Berita Banda Aceh
PT Trans Continent dan USK Teken MoU, akan Bangun Pabrik Pengolahan Ikan Tuna
Penandatangan MoU dilakukan langsung oleh CEO Trans Continent, Ismail Rasyid dan Rektor USK, Prof Ir Dr Marwan.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - PT Trans Continent bersama Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan penandatangan Memori of Understanding (MoU) di ruang mini rektor USK, Banda Aceh, Senin (4/9/2023).
Penandatangan MoU itu sendiri dilakukan langsung oleh CEO Trans Continent, Ismail Rasyid dan Rektor USK, Prof Ir Dr Marwan.
CEO Trans Continent, Ismail Rasyid mengatakan, MoU itu sendiri dilakukan dalam rangka untuk menciptakan pabrik pengolahan ikan tuna berupa cold storage di Aceh.
Hal itu juga, kata Ismail Rasyid, sebagai bentuk pengembangan industri kecil yang diawali dengan rencana pengolahan ikan tuna dalam bentuk pengalengan ikan keumamah.
“Jadi dari USK sendiri sudah melakukan riset terhadap produk tersebut. Dan ini juga sebagai salah satu bentuk mempromosi wisata kuliner kita di Aceh,” kata Ismail Rasyid.
Baca juga: VIDEO - PT Trans Continent Akan Bangun Pabrik Pengolahan Ikan Tuna
Ismail Rasyid mengatakan, sajian tradisional tersebut nantinya akan diolah dan dijual secara komersial.
“Dan nantinya kita akan bangun pabrik kecil terlebih dahulu. Hal ini percontohan projek di awal,” ujarnya.
Ismail Rasyid mengatakan, ia tertarik untuk berinvestasi di bidang tersebut lantaran, saat ini sendiri USK merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).
Dan mereka harus merintis untuk perkembangan industri, agar kampus tersebut dapat membiayai dirinya sendiri.
Baca juga: PP TIM dan Ceo PT Trans Continent Gagas Seratus Pengusaha Bentuk ABF
Hal tersebut dimulai dengan adanya pengembangan bisnis, salahnya satu industri pengolahan.
“Kemudian ini sebagai langkah untuk menjaga kuliner kita menuju pasar global.
Dan ini bisa menjadi proyek percontohan dan dapat digunakan oleh para mahasiswa untuk melakukan praktek,” sebut Ismail Rasyid yang juga alumni USK tersebut.
Baca juga: Haji Uma Dibuat Terdiam saat Ditanyakan Hal Ini oleh Ibunda Imam Masykur: Berat untuk Menjawabnya
“Saya sebagai alumni, punya niat besar untuk bisa bersama USK menjadi trigger pengembangan dunia usaha swasta di Aceh,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor USK, Prof Marwan mengatakan, PT Trans Continent yang sudah lama bergelut di bidang bisnis, diharapkan dengan adanya MoU tersebut dapat menjadi mitra USK ke depannya.
Pasalnya, USK sendiri memiliki banyak produk inovasi yang dapat dikembangkan dan dikomersialisasi.
“Dengan kemitraan ini dapat menjadi jembatan untuk bisa membantu kita. Mudah-mudahan bisa memutar balik persepsi bahwa di Aceh industri sulit tumbuh.
Mudah-mudahan dengan kebersamaan ini pekerjaan besar bisa kita laksanakan,” kata Marwan.
Nantinya MoU ini akan dibangun industri pengolahan ikan menjadi keumamah yang dikalengkan.
Baca juga: Kisah Pilu, Anak Sulung Shalatkan 6 Anggota Keluarga : Sekejap Mata Aku Jadi Anak Yatim Piatu
Selain itu, keumamah kaleng sendiri sudah dipatenkan dan telah mendapat izin produksi dari BPOM.
“Jadi harapan kita ini dapat menjadi industri yang lebih besar lagi.
Karena ikan banyak di Aceh, kebutuhan keumamah juga ada pasarnya seperti jamaah umrah dan haji. Serta market yang ada di Aceh.
Kalau kita sepakat kita tuangkan ke Perjanjian Kerjasama (PKS). Ini kita harap dapat menjadi contoh untuk pembangunan industri di Aceh,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Minuman Herbal Baik Dikonsumsi Pagi atau Malam Hari? dr Zaidul Akbar Bilang Ini, Sesuai Al-Quran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/CEO-Trans-Continent-Ismail-Rasyid-dan-Rektor-USK-Prof-Ir-Dr-Marwan.jpg)