GEN-A Edukasi Anak Banda Aceh Terkait Kesehatan Mental hingga Antisipasi Pelecehan Seksual
GEN-A juga menyosialisasikan tentang kesehatan reproduksi dalam upaya pencegahan pelecehan seksual dengan pendekatan agama islam...
SERAMBINEWS.COM - Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) memberikan edukasi kepada para siswa di Kota Banda Aceh, Sabtu (26/8/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter unggul dan islami anak muda Aceh.
Mengusung tema ‘Katalisator Pembangunan Karakter Generasi Unggul Aceh’, anggota GEN-A memberikan edukasi terkait kesehatan mental dengan pendekatan agama islam dan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi.
Tak hanya itu, GEN-A juga menyosialisasikan tentang kesehatan reproduksi dalam upaya pencegahan pelecehan seksual dengan pendekatan agama islam.
Di samping itu mengedukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, dan pencegaan penyakit yang ditularkan dari hewan (zoonosis).
Adapun edukasi kesehatan mental dengan pendekatan agama islam diberikan kepada 40 orang anak didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kota Banda Aceh.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko gangguan mental yang terjadi di era digital saat ini. Menurut Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey 2022, 15,5 juta (34,9 persen) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5 persen) remaja mengalami permasalahan kesehatan mental.
Gangguan kesehatan mental dapat berupa depresi, dan ketidakmatangan emosi yang berakibat kepada terbentuknya kenakalan dan tindakan kriminalitas yang dilakukan remaja.
Edukasi kesehatan mental diberikan oleh Fatmawati SPsi (OASE Biro Psikologi Konsultan) dan Seprita Suryani Nestri (Intern GEN-A).
Edukasi juga diberikan kepada 30 orang siswa kelas 6 SD Negeri 60 Kota Banda Aceh dengan topik pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi, yang disampaikan oleh Maulana Kamal, Sekretaris sub-unit Relawan Kebencanaan Aneuk Nanggroe Smong (RAKAN-SMONG GEN-A) dan Ulfa Zahra Sisca (Intern GEN-A).
Selanjutnya, tim GEN-A memberikan edukasi kesehatan reproduksi dalam upaya pencegahan pelecehan seksual dengan pendekatan agama islam.
Sebanyak 13 orang remaja putri dan 10 orang remaja putra diberikan edukasi oleh Ns. Nia Mullidayanti, S.Kep (Intern GEN-A) dan Umeir Fawwas Anaqi (Intern GEN-A). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pelecehan seksual terhadap anak di Aceh.
Pada hari yang sama, dilaksanakan juga kegiatan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan terhadap guru SD Negeri 1 oleh tim GEN-A yang berkolaborasi dengan CIMSA FK USK.
Sebanyak 20 orang guru diberikan pelatihan tentang pengembangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (mimisan, pingsan, luka bakar, dan luka berdarah). Hal ini penting karena kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, namun penanganan yang salah dapat memperparah kondisi korban.
Sebelumnya pada 16 Agustus 2023, telah dilakukan kegiatan edukasi PHBS kepada siswa PAUD Bungong Reudop dan TK Bunga Pala yang berkolaborasi dengan LKC Dompet Dhuafa.
Edukasi dilakukan dengan metode story telling menggunakan boneka agar menarik dan mempermudah pemahaman para peserta. Edukasi diberikan oleh Aiza (Intern GEN-A) dan M Ariq Shidqi (Intern GEN-A).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Edukasi-anak-LPKA.jpg)