Berita Aceh Besar
Antisipasi Elnino dan Elnina, Pemkab Aceh Besar Gelar Apel Karhutla
Apel Siaga Karhutla itu adalah yang kedua kali dilaksanakan, setelah sebelumnya dilakukan di Krueng Raya Kecamatan Mesjid Raya.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Dikatakan Iswanto, penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab semua pihak.
Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah dan pihak non pemerintah merupakan hal penting dalam upaya pengurangan resiko bencana.
"Melalui Apel Siaga Bencana Kabupaten Aceh Besar tahun 2023 ini pula diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup, sesuai fungsi dan peran masing-masing, guna menunjang tugas dan pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.
Dijelaskannya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian dalam Negeri mengeluarkan Instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah Dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan sesuai dengan Arahan Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan serta dalam rangka Pembinaan, pengawasan dan penyelenggaraan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Untuk itu, melalui Kegiatan Apel Siaga Bencana (Karhutla, Banjir, Longsor dan Angin Kencang) Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023, Iswanto mengharapkan partisipasi dari seluruh elemen baik itu pemerintah, masyarakat dunia usaha, akademisi dan media dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Terkhusus lanjut Iswanto, dapat bekerja sama dan mengambil peran dalam usaha penanggulangan bencana dan penanganan setiap kejadian bencana yang sesuai dengan porsi tugas masing-masing.
Sehingga semua pihak dapat meminimalisir terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil SSos MSi menambahkan, Apel Siaga Bencana tersebut diikuti berbagai pihak terkait, seperti TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, Damkar, BPBD, PMI, RAPI, PSC 119, dan Tagana.
“Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu daerah yang paling parah merasakan dampak dari fenomena tersebut. Hal ini ditandai dengan banyaknya terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dimana dalam 3 bulan terakhir tercatat sudah 90 kali kejadian karhutla terjadi. Untuk itu, kita butuh kerjasama dan dukungan dari seluruh instansi dan pihak-pihak terkait,” terang Ridwan Jamil.(*)
Baca juga: Tim Operasi Karhutla Seulawah Gelar Sosialisasi untuk Keuchik di Indrapuri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/apel-siaga-bencana-karhutla-banjir-longsor-dan-angin-kencang-kabupaten-aceh-besar.jpg)