Opini

Tanda dan Gejala Tumor Leher

Berdasarkan data kunjungan Poli THTBKL Rumah Sakit dr Zainoel Abidin Banda Aceh, jumlah pasien yang datang dengan keluhan tumor pada daerah kepala dan

Editor: mufti
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
dr Lily Setiani Sp THT BKL Subsp LF(K), ketua PERHATI-KL Cabang Aceh dan Ketua Komda PGPKT Provinsi Aceh, 

dr Lily Setiani Sp THT BKL Subsp LF(K), Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher (PERHATI-BKL) Cabang Aceh

TUMOR leher dapat muncul sebagai benjolan yang tidak semestinya berada di leher, dimana hal ini terjadi akibat perubahan pertumbuhan dari sel-sel normal menjadi pertumbuhan yang tidak seharusnya. Bagian leher yang dimaksud dimulai dari bawah dagu hingga di atas tulang belikat, baik pada bagian depan maupun bagian belakang. Tumor pada leher harus menjadi perhatian bagi masyarakat karena dapat mengganggu pasien, baik secara fungsional maupun estetika.

Berdasarkan data kunjungan Poli THTBKL Rumah Sakit dr Zainoel Abidin Banda Aceh, jumlah pasien yang datang dengan keluhan tumor pada daerah kepala dan leher selama tahun 2022 sebanyak 355 orang dengan jumlah laki-laki lebih banyak (53,5 persen), 113 orang datang dengan keluhan tumor pada nasofaring (rongga hidung bagian belakang) dimana keluhan yang mengakibatkan pasien datang berobat adalah adanya benjolan/tumor di leher.

Selanjutnya, tumor tiroid, tumor laring (tumor pita suara), tumor lidah dan tumor kelenjar getah bening merupakan keluhan yang umumnya menyebabkan pasien datang untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher. Pasien yang datang umumnya berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar.

Berdasarkan sifatnya, tumor di leher dapat dibagi menjadi tumor jinak dan ganas. Tumor jinak dapat terjadi akibat infeksi di daerah tertentu pada kepala dan leher terutama daerah rongga mulut yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening leher yang sesuai dengan arah perjalanan sistem getah bening.

Namun, pembesaran kelenjar getah bening yang bersifat ganas biasanya merupakan penyebaran dari tumor ganas di daerah rongga mulut maupun di dalam rongga leher.
Contohnya tumor pita suara yang penjalaran ke arah kelenjar limfe yang sejajar dengan pita suara, yaitu di sekitar leher bagian tengah

Faktor genetik

Tumor ganas atau yang disebut sebagai kanker umumnya terjadi akibat adanya faktor genetik, virus dan lingkungan. Faktor genetik berkaitan adanya mutasi pada sel punca. Human papilloma virus (HPV) sudah diidentifikasi memiliki peranan penting dalam terjadinya kanker pada daerah rongga mulut. Faktor lingkungan seperti makanan, rokok dan radiasi. Makanan yang paling sering mencetuskan perubahan sel-sel normal ke arah keganasan adalah makanan yang banyak mengandung pengawet dan penyedap.

Makanan yang mengandung pengawet di sini adalah semua makanan atau minuman yang diberikan pengawet pabrikan ataupun diawetkan secara alami dengan dibakar oleh matahari atau api seperti ikan asin, ikan teri dan ikan yang dibakar dengan api secara langsung sehingga menimbulkan arang pada ikan tersebut.

Merokok dan mengunyah sirih juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya tumor ganas atau kanker pada kepala dan leher. Asap rokok mengandung zat karsinogen yang dapat merusak DNA sel dan mutasi dari sel pencetus kanker. Dalam asap rokok terkandung 4.000 senyawa kimia beracun termasuk 81 zat karsinogenik. Pada tembakau yang dikunyah terdapat nitrosamin yang bermutasi. Paparan radiasi dari alat-alat seperti radioterapi atau radiologi juga dapat menyebabkan perubahan sel-sel normal menjadi kanker.

Gejala awal tumor jinak kepala leher adalah benjolan yang terdapat di leher yang muncul perlahan semakin lama ukurannya semakin membesar, bersifat mobile atau bisa digerakkan, tidak ada nyeri, dan tidak ada tanda-tanda infeksi lainnya. Sedangkan untuk tumor yang ganas, pertumbuhan benjolan lebih agresif sehingga dalam waktu yang singkat, ukurannya dapat mencapai hingga tiga kali lipat. Benjolan sulit digerakkan karena menempel pada jaringan di sekitarnya. Pada kanker, benjolan dapat diikuti dengan keluhan lain seperti adanya hidung yang tersumbat, hidung berdarah, pandangan ganda, telinga berdengung, nyeri kepala dan penurunan berat badan.

Tumor ganas lidah awalnya muncul dengan bentuk seperti sariawan yang tidak nyeri dan tidak berkurang dengan pengobatan. Sariawan ini semakin lama semakin membesar hingga muncul luka pada lidah. Pada tahap ini. Pergerakan lidah mulai terbatas sehingga pasien sulit untuk makan dan minum. Kanker lidah dapat menimbulkan benjolan pada bagian bawah dagu atau bagian bawah rahang kiri dan kanan.

Pada kanker nasofaring, gejala awal yang muncul adalah hidung tersumbat yang dapat terjadi pada satu maupun kedua sisi dan hidung berdarah. Seiring berjalannya penyakit, benjolan dapat muncul pada leher, tepatnya pada bagian bawah rahang kiri atau kanan dan terkadang pada kedua sisi. Benjolan ini yang terkadang menjadi penyebab pasien datang ke dokter. Gejala nyeri kepala, pandangan ganda dan telinga berdengung dirasakan jika pertumbuhan sel kanker mengarah ke otak karena atap nasofaring berbatasan dengan dasar tengkorak.

Tumor laring atau pita suara ditandai dengan gejala suara serak yang menetap. Pada tumor ganas pita suara, suara serak dapat terjadi pada tahap awal yang selanjutnya diikuti dengan keluhan sesak napas dan sulit menelan. Pada tumor ganas pita suara, dapat muncul pembesaran kelenjar getah bening pada leher sisi kiri dan kanan.

Deteksi awal

Tumor tiroid biasanya muncul sebagai benjolan pada bagian depan leher yang ikut bergerak saat menelan. Benjolan biasanya membesar perlahan pada tumor jinak, namun ada tumor ganas tiroid, ukuran benjolan dapat membesar dalam beberapa bulan dan terasa nyeri. Pada saat tumor sudah membesar, dapat terjadi gangguan pernapasan dan proses menelan karena tiroid mendesak jalur pernafasan dan pencernaan yang terdapat pada bagian belakangnya.

Deteksi awal sangat penting dalam menangani tumor pada daerah kepala dan leher karena pada daerah ini merupakan jalur vital pernapasan yang apabila terjadi sumbatan akibat tumor, dapat mengancam jiwa. Benjolan di leher akibat sebaran dari tumor di daerah leher bagian dalam yang sifatnya ganas, angka harapan hidupnya ditentukan oleh stadium dari tumor tersebut.

Jika tumor pertama ditemukan masih dalam stadium awal maka angka harapan hidupnya lebih baik dibandingkan dengan tumor yang ditemukan sudah dalam stadium lanjut, sehingga deteksi awal tumor kepala dan leher sangat penting diketahui masyarakat. Jika terdapat gejala dan tanda tumor kepala dan leher, segera konsultasikan ke dokter THTBKL agar dilakukan pemeriksaan sesegera mungkin, sehingga mencegah kekhawatiran berlebihan serta penanganan penyakit yang tepat dan cepat.

Pada pemeriksaan awal, ahli THTBKL akan melakukan wawancara medis untuk mengetahui perjalanan penyakit berdasarkan gejala yang dirasakan pasien. Setelahnya, akan dilakukan pemeriksaan fisik dimana akan dicari tanda spesifik dari masing-masing tumor pada daerah kepala dan leher. Untuk membedakan apakah benjolan di leher itu adalah tumor jinak atau tumor ganas, dilakukan pemeriksaan biopsi dengan cara menggunakan jarum kecil yang ditusukkan ke bagian tumor dan kemudian diperiksakan secara mikroskopis di bagian Patologi Anatomi untuk melihat apakah sel-sel yang didapatkan bersifat ganas atau tidak.

Hal yang paling penting adalah mencegah terjadinya tumor di daerah kepala dan leher dengan menjalani pola hidup sehat dengan menghindari zat-zat yang dapat mencetuskan kanker seperti asap rokok, serta makanan yang mengandung pengawet.

Dalam rangka memperingati Hari Kanker Kepala dan Leher Sedunia yang jatuh pada tanggal 27 Juli setiap tahunnya dengan Tema Global “Close The Care Gap”, kami PERHATI-BKL cabang Aceh menyelenggarakan serangkaian kegiatan berupa Seminar dan Workshop Endoscopic Septoplasty,

penyuluhan serentak kepada masyarakat pada berbagai Rumah Sakit Daerah di Aceh, seminar dan workshop untuk dokter umum dan Talk Show di Radio yang telah dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli hingga 1 Agustus 2023 sebagai bentuk partisipasi bagi negeri dan dunia dalam mendukung terlaksananya akses perawatan kanker yang adil dan merata untuk masyarakat.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved