Citizen Reporter
Pandangan Orang Turkiye terhadap Pelajar Indonesia
Fakta bahwa orang Turkiye menganggap orang Indonesia ramah pastinya tidak menjadi kabar yang mengejutkan bagi kita. Ya, keramahan orang Indonesia adal
FAIZ ARHASY, Mahasiswa Indonesia di Sivas Cumhuriyet University, Turkiye, melaporkan dari Turkiye
Studi di luar negeri merupakan impian banyak pelajar Indonesia. Jika ditanya, mengapa sih ingin belajar di luar negeri? Pastinya kita akan menemukan jawaban yang variatif. Ada yang beralasan karena pendidikan yang berkualitas, ada yang beralasan ingin menambah relasi internasional, ada yang beralasan karena peluang kerja yang lebih baik. Ada juga yang beralasan ingin menambah pengalaman, bahkan ada pula yang beralasan hanya sekadar untuk bisa jalan-jalan ke negeri orang.
Dari banyak negara yang menjadi pilihan pelajar Indonesia, Turkiye merupakan salah satunya. Wajar saja, selain karena kualitas yang baik, Turkiye juga merupakan negara yang ramah pelajar. Seperti halnya di negara-negara lain, menjadi pelajar Indonesia di Turkiye juga memiliki banyak hal unik dan menarik untuk diulas. Berikut beberapa pandangan orang Turkiye tentang pelajar Indonesia.
Pelajar Indonesia ramah
Fakta bahwa orang Turkiye menganggap orang Indonesia ramah pastinya tidak menjadi kabar yang mengejutkan bagi kita. Ya, keramahan orang Indonesia adalah suatu hal yang telah diakui oleh banyak orang dari berbagai negara. Tentu saja itu merupakan suatu nilai lebih untuk Indonesia. Sikap orang Indonesia yang ramah tersebut bertolak belakang dengan masyarakat Turkiye yang umumnya bersikap dingin.
Orang Turkiye bisa langsung berubah sikapnya menjadi ramah kepada kita ketika mereka tahu bahwa kita adalah pelajar dari Indonesia. Ditambah lagi fakta bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia menjadikan orang Turkiye semakin suka pada Indonesia. Sifat pelajar Indonesia yang pandai bergaul dan bisa masuk ke dalam berbagai kelompok masyarakat, membuat orang-orang Turkiye nyaman berteman dengan pelajar Indonesia.
Pelajar Indonesia taat beragama
Banyak orang Turkiye yang kagum pada pelajar-pelajar Indonesia yang fasih dalam mengaji dan aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. Sekularisasi dan budaya Barat telah memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat Turkiye dalam satu abad terakhir ini, yaitu semenjak runtuhnya Kekhalifahan Utsmani pada tahun 1923. Banyak masyarakat Turkiye yang tidak menghiraukan lagi norma-norma agama yang dahulu merupakan kekuatan bagi masyarakat Turkiye itu sendiri di zaman Kekhalifahan Utsmani. Namun, masyarakat Turkiye yang taat dalam beragama juga tidak sedikit jumlahnya. Perlawanan terhadap sekularisasi dan budaya Barat terus digaungkan di Turkiye hingga saat ini.
Hadirnya para pelajar Indonesia yang dekat dengan agama di situasi yang seperti ini tentu saja menjadi pengharum bagi masyarakat Turkiye. Masyarakat Turkiye dengan senang hati mengajak para pelajar Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan di Turkiye, bahkan memfasilitasi para pelajar Indonesia dalam menghadiri kegiatan-kegiatan keagamaan. Fakta bahwa banyak orang Turkiye bertemu dengan pemuda-pemudi Indonesia selama menunaikan ibadah di Tanah Suci juga memberikan nilai lebih kepada para pelajar Indonesia di Turkiye.
Pelajar Indonesia telaten dalam berorganisasi
Para pelajar Turkiye umumnya tidak dapat meng-handle suatu organisasi dan event-event besar seperti pelajar Indonesia di tingkatnya. Oleh karenanya banyak masyarakat Turkiye takjub ketika melihat para pelajar Indonesia meng-handle dan memenej organisasi atau event-event besar di Turki, seperti di dalam organisasi PPI.
