Senin, 27 April 2026

Jurnalisme Warga

Kegiatan Literasi di Rangkang Pustaka

Kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Rangkang Pustaka yang merupakan salah satu pusat pengembangan literasi di Aceh Utara.

Editor: mufti
FOR SERAMBINEWS.COM
AZWAR ANAS, Guru Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe dan Pegiat FAMe, melaporkan dari Nisam, Kabupaten Aceh Utara 

AZWAR ANAS, Guru Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe dan Pegiat FAMe, melaporkan dari Nisam, Kabupaten Aceh Utara

Kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Rangkang Pustaka yang merupakan salah satu pusat pengembangan literasi di Aceh Utara.

Tiba di lokasi, saya disambut oleh sebuah bangunan megah berbentuk pondok yang terbuat dari material kayu. Kesan kuat sebagai pusat pengembangan ilmu begitu terasa di sini. Bagaimana tidak, rangkang (pondok kayu) ini dihiasi dengan berbagai tempelan dan hiasan gambar bukti kegiatan pengembangan diri anak-anak sekitar lokasi tersebut yang selama ini sudah dilaksanakan. Belum lagi jejeran buku dan Al-Qur’an yang tersusun rapi menghiasi setiap sudutnya. Pada bagian ujung paling atas terlihat tulisan “Rumah Baca Rangkang Pustaka” lengkap disertai dengan alamat lokasi dan nomor NPP serta NPWP. Tak lupa, beberapa pajangan sertifikat penghargaan atas eksistensi rumah baca ini juga ikut menghiasi area paling menarik dari Rangkang Pustaka ini.

Kunjungan saya kali ini dalam rangka mengisi kegiatan Rangkang Camp 2023 yang dilaksanakan selama dua hari, 8 dan 9 Juli 2023. Rupanya bukan hanya Rangkang Camp, Rangkang Pustaka juga sudah aktif melaksanakan berbagai kegiatan pengembangan literasi sejak diresmikan pada 27 Mei 2022. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Rangkang Pustaka di antaranya adalah Rangkang Belajar yang merupakan kegiatan belajar bagi siswa di sekitar Rangkang Pustaka dan dilaksanakan setiap hari Minggu. Adapun jenis pembelajaran yang dilaksanakan meliputi pembelajaran baca tulis dan hitung, kelas matematika dan kelas bahasa Inggris, kelas tajwid, kelas komputer, dan kesenian.

Program lain yang tak kalah menarik di Rangkang Pustaka adalah Rangkang Talks yang berisi tentang kegiatan berbagi dengan para pakar. Dalam sesi ini, Rangkang Pustaka akan memfasilitasi ‘sharing session’ dengan berbagai tema seperti pengembangan kapasitas diri, personal branding, hingga informasi beasiswa. Guna menumbuhkan minat literasi masyarakat, khususnya dalam pengembagan literasi Al-Qur’an, Rangkang Pustaka juga melaksanakan kegiatan Rangkang Tahfiz yang diadakan selama bulan Ramadhan setiap tahunnya. Program ini berfokus pada pengembagan kemampuan menghafal dan memahami Al-Qur’an bagi setiap peserta dan dilaksanakan selama sebulan penuh.

Agar setiap kegiatan di Rangkang Pustaka dapat diketahui oleh banyak orang, pengelola Rangkang Pustaka juga memiliki program Rangkang News, yang berfokus pada memberikan informasi atau berita seputar pelaksanaan berbagai kegiatan di Rangkang Pustaka.

Sejauh ini proses penyebaran informasi masih sebatas menggunakan sosial media dan memanfaatkan fitur-fitur tersebut untuk melakukan syiar tentang berbagai praktik baik yang sudah dilaksanakan di Rangkang Pustaka.

Terakhir, kegiatan Rangkang Camp yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tutor Rangkang Pustaka.

Sekadar informasi, para tutor Rangkang Pustaka adalah mahasiswa perguruan tinggi di seputar Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas diri para tutor ini sangat perlu diperhatikan dan menjadi program wajib yang dilaksanakan secara berkala guna menghasilakn tutor yang berkualitas tinggi.

Pada kegiatan Rangkang Camp 2023 ini, saya diberikan kesempatan untuk berbagi kiat dasar dalam menulis artikel. Hal ini dirasa perlu dan menjadi fokus pengembangan diri para tutor Rangkang Pustaka agar ke depan memiliki kemampuan yang baik dalam menulis.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 Juli 2023 tersebut dijadwalkan pada sore hari, tepatnya pukul 16.30—17.30 WIB. Dalam durasi satu jam ini, kami berdiskusi tentang bagaimana kiat dasar menjadi penulis. Adapun judul yang saya angkat adalah “Kiat Dasar Menulis Artikel”. Dalam pembahasannya diawali dengan orasi motivasi berupa kutipan legendaris dari Pramoedya Ananta Toer yang menjelaskan tentang bagaimana eksistensi seseorang yang akan punah dalam sejarah jika tidak menulis. Hal ini bertujuan untuk memberikan motivasi bagi para peserta agar memiliki tekad yang kuat untuk memulai kegiatan menulis.

Pembahasan berikutnya dilanjutkan dengan tujuan pelaksanaan sesi hari tersebut, yaitu untuk menumbuhkan minat peserta dalam dunia menulis, memahami kiat dasar menulis, dan tentunya mampu menghasilkan karya tulis.

Beriringan dengan hal ini juga ikut disinggung tentang manfaat menjadi penulis. Beberapa di antaranya seperti dapat memperkaya wawasan, memperluas relasi hingga bisa terkenal, sebagai bentuk aktualisasi diri, sumber penghasilan, dan berbagai manfaat lainnya.

Banyak penulis pemula merasa bingung harus mengawali dari mana untuk menjadi seorang penulis. Dikarenakan hal ini, saya mencoba merangkum materi diskusi ke dalam tujuh kiat dasar menghasilkan karya tulis yaitu, pertama, menemukan ide. Ide dalam menulis dapat ditemukan dari berbagai hal dalam aktivitas sehari-hari seperti saat dalam perjalanan, bekerja, membaca, menghadiri seminar, menonton, dan berbagai kegiatan lain. Catat ide yang muncul tersebut dan jadikan sebagai judul untuk sebuah tulisan.

Kedua, menetapkan ‘angle’. Setelah adanya ide, hal yang perlu dilakukan adalah membidik persoalan dari satu sudut pandang hingga menjadi topik yang sesuai untuk dibahas dalam tulisan. Agar ‘angle’ bisa jernih dan tajam sebaiknya gunakan format 5W+1H dalam menentukannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved