Berita Aceh Barat Daya
Tutup HUT Ke 24 Abdya, Bupati Safaruddin: Kompetisi Sudah Selesai, Saatnya Berkolaborasi
Bagi Safaruddin, siapapun hari ini, dimanapun mereka berada, ia membutuh kolaborasi dan semangat kebersamaan.
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Bupati Abdya Safaruddin menutup rangkaian HUT ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya dengan menegaskan masa kompetisi politik telah selesai dan kini saatnya seluruh elemen masyarakat berkolaborasi membangun daerah.Ia menyebut kegiatan Meuseraya Toet Lemang berdampak pada ekonomi warga, dengan perputaran uang diperkirakan Rp3–4 miliarPemerintah Abdya juga mengajak masyarakat bersatu menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat Aceh 2027, setelah terakhir daerah tersebut menjadi tuan rumah pada 1984.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Abdya Safaruddin resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pada Minggu malam (27/4/2026) di lapangan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh.
Pada kesempatan itu ia menyampaikan bahwa tahun ini adalah tahun kedua pemerintahan Safaruddin-Zaman Akli.
"Tentu di tahun kedua ini, masyarakat sedang menunggu apa yang sudah kami janjikan dan kami sampaikan pada masa kampanye dulu, bisa segera diwujudkan," kata Safaruddin.
Mulai tahun ini, sebut Safaruddin, ia bersama Zaman Akli akan menyiapkan terobosan-terobosan baru dalam kebijakan politiknya, untuk menuju tagline "Arah Baru Abdya Maju".
Bagi Safaruddin, siapapun hari ini, dimanapun mereka berada, ia membutuh kolaborasi dan semangat kebersamaan.
"Sama seperti yang kita lakukan ketika penyelenggaraan hari jadi Abdya tahun ini, dengan salah satu kegiatannya adalah Meuseraya Toet Lemang," ucapnya.
Baca juga: Pelaksanaan HUT Ke-24 Abdya Resmi Ditutup, Ini Daftar Pemenang Lomba dan Penerima Penghargaan
Terkadang, kata Safaruddin, masih ada juga yang nyinyir dan menyampaikan untuk apa dan apa dampak terhadap masyarakat Abdya dengan kegiatan Toet Lemang.
"Malam ini saya tegaskan, karena satu kegiatan Toet Lemang, Alhamdulillah harga pasar bisa meningkat, salah satunya harga bambu, yang selama ini Rp2.000 per potong, naik menjadi Rp7.000 hingga Rp8.000. Itu dirasakan oleh masyarakat kecil dampak manfaatnya," ucap Safaruddin.
Belum lagi ditambah beras ketan, kelapa, dan penganan-penganan yang lainnya, ditambah pelaku UMKM, dan juga kegiatan ulang tahun lainnya yang sudah diselenggarakan.
"Lebih kurang perputaran uang dalam dua minggu ini saja, mencapai Rp3 hingga Rp4 miliar, di tengah-tengah masyarakat Abdya," tuturnya.
Menurut Safaruddin, Meuseraya Toet Lemang ini memiliki filosofi kehidupan. Lemang tidak bisa dibakar dengan cara biasa-biasa saja.
Baca juga: Jaga Nilai-nilai Syariat, Panitia Pisah Pengunjung Laki-laki dan Perempuan di Pentas Seni HUT Abdya
Takaran beras ketan dengan perpaduan santan, dibakar dengan api yang terukur, sehingga lemang akan gurih dan lezat untuk dinikmati.
"Inilah semangatnya, semua orang tergerak untuk melakukan Toet Lemang. Nilai gotong royong dan kebersamaan itu bisa terbentuk. Itulah nilai kebudayaan dan filosofi kehidupan yang kita dapatkan," ucapnya.
Sekarang kata Safaruddin, Abdya tidak zamannya lagi berkompetisi lagi, tetapi sudah saatnya bersinergi untuk kolaborasi menuju kebaikan dan kemajuan Kabupaten Abdya.
| Cabdisdik Wilayah Abdya Susun Langkah Pencegahan Narkoba di Kalangan Siswa |
|
|---|
| 30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Dilatih Penerapan Aplikasi INLISLite |
|
|---|
| Dua Pemuda Babahrot Dibekuk Polres Abdya, Ini Peran Masing-masing Pelaku Saat Curi Sapi |
|
|---|
| Curi Sapi, Dua Pemuda Babahrot Dibekuk Polres Abdya, Pelaku Utama Masuk DPO |
|
|---|
| Lantik 50 Pejabat Fungsional, Plt Sekda Abdya Ingatkan Nilai-nilai Profesionalisme |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tutup-HUT-Abdya-Bupati-Aceh-Barat-Daya-Safaruddin-Kompetisi-Sudah-Selesai-Saatnya-Berkolaborasi.jpg)