Alumni Fellowship Jurnalisme Pendidikan Kumpul di Jakarta, Tanam Bibit Manggrove di Pesisir Pantai
Puluhan Alumni Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) ikut melakukan penanaman 10 ribu bibit pohon mangrove di pesisir pantai
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Puluhan Alumni Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) ikut melakukan penanaman 10 ribu bibit pohon mangrove di pesisir pantai, kawasan Desa Marga Mulya Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Minggu (17/9/2023).
Penanam mangrove sendiri merupakan bagian dari program "Paragonian Bergerak," yang mengajak semua pihak, untuk berperan aktif dalam menebar manfaat kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan di wilayah pesisir.
Kegiatan ini diikuti langsung Sekda Bappeda Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika, dan Sony Hidajat selaku Site Director Paragon Corporation. Turut ikut serta 120 Paragonian dari Factory Tangerang.
Untuk diketahui Alumni FJP merupakan peserta yang sudah mengikuti program training materi jurnalistik dan materi Pendidikan, yang diadakan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) selama tiga bulan secara online melalui zoom meeting untuk empat gelombang dari tahun 2021 sampai 2022.
Salah satu diantaranya adalah wartawan Harian Serambi Indonesia Biro Lhokseumawe.
Baca juga: Selama Operasi Zebra Seulawah, Satlantas Polres Aceh Barat Tindak 1.231 Pelanggar Lalu Lintas
"Penanaman mangrove ini telah menjadi konsistensi kami sejak tahun 2015. Saat ini kami tanam 10.000 bibit mangrove, dengan 17 jenis di wilayah ini, karena masalah abrasi di pesisir Mauk, khususnya Desa Marga Mulya," ujar Site Director Paragon Corporation, Sony Hidajat.
Dia berharap dari kegiatan ini dampak positifnya dapat menjaga infrastruktur pesisir dari abrasi, menciptakan lingkungan yang lebih sejuk, dan memperbaiki faktor bioindikator.
Di antaranya kehadiran biota laut langka seperti Mimi (kepiting tapal kuda/Tachypleus gigas), yang sudah tidak terlihat selama 400 tahun lalu, kini mulai muncul kembali di kawasan pesisir ini dalam tiga tahun terakhir.
Di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid berharap, bahwa apa yang dilakukan oleh Paragon akan menginspirasi perusahaan lain untuk peduli terhadap lingkungan dan turut serta dalam gerakan kebaikan yang sama. Sehingga dengan semacam ini, dapat menjaga dan melindungi lingkungan pesisir dapat semakin ditingkatkan.
Karena acara ini telah mencerminkan salah satu dari empat pilar gerakan Paragonian Bergerak, yakni pilar lingkungan, sambil mendorong tiga pilar lainnya, yaitu pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan kesehatan.
"Kami harapkan kegiatan penanaman ini dapat berkontribusi pada kelestarian lingkungan dan semangat kebermanfaatan ini, dapat terus berlanjut dan menular kepada semua pihak," harapnya.
Baca juga: Eko Nyalakan Musik Kencang Hingga Ganggu Warga dan Sekolah, Setelah Diperiksa Ternyata
Salah satu alumni GWPP dari Ambon Provinsi Maluku, Leonardo menyatakan, kegiatan ini tidak hanya tentang penanaman bibit mangrove, tapi juga tentang edukasi dan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Apalagi kehadiran mangrove sendiri setelah tumbuh dewasa dapat memberikan manfaat yang cukup besar. Dalam memberikan sumber mata pencaharian bagi komunitas lokal, seperti nelayan, petani garam, dan ekonomi wisata.
"Acara ini ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk memprioritaskan tanggung jawab lingkungan dan ikut serta dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir.
Semoga upaya yang telah dilakukan oleh Paragon dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak, untuk bergerak bersama dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik," tutupnya.(*)
Baca juga: Dari 20 Banggar DPRK Pidie, Ternyata Enam Orang Pilih Hadir Bahas APBK-P 2023
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penanaman-10-ribu-bibit-pohon-mangrove-di-pesisir-pantai.jpg)