Selasa, 14 April 2026

Alumni Fellowship Jurnalisme Pendidikan Serukan Kontestan Pemilu 2024 Serius Kampanye Pendidikan

Para kandidat dalam kontestasi Pemilu 2024 diharapkan serius mengusung isu pendidikan sebagai program prioritas mereka.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Sebanyak 32 alumni orum Alumni Fellowship Jurnalisme Pendidikan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (FJP GWPP), mengadakan gathering bertajuk “Paragon dan Media Bergerak Bersama untuk Pendidikan” selama 16-19 September 2023, di Kantor Pusat PT Paragon Technology and Innovation, raksasa kosmetik Indonesia, kawasan Ulujami, Jakarta Selatan 

Ketiga, kepada kalangan media dan wartawan, agar terus mengangkat isu-isu pendidikan sehingga menjadi perhatian masyarakat luas. 

Mengarusutamakan Isu Pendidikan

Direktur Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Nurcholis MA Basyari mengatakan pengarusutamaan isu pendidikan sangat penting karena itu amanah konstitusi. 

Pendidikan adalah eskalator yang mengantarkan negara dan masyarakatnya menuju kemajuan dan kesejahteraan. 

Negara-negara yang maju adalah negara yang maju pula sektor pendidikannya.

Menurut Nurcholis, para wartawan punya peran sangat strategis dalam mengarusutamakan isu-isu pendidikan, termasuk pendidikan politik, dalam peliputan dan pemberitaannya. 

“Ada dua model besar liputan pemilu yang diidentifikasi para peneliti selama ini yakni game coverage dan issue coverage. Yang pertama cenderung fokus pada aspek kontestasi antarkandidat: siapa yang akan menang, siapa yang akan kalah, siapa mendukung siapa, dan lain sebagainya. 

Model liputan ini dipandang mendorong politik identitas dan mempertebal batasan antara “kita” dan “mereka”, perasaan ingroup dan outgroup,” jelas Nurcholis. 

Nurcholis mendorong pers mengedepankan model kedua, yakni liputan dan pemberitaan tentang pemilu yang berorientasi pada isu (issue coverage). 

Model liputan ini lebih memberi perhatian besar pada problem kebijakan, solusi yang dapat diambil, dan menampilkan posisi atau jualan program masing-masing kandidat atau partai. 

“Arah liputan seperti ini dipandang mampu mendorong keterlibatan warga (civic engagement) pada proses politik yang berkualitas, sekaligus memperkuat dimensi partisipasi politik masyarakat, khususnya pemilu.” 

Melalui fungsi penyebaran informasi, edukasi, dan kontrol sosial-politik, pers Indonesia perlu ambil bagian mendorong Pemilu 2024 yang sehat dan berkualitas menuju demokrasi yang semakin matang. 

Hanya pemilu yang melahirkan pemimpin berkualitas yang dapat mengantarkan Indonesia mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Konstitusi UUD 1945. Yakni, Indonesia yang berkeadilan sosial, yang masyarakatnya maju, sejahtera, serta  cerdas dan diperhitungkan dalam pergaulan antarbangsa. 

Sementara itu, Wartawan Senior yang juga Sekjen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengatakan banyak tantangan wartawan pendidikan di tahun politik ini. 

Banyak pihak mencoba menyesatkan masyarakat untuk menggiring opini dan berpropaganda yang seringkali tidak masuk akal. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved