Alhamdulillah, USK Raih Penghargaan PTN Terbaik Penanganan Stunting

Pengahargaan itu diserahkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG(K)...

Penulis: Jamaluddin | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
Kepala BKKBN Pusat, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG(K), menyerahkan piagam penghargaan kepada USK sebagai PTN terbaik penanganan stunting yang diterima dosen USK, dr Ichsan MSc SpKKLP Subsp.FOMC, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Selasa (4/7/2023). 

Laporan Jamaluddin I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih penghargaan sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia dalam upaya penanganan stunting. Pengahargaan itu diserahkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG(K), kepada Dosen USK, dr Ichsan MSc SpKKLP Subsp.FOMC pada rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-30, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Selasa (4/7/2023).

Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada USK. Menurut Rektor, penghargaan ini merupakan buah dari komitmen USK yang selama ini sudah berperan aktif dalam pencegahan stunting khususnya di Aceh.

Rektor menjelaskan, selama ini USK sudah bersinergi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan lima pilar percepatan penurunan stunting di Aceh. Dalam kerja sama antara Forum Rektor Indonesia dan BKKBN pusat, USK sudah mengambil peran aktif dengan membentuk Konsorsium Perguruan Tinggi Aceh untuk percepatan penuruan stunting.

Konsorsium ini beranggotakan 19 kampus di Aceh dengan USK sebagai koordinatornya. Konsorsium tersebut terbukti semakin efektif dalam bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota di Aceh. “Maka penghargaan ini sejatinya adalah hasil dari kerja kolektif kita bersama, dalam ikhtiar menurunkan angka stunting khususnya di Aceh,” ucap Rektor.

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) USK, Prof Dr dr Maimun Syukri SpPD-KGH, selaku penanggung jawab Tim Stunting USK menjelaskan, FK USK sudah mulai mendampingi Kabupaten Pidie dalam penanggulangan stunting sejak tahun 2019.

“Saat itu, stunting masih belum familiar dalam masyarakat kita. Dan, melalui kerja sama dengan Direktorat Gizi Kemenkes RI, USK sudah ikut mendampingi penyusunan regulasi dan program konvergensi stunting di daerah,” terangnya. Bahkan USK sudah dipercaya oleh pemerintah pusat menjadi tuan rumah Forum Nasional Gizi (Fornas Gizi) pada Oktober 2019 lalu.

Selanjutnya, USK membentuk tim ahli penanggulangan stunting yang terdiri atas dokter spesialis anak (SpA), dokter spesialis kandungan (SpOG), dokter spesialis gizi klinik (SpGK), dokter spesialis kedokteran keluarga layanan primer (SpKKLP), dan ahli Kesehatan masyarakat (Public Health). Tim ahli ini sudah berkontribusi dan bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam program-program penurunan prevalensi stunting di Aceh.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof Dr Taufik Fuadi Abidin SSi MTech, menjelaskan, salah satu bentuk komitmen lain dari USK terhadap pencegahan stunting adalah dengan memasukkan tema stunting dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Program KKN tematik yang dilaksanakan USK sudah bersinergi dengan Program Mahasiswa Penting (Peduli Stunting) yang dijalankan oleh BKKBN,” ucapnya.

Saat ini, sebut Taufik, sudah lebih dari 7.372 mahasiwa KKN USK diturunkan dalam program Mahasiswa Penting tersebut. Mereka tersebar di berbagai kabupaten/kota tempat pelaksanaan KKN USK selama ini.  Di antaranya, Bener Meriah, Bireuen, Aceh Tamiang, Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Besar. “Semoga ke depan ada lebih banyak kabupaten/kota di Aceh yang mengoptimalkan fungsi perguruan tinggi dalam penanggulangan stunting,” harap Taufik Fuadi Abidin.

Dr. Ichsan selaku Ketua Konsorsium PT Aceh untuk Percepatan Penurunan Stunting sesuai menerima penghargaan tersebut mengatakan, USK patut berbangga atas prestasi ini mengingat ada 180 PTN dan PTS di Indonesia yang ikut program ini.

“Penghargaan ini tentu semakin menguatkan komitmen USK untuk terus berperan aktif dalam mencegah stunting, baik melalui riset, pendampingan konvergensi program intervensi gizi spesifik dan sensitif, maupun implementasi kajian akademis lainnya,” ucap Ichsan. (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved