Berita Sabang

Viral, Remaja Sabang Dirujuk ke Banda Aceh Pakai Boat Nelayan, Pospera Sesalkan Arogansi Petugas

Pada saat itu disebut-sebut kapal lambat, yaitu KMP BRR sudah berangkat, tapi ingin balik kembali untuk menjemput pasien itu, tapi dilarang seorang ok

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Mursal Ismail
Dokumen Pribadi
Putra Rizki Pratama, Wakil Sekretaris DPD Pospera Aceh 

Pada saat itu disebut-sebut kapal lambat, yaitu KMP BRR sudah berangkat, tapi ingin balik kembali untuk menjemput pasien itu, tapi dilarang seorang oknum petugas ASDP yang bertugas di Pelabuhan Balohan Sabang.
 
Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM,SABANG - Viralnya video yang merekam seorang remaja di Sabang yang sedang sakit harus ditumpangkan ke speed boat milik nelayan saat dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh menjadi perhatian serius berbagai kalangan masyarakat di Sabang

Pada saat itu disebut-sebut kapal lambat, yaitu KMP BRR sudah berangkat, tapi ingin balik kembali untuk menjemput pasien itu, tapi dilarang seorang oknum petugas ASDP yang bertugas di Pelabuhan Balohan Sabang.

Dalam video yang beredar, terlihat pasien dipangku seorang abangnya harus menggunakan speed boat nelayan untuk menyeberang ke  Banda Aceh. Padahal semua tahu bahwa perairan laut sedang dalam kondisi yang tidak bersahabat, yakni kencangnya angin dan gelombang tinggi

"Kami menyesalkan perlakuan diskriminatif terhadap salah satu masyarakat Sabang yang sedang mengalami kondisi darurat.

Seharusnya sebagai entitas BUMN, petugas ASDP Sabang harus mampu memberi pelayanan terbaik, apalagi Menteri BUMN Erick Thohir sudah mencanangkan tata nilai akhlak sebagai corevalue yang harus diterapkan," ujar Putra Rizki Pratama, Wakil Sekretaris DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Aceh

Lebih lanjut, ia menjelaskan, terlepas dari sisi aturan yang berlaku, semestinya petugas harus mampu melayani dan menjelaskan dengan humanis kepada keluarga terkait aturan yang berlaku.

Pasien berinisial MAA dari Sabang menumpangi boat saat dirujuk ke RSJ Aceh, Banda Aceh, Kamis (3/8/2023)
 
Pasien berinisial MAA dari Sabang menumpangi boat saat dirujuk ke RSJ Aceh, Banda Aceh, Kamis (3/8/2023)   (Dokumen Pribadi)

Baca juga: Viral, Seorang Remaja Sabang Dirujuk ke Banda Aceh Pakai Boat Nelayan, Diduga karena Oknum Petugas

"Kita harus paham bahwa keluarga pasien dalam kondisi panik dan yang mereka punya hanya harapan agar bisa naik kapal untuk menyebrang ke Banda Aceh

Kami meminta GM ASDP Banda Aceh untuk mengevaluasi dan memberikan sanksi tegas atas gagalnya komunikasi humanis yang dibangun oleh petugas mereka. Terlebih lagi, rekam jejak yang bersangkutan memang sudah sangat banyak mendapat catatan buruk di kalangan masyarakat Sabang," ucap putra. 

Menurutnya, GM ASDP Banda Aceh harus mampu bersikap secara arif dan bijaksana dalam menyikapi persoalan ini. Jangan terkesan melindungi anggotanya dengan sikap dan jawaban normatif di media massa.

Pertanyaan kepada GM ASDP Banda Aceh, apakah petugas mereka di pelabuhan balohan memiliki otoritas untuk mengizinkan berangkat atau berhentinya kapal? Atau itu merupakan otoritas pihak lain? 

"Sabang adalah destinasi wisata internasional dan pelabuhan menjadi gerbang masuk utama. Jangan sampai wajah Kota Sabang tercoreng hanya karena ulah satu orang petugas yang tidak memahami karakter sebagai pelayan publik

Jika ini terus dibiarkan, maka ASDP Banda Aceh harus ikut bertanggungjawab jika nantinya terjadi konflik sosial ke depan di Kota Sabang. 

Baca juga: VIDEO Bukan Bendera Indonesia, Emak-Emak ini Justru Pasang Bendera Jepang Jelang HUT RI ke-78

Kita berharap kedepan, petugas yang ditempatkan nantinya harus yang humanis, paham etika sebagai pelayan publik dan mampu membangun koordinasi antarpihak di pelabuhan," harap Putra Rizki Pratama yang juga Ketua Umum PB-IPPEMAS 2014-2016.

Diduga karena Oknum Petugas

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang remaja berusia 13 tahun asal Sabang berinisial MAA harus ditumpangi menggunakan boat nelayan saat dirujuk dari Sabang ke Rumah Sakit Jiwa RSJ Aceh di Banda Aceh, Kamis (3/8/2023).

MAA harus dirujuk ke RSJ Aceh di Banda Aceh karena disebut-sebut kambuh suatu penyakit yang sudah dialami sejak kecil.

Sementara itu, ia harus ditumpangi ke speed boat nelayan untuk menyeberang ke Banda Aceh karena diduga tak diizinkan naik ke kapal motor penyeberangan oleh seorang oknum petugas. 

Video MAA yang sedang sakit dibawa menggunakan boat nelayan pun viral di media sosial, setidaknya di kalangan masyrakat Sabang.

Dalam video yang juga diterima Serambinews, Jumat (4/8/2023), remaja ini tampak berbaring di dalam boat yang dipangku sang abang.  

Di dalam boat nelayan juga tampak dua pria duduk di belakang. Satu di antaranya menyetir boat nelayan tersebut.

Remaja ini diduga harus ditumpangi ke boat nelayan akibak oknum Pegawai PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Pelabuhan Balohan Sabang menolak memberikan layanan penyeberangan lintas Sabang - Banda Aceh kepada pasien itu. 

 Eliyani(39) Ibu Azis saat di konfirmasi oleh serambinews.com, membenarkan kejadian tersebut. 

Menurutnya, Oknum ASDP yang di ketahui sebagai supervisi lintasan Balohan - Ulee Lheu melarang anaknya untuk naik ke Kapal Ferry yang berangkat pada Kamis, (3/4/2023) pukul 17.30 WIB. 

"Kapal BRR baru saja berangkat, karena anak saya dalam kondisi urgen, setelah dikonfirmasi, kapten kapal bersedia putar balik untuk menunggu pasien. Tapi Oknum pegawai ASDP yang berjaga di pelabuhan melarang kapal untuk putar balik," ujarnya Eli. 

Menurut Eliyani, pihak ASDP dalam hal ini sepervisi lintas balohan - Sabang itu melarang anaknya dinaikkan ke KMP BRR karena tidak memiliki surat rujukan dari rumah sakit. 

"Anak saya sudah menjelaskan kepada penjaga surat rujukannya via online yang langsung di kirim pihak dokter  Sabang kepada rumah sakit tujuan di Banda Aceh, akan tetapi oknum tersebut enggak merespon dengan baik," ungkapnya. 

Sejauh ini Serambinews.com belum mendapat konfirmasi dari pihak ASDP atas perkara ini yang videonya sudah viral itu. (*)

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved