaratkan muka nya ke dada rasulullah dan akhirnya tersipu malu.
Selesai sudah perkara rummah tangga mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ulama-Besar-Buya-Yahya-Al-Bahjah.jpg)