PPI adalah singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia yang merupakan induk dari organisasi pelajar Indonesia di luar negeri. Keaktifan, kekompakan, keuletan, dan kemampuan para pelajar Indonesia dalam berorganisasi menjadi nilai lebih pelajar Indonesia dalam pandangan masyarakat Turkiye. Tentu saja ini merupakan suatu hal yang patut dibanggakan.
Banyak event yang dilaksanakan oleh pelajar Indonesia di Turkiye, baik itu event internal antarpelajar Indonesia seperti diskusi pelajar, peringatan hari-hari besar dan seminar/sejenisnya, maupun event eksternal seperti mengadakan event pengenalan Indonesia kepada masyarakat Turkiye.
Pelajar Indonesia awet muda
Postur tubuh orang Indonesia yang pendek dan wajahnya yang terlihat muda merupakan suatu keunikan tersendiri. Mungkin banyak orang yang mengira faktor genetik merupakan faktor utama yang membuat masyarakat Indonesia berpostur tubuh pendek. Akan tetapi, ternyata faktor genetik hanya memengaruhi 20 persen saja dari tinggi postur tubuh seseorang.
Tinggi badan seseorang banyak dipengaruhi oleh faktor nutrisi. Orang Indonesia terlalu banyak memakan karbohidrat dibanding protein, inilah yang menyebabkan orang Indonesia kalah tinggi dibandingkan orang Turkiye.
Wajah orang Indonesia yang terlihat lebih muda juga membuat orang Indonesia tampak imut di mata orang Turkiye. Hal ini membuat para pelajar Indonesia dipandang seperti seorang adik atau anak-anak di kelas.
Postur tubuh dan wajah para pelajar Indonesia yang studi di tingkat mahasiswa di Turkiye sama seperti postur dan wajah para pelajar sekolah menengah atas di Turkiye.
Mahir membuat konten kreatif
Di era digital sekarang ini media sosial telah menjelma menjadi kebutuhan dalam hidup setiap orang. Media sosial telah menjadi sarana bagi manusia untuk hidup dengan versi yang berbeda. Dalam berkehidupan di media sosial tentunya kreativitas dalam membuat konten baik berupa poster maupun vidio merupakan sesuatu yang harus. Dan ini merupakan salah satu faktor bagus atau tidaknya seseorang dalam bersosial media.
Kreativitas masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dalam membuat konten di media sosial tentunya merupakan suatu hal yang kita akui bersama. Salah satunya pelajar. Mahirnya pelajar Indonesia di Turkiye dalam membuat konten di media sosial juga menarik perhatian masyarakat Turkiye. Ya, hasil konten dari masyarakat Turkiye pada umumnya jauh di bawah standar kualitas konten yang dihasilkan masyarakat Indonesia. Hal ini yang membuat masyarakat Turkiye takjub ketika melihat konten yang dibuat para pelajar Indonesia di Turkiye baik itu berupa poster ataupun video.
Itulah beberapa keunikan dan hal-hal menarik yang dirasakan oleh pelajar Indonesia di Turkiye. Faktor utama terjadinya hal-hal seperti ini tentunya adalah faktor perbedaan budaya. Jarak yang terbentang sejauh 9.670 km antara Indonesia dan Turkiye tentu menjadi salah satu pengaruh terbentuknya perbedaan budaya antara Indonesia dan Turkiye. Para pelajar Indonesia sendiri harus mengambil sikap yang tepat dalam menghadapi hal-hal seperti ini. Hal semacam ini tentunya tidak hanya terjadi di Turkiye saja. Setiap tempat memiliki budaya dan ciri khasnya sendiri. Tugas kita hanyalah menyesuaikan diri dengan budaya di daerah yang kita kunjungi tanpa mengesampingkan prinsip di dalam diri kita. Jadi, gimana nih teman-teman. Tertarikkah melanjutkan studi di Turkiye?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/fiz-harasy-5959.jpg)