Pilpres 2024

Nezar Patria Dideklarasikan Jadi Calon Gubernur Aceh, Ini Rekam Jejaknya

Nezar Patria dideklarasikan sejumlah warga Aceh yang tergabung dalam Relawan Aceh Peuneurang Nanggroe jadi Calon Gubernur Aceh, ini rekam jejaknya.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
KOLASE SERAMBINEWS.COM/DOK KOMINFO
Nezar Patria dideklarasikan sejumlah warga Aceh yang tergabung dalam Relawan Aceh Peuneurang Nanggroe jadi Calon Gubernur Aceh, ini rekam jejaknya. 

SERAMBINEWS.COM - Nezar Patria dideklarasikan sejumlah warga Aceh yang tergabung dalam Relawan Aceh Peuneurang Nanggroe jadi Calon Gubernur Aceh, ini rekam jejaknya.

Diketahui Relawan Aceh Peuneurang Nanggroe mendeklarasikan Nezar Patria sebagai Calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2024 mendatang di Kota Langsa, Aceh, Sabtu (2/9/2023).

Koordinator Relawan Aceh Peuneurang Nanggroe, Badlisyah mengatakan, Putra Aceh yang kini jadi Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamen Kominfo) itu dianggap layak memimpin Aceh ke depan.

Menurutnya, Nezar memiliki kapasitas dan jaringan yang cukup luas yang akan memudahkan dalam membangun Aceh nantinya.

"Hari ini kita memperkenalkan tokoh Aceh yang memiliki kemampuan untuk mengurus masalah Aceh ke depan," ucap Badlisyah.

"Kita memperkenal tokoh ini agar publik dapat menilai secara objektif," tambahnya.

Baca juga: Beberkan Track Record Putra Aceh, Presiden Jokowi: Nezar Patria Akan Sangat Membantu Menteri

Baca juga: Sosok Nezar Patria di Mata Jurnalis Senior Aceh Tarmilin Usman

Badlisyah menerangkan, sudah saatnya Aceh bangkit dengan calon gubernur yang mempunyai kredibilitas dan integritas full untuk memimpin Aceh.

Lebih lanjut Badlisyah menjelaskan, Nezar Patria adalah Tokoh muda Aceh yang memiliki pergaulan di tingkat internasional, tapi tetap tidak kehilangan keacehannya.

 

 

Lalu bagaimana dengan rekam jejak Nezar Patria?

Diketahui Nezar Patria, pria kelahiran Sigli, Kabupaten Pidie, 5 Oktober 1970 ini merupakan putra dari H Sjamsul Kahar, Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia.

Ia menempuh pendidikan S1 di jurusan Filsafat Universitas Gadjah Mada dan menamatkan pendidikan S2 di The London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2007.

Sejumlah warga Aceh yang tergabung dalam Relawan Aceh Peuneurang Nanggroe mendeklarasikan Nezar Patria sebagai Calon Gubernur Aceh dalam Pilkada tahun 2024. Kegiatan Deklarasi tersebut berlangsung di Kota Langsa, Aceh, Sabtu (2/9/2023)
Sejumlah warga Aceh yang tergabung dalam Relawan Aceh Peuneurang Nanggroe mendeklarasikan Nezar Patria sebagai Calon Gubernur Aceh dalam Pilkada tahun 2024. Kegiatan Deklarasi tersebut berlangsung di Kota Langsa, Aceh, Sabtu (2/9/2023) (FOR SERAMBINEWS.COM)

Sebelum jadi Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria menjabat sebagai Staf Khusus V Menteri BUMN.

Jabatan itu dia emban sejak tanggal 7 Juni 2022 berdasarkan Keputusan Menteri BUMN SK-128/MBU/06/2022 tentang Pengangkatan Staf Khusus V Menteri Badan Usaha Milik Negara.

Sebelumnya, Nezar bekerja sebagai Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia (Persero) sejak 23 September 2020-25 April 2022.

Kemudian menjadi Komisaris Utama PT Dapensi Trio Usaha pada 31 November 2021-13 Juni 2022.

Baca juga: Imam Masykur Tewas, GP Ansor Aceh: Bongkar Sindikat Tramadol, Pembunuhan Sudah Bertahun-tahun

Sebelum terjun ke birokrasi, Nezar Patria dikenal luas sebagai wartawan, aktivis, dan juga penyair.

Pada penghujung masa Orde Baru, Nezar Patria menjadi salah satu dari 13 korban penculikan aktivis yang memperjuangkan reformasi di Indonesia.

Sepanjang karirnya di dunia pers, Nezar Patria pernah menjabat sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia periode 2008-2011.

Selanjutnya menjadi Anggota Dewan Pers untuk periode Maret 2016-Juni 2019.

Sebelum meninggalkan dunia jurnalistik setelah ditunjuk menjadi Direktur Kelembagaan di PT Pos Indonesia, Nezar Patria tercatat sebagai Pemimpin Redaksi The Jakarta Post pada tahun 2020.

Selain karya jurnalistik yang diterbitkan di media nasional, Nezar juga aktif menghasilkan publikasi dalam bentuk artikel ilmiah maupun buku nonfiksi dan puisi.

Baca juga: Diseret Namanya soal Mafia Tramadol di Kasus Paspampres dan Imam Masykur, Akhyar Kamil: Itu Politik

Presiden Jokowi Sebut Nezar Patria Akan Sangat Membantu Menteri

Beberkan track record Putra Aceh, Presiden Jokowi sebut Nezar Patria akan sangat membantu Menteri Kominfo di Kabinet Indonesia Maju.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi usai pelantikan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) di Istana Negara Jakarta, Senin (17/6/2023).

"Pak Nezar ini kan pengalaman di media, pernah di Pemred Jakarta Post, pernah di Dewan Pers, pernah di BUMN," ungkap Jokowi dilihat dari tayangan Kompas TV, Senin (17/7/2023).

"Saya kira akan sangat membantu sekali pak Menteri Budi Arie," tambahnya.

Sementara saat ditanya kenapa memilih pejabat di kementerian yang bukan berasal dari partai politik (Parpol), Presiden RI hanya menjawab singkat.

"Semuanya dalam tujuan akhir agar segera bekerja cepat," pungkasnya.

Baca juga: Hingga Agustus Realisasi APBA Masih 50,48 Persen, Jubir MTA: Normal dan Terkendali

Sosok Nezar Patria di Mata Jurnalis Senior Aceh

Jurnalis Senior sekaligus Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Tarmilin Usman mengungkap bagaimana sosok Nezar Patria.

Menurutnya, Nezar merupakan sosok yang sudah pantas mendapat kepercayaan dari Presiden Jokowi sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo).

"Beliau sosok hebat, sangat mumpuni dan punya jaringan luas," ungkap Tarmilin kepada Serambinews.com, Selasa (18/7/2023).

Para jurnalis dan aktivis di Aceh menurutnya, perlu memberikan apresiasi dan dukungan untuk Wamenkominfo yang pernah menjadi Anggota Dewan Pers itu.

"Kita berharap akan lahir para jurnalis dan aktivis yang mengikuti jejak Pak Nezar Patria," harap mantan Ketua PWI Aceh dua periode ini.

Keberhasilan yang disandang putera H Sjamsul Kahar, Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia sekaligus tokoh pers Aceh itu, menurutnya tidak seperti membalikkan telapak tangan.

Tarmilin menyebut, semuanya membutuhkan proses dan dipersiapkan sejak dini.

Hal itu, menurutnya perlu ditiru oleh generasi muda dan kaum milenial di Aceh ke depannya.

"Punya pendidikan bagus, membangun jaringan luas, dan terpenting punya etika dan cara berkomunikasi yang santun," ungkap Tarmilin.

"Bisa mencontoh apa yang selama ini dilakukan Wamen Nezar Patria," tambahnya.

Nezar diceritakan Tarmilin, sejak menimba ilmu di bungku kuliah sudah bergabung dengan berbagai organisasi.

Di situlah ia ditempa menjadi orang hebat seperti saat ini.

Ketua DKP PWI Aceh itu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Aceh, baik jurnalis, aktivis, para ulama, akademisi, politisi, dan pemerintah Aceh sendiri akan lebih mudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

"Pak Nezar betul-betul kita jadikan cerminan dan perwakilan Aceh di pusat," ungkapnya.

Menurut Tarmilin, perkembangan zaman selalu berubah. Karena itu, pola pikir juga harus disesuaikan dengan perubahan zaman.

"Sekarang terpenting pendidikan wajib dimiliki sesuai perkembangan," ungkap Tarmilin.

"Sekarang otak lebih dominan, bukan otot," pungkasnya.

(Serambinews.com/Sara Masroni, Zubir)

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved