Citizen Reporter
Mengenang Diplomasi Kedekatan Indonesia dan Mesir
Mesir sangat mencintai Indonesia, mereka memberi dukungan yang lebih positif lagi kepada perjuangan Indonesia.
Sebelum ke Mesir, Agus Salim pergi ke acara internasional di Mumbai, India, untuk mencari dukungan dunia atas kemerdekaan Indonesia, terutama negara Asia. Mereka berharap agar bangsa Asia mendukung kemerdekaan Indonesia.
Belanda di Mesir juga memprovokasi Kedutaan Mesir agar tidak mendukung Indonesia. Agus Salim menunggu di ruang tunggu kantor diplomasi karena pihak Belanda sedang negosiasi dengan Mesir terkait Indonesia milik Belanda.
Pada saat itu, PM Noraskhi bersikukuh mendukung Indonesia atas nama persaudaraan keagamaan dan kemanusiaan Mesir juga yang berani menentang diplomat Hindia Belanda yang berada di Mesir dan menghadapi teror dilaporkan ke PBB untuk membatalkan perjuangan Mesir untuk Palestina yang hendak dibawa ke anggota PBB dan melaporkan Mesir ke PBB dengan dalih menerima pemberontak negara yang sah Hindia Belanda.
Namun, Mesir tidak gentar sedikit pun, 14 Juni 1947 persahabatan Mesir dan Indonesia ditandatangani dengan tanda tangan tersebut Indonesia sah menjadi sebuah negara berdaulat pengakuan de jure dan de facto dari negara yang sah.
Intuisi kemerdekaan terasa sekali di Mesir bahkan sampai sekarang Indonesia dan Mesir menjadi negara sahabat.
Kedekatan Indonesia dan Mesir bertambah dengan pergerakan nonblok yang didirikan oleh Soekarno yang tidak memihak blok Timur maupun blok Barat. Seolah Soekarno ingin mendamaikan Perang Dunia saat itu dengan pergerakannya tersebut.
Hampir semua negara Timur-Tengah mengikuti gerakan nonblok atau bisa disebut gerakan politik bebas aktif karena dengan salah satu alasan mendukung perdamain dunia setelah bertahun-tahun berperang yang mana perang selalu menjadi kegelisahan seperti neraka yang mengorbankan rakyat sipil.
Nama Soekarno dan Hatta diabadikan untuk sebuah jalan di Tahrit Jalan Ahmad Soekarno dan Muhammad Hatta, mahasiswa Indonesia di Mesir menambahkan Ahmad di depan nama Soekarno untuk menunjukkan bahwa Soekarno beragama Islam.
Sejarah itu kembali diulang untuk mengingatkan anak bangsa, terutama di Mesir, agar selalu ingat bahwa sejarah kita sejarah bangsa Indonesia memiliki tokoh-tokoh yang berani dan sangat cinta kepada negara mengobarkan semangat perjuangan sehingga rela berpura-pura dan menyusup ke forum Liga Arab untuk memproklamasikan bahwa Indonesia masih ada, Indonesia layak dibantu.
Beberapa kali pelajar Nusantara berunjuk rasa di depan Kantor Diplomasi Hindia Belanda menuntut agar mereka melepaskan Indonesia.
Semangat itu harus selalu dijaga, walaupun dalam bentuk yang berbeda dengan semangat memerangi kebodohan dan mempersatukan Indonesia di bawah panji-panji keislaman yang damai.
Selain itu, mengedepankan toleransi seperti ajaran Al-Azhar, yaitu washatiyah, mengembangkan diri lebih baik, untuk sebuah desa untuk sebuah kota untuk sebuah negara yang benderanya terinspirasi dari pedang bendera Rasulullah. Yang Pancasilanya berdasarkan ayat-ayat Allah yang mana Pancasila sebagai dasar negara memiliki ideologi yang dapat diterima blok Timur dan blok Barat.
Pancasila seolah menjadi pendamai di kedua belah pihak. Ada ideologi sosialis dan liberalis. Kita harus bangga dengan Indonesia dan harus merasa selalu rendah hati mengejar rida Ilahi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AZMI-PUTRA-GAYO-PENULIS-CR.jpg)