Kamis, 11 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Taman Bukit Cinta Santewan Indah Ramai Dikunjungi

Lokasi yang dulunya tempat berkembang biak aneka hewan liar tersebut, pada tanggal 4 Agustus 2023) lalu diresmikan pembangunannya sebagai lokasi objek

Tayang:
Editor: mufti
Serambi Indonesia
M. ZUBAIR, S.H.,M.H.,CPM., CPARB., Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Bireuen 

M. ZUBAIR, Warga Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, melaporkan dari atas Bukit Cinta Santewan Indah, Cureh, Bireuen

Objek wisata Taman Bukit Cinta Santewan Indah di Desa Geulanggang Gampong alias Cureh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen yang sedang diusahakan pengembangannya oleh aparatur desa tersebut telah mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat Kecamatan Kota Juang, bahkan dari luar kecamatan.

Ramainya pengunjung ke objek wisata baru ini karena memang pemandangan alamnya yang memukau, terutama di waktu sore. Dari atas Bukit Cinta, pengunjung leluasa memandang matahari tenggelam (sunset) dan laut lepas ke arah utara. Sementara bila memandang ke bawah akan tampak betapa indahnya Paya Santewan dengan orang-orang yang sedang memancing ikan payau. Kawasan ini dikelilingi jalan melingkar dan mendaki yang sengaja  dibangun untuk memudahkan pengunjung menuju Paya Santewan sekaligus untuk menambah daya tarik di lokasi wisata ini.

Dengan ramainya pengunjung yang datang ke objek wisata ini maka denyut ekonomi masyarakat Desa Geulanggang Gampong juga mulai menggeliat. Hal ini terlihat nyata pada sore Sabtu dan Minggu lalu ketika saya berjalan-jalan mendaki Bukit Cinta. Di sini sudah banyak bermunculan tempat berjualan yang berjejer di sepanjang pinggir jalan atas Bukit Cinta, di samping masih ada yang sedang dibangun.

Selain itu, ada juga warga luar desa Geulanggang Gampong yang juga ikut menjajakan makanan ringan di lokasi nan indah tersebut. Mereka datang dengan mobil-mobil minibus pribadi dan parkir di pinggir jalan, lalu membuka kap bagasi belakang untuk menjual makanan ringan yang memang sudah disiapkan sejak awal.

Sungguh hal ini merupakan suatu potensi yang sangat bagus untuk terus dikembangkan sehingga menghasilkan pendapatan asli gampong (PAG) yang lumayan dengan pengaturan yang rapi dibuat oleh aparatur gampong.

Apabila pengembangan objek wisata nan indah itu telah benar-benar rampung nantinya insyaallah akan dapat menampung tenaga kerja, terutama pemuda-pemudi desa setempat, seperti yang berlaku di lokasi  wisata Desa Ponggok,  Klaten, Jawa Tengah.

Dengan upaya yang gigih aparatur Desa Geulanggang Gampong di bawah kendali Kepala Desa (Keuchik) T Saifuna, berati telah ikut andil dalam program pemerintah untuk memberantas kemiskinan dan meningkatkan PAG.

Lokasi  yang sudah mulai digarap seluas 11,5 hektare tersebut memang membutuhkan dukungan semua pihak untuk dapat berjalan lancar. Melalui media ini masyarakat Desa Geulanggang Gampong mengharapkan bantuan dari siapa pun, terutama wakil-wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Bireuen yang telah duduk di lembaga dewan perwakilan rakyat (DPR), baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. Kita harapkan agar mereka berpartisipasi untuk membantu pembangunan objek wisata yang menjajikan ini.

Informasi yang saya terima dari Keuchik T Saifuna, apabila lokasi dapat dibersihkan semuanya bisa mencapai lebih kurang 22 hektare dan semuanya berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Apabila dikilas balik ke belakang, lokasi yang sudah disulap jadi indah tersebut pada awalnya dipenuhi ilalang dan pohon-pohon bambu tempat bersarang hewan liar, seperti biawak, cerpelai, ular, dan sebagainya. Namun sekarang, lokasinya sudah bersih dan indah, serta bisa dinikmati oleh siapa pun dengan aman dan nyaman.

Lokasi yang dulunya tempat berkembang biak aneka hewan liar tersebut, pada tanggal 4 Agustus 2023) lalu diresmikan pembangunannya sebagai lokasi objek wisata alam. Peletakan batu pertamanya oleh Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertingal (PDTT), Dr A Halim Iskandar MPd dan turut disaksikan oleh salah seorang anggota DPR RI asal Bireuen, yakni Ruslan M. Daud. Saat itu, Penjabat Bupati Bireuen, unsur Forkopimda, dan sejumlah pejabat lainnya juga hadir. 

Baru saja dimulai pembersihan lokasi tersebut menggunakan ekskavator secara gotong royong oleh wara setempat, langsung terlihat keindahannya. Setelah itu, mulai banyak pelancong yang datang untuk menikmati keindahan alam, anugerah Allah tersebut.

Menteri A Halim Iskandar pada saat tiba di tempat peresmian lokasi wisata Taman Bukit Cinta Santewan indah tersebut langsung menyatakan kekagumannya terhadap kondisi alam yang akan dikembangkan. Beliau optimis bila lokasi ini rampung nantinya akan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat secara signifikan.

Selain itu, Menteri Desa PDTT juga berjanji akan kembali lagi ke Taman Bukit Cinta Santewan Indah saat kondisinya lebih indah lagi sebelum masa tugasnya berakhir.

Pengertian dari nama Bukit Cinta Santewan Indah itu, menurut Keuchik T Saifuna, menunjukkan kecintaan masyarakat Geulanggang Gampong terhadap keindah alam lokasi tersebut sehingga mereka sepakat untuk dikembangkan lebih bagus lagi dan dapat menghasilkan pendapatan bagi gampong demi kemakmuran masyarakatnya.

Adapun Santewan bermakna embung tempat penampungang air untuk kebutuhan air bagi masyarakat tani. Waduk atau payau tersebut selain dapat dimanfaatkan untuk penampungan air juga dapat diusahakan pembibitan ikan oleh masyarakat seperti yang sedang berjalan saat ini.

Setelah pembangunan lokasi wisata air tersebut rampung akan diatur lagi tata cara penggunaannya yang lebih baik lagi.

Di lokasi Paya Santewan ini nantinya akan dibangun wahana-wahana peraminan air yang bisa digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa.

Selain itu juga akan disediakan satu bagian payau untuk pembibitan ikan pancing bagi pelancong yang hobi memancing dan hasil dari pancingan juga akan masuk kekas desa.

Semua rencana yang sudah tertuang dalam 'grand design' pembangunan Taman Bukit Cinta Santewan indah itu akan berjalan mulus dengan adanya kerja sama yang baik antara semua pihak, baik di gampong sendiri maupun dengan pihak luar gampong.

Selain itu, dukungan pihak pemerintah mulai dari kabupaten, provinsi, dan pusat serta pihak-pihak lain sangatlah dibutuhkan demi kelancaran pembangunan objek wisata baru ini sesuai harapan masyarakat setempat.

Apabila pembangunan lokasi wisata tersebut berhasil tidak mustahil akan bergema ke seantero Indonesia dan bahkan dunia karena sekarang ini zaman digital yang setiap informasi—apalagi objek wisata yang indah—dengan cepat tersebar ke berbagai pelosok dunia.

Potensi keberhasilan pembagunan lokasi wisata Taman Santewan Indah menjadi ‘pilot project’ bagi desa-desa lain, terutama di Aceh dan bahkan Indonesia. Potensi tersebut sudah tercermin dari banyaknya pengunjung saat ini walaupun pembangunannya baru dimulai dan geliat ekonomi juga sudah terlihat dengan menjamurnya penjaja makanan dan minuman ringan di lokasi nan indah ini.

Melalui reportase ini saya mengajak pembaca untuk ikut berkunjung ke lokasi Taman Wisata Paya Santewan Indah, terutama pada sore hari-hari libur untuk menikmati keindahan alam ciptaan Allah yang Mahakuasa sehingga kita dapat membayangkan betapa besar kuasa-Nya dan betapa sangat kecil kita di jagat raya ini. Dengan demikian, sambil berwisata akan menambah keimanan kita kepada Allah Swt yang telah melimpahruahkan rahmat-Nya yang tak terhitung kepada kita umat manusia. Sehingga, dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rahman ayat 13 dipertanyakan, “Nikmat Tuhanmu mana lagi yang kamu dustakan?”

Begitu banyak nikmat Allah kepada kita semua dan salah satu buktinya adalah keindahan alam Ciptaannya di Taman Bukit Cinta Santewan Indah Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen. Jadilah saksi dan penikmat keindahan 'bukit cinta' yang satu ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved