Breaking News
Kamis, 16 April 2026

Alumni Fellowship Jurnalisme Pendidikan Serukan Kontestan Pemilu 2024 Serius Kampanye Pendidikan

Para kandidat dalam kontestasi Pemilu 2024 diharapkan serius mengusung isu pendidikan sebagai program prioritas mereka.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Sebanyak 32 alumni orum Alumni Fellowship Jurnalisme Pendidikan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (FJP GWPP), mengadakan gathering bertajuk “Paragon dan Media Bergerak Bersama untuk Pendidikan” selama 16-19 September 2023, di Kantor Pusat PT Paragon Technology and Innovation, raksasa kosmetik Indonesia, kawasan Ulujami, Jakarta Selatan 

“Kita perlu untuk mendidik masyarakat menjadi cerdas sehingga tidak mudah dikibuli oleh propaganda politik yang tidak benar,” kata Nasir. 

Wartawan bidang pendidikan, katanya, perlu mengkritisi program-program pendidikan yang ditawarkan para calon secara detil dan riil. Hal itu untuk menunjukkan bahwa program mereka bukan sekadar slogan kampanye yang tidak dapat direalisasikan dalam praktik dunia pendidikan. 

Pendidikan Politik Pemilih Milenial

Fransiskus Surdiasis, dosen komunikasi Unika Atmajaya Jakarta, menggaris bawahi pentingnya pendidikan politik bagi kalangan pemilih mileneal. 

“Suara pemilih milenial dalam pemilu ini cukup signifikan. Pilihan politik mereka akan menentukan masa depan bangsa ini. Karena penting sekali pendidikan politik guna membekali mereka membuat keputusan politik yang tepat.” 

Menurut Frans, hal itu dapat dilakukan melalui berbagai forum dan percakapan publik. Media juga perlu menaruh perhatian pada aspirasi politik kalangan milenial ini. Sehingga mereka sungguh menjadi bagian dari pemilu ini.

Wartawan senior lainnya, Haryo Prasetyo, mengingatkan isu pendidikan dan pendidikan politik harus terus dikelola agar ikut menjadi bagian dari arus utama pada tahun politik 2024. Bagi jurnalis yang peduli terhadap dunia pendidikan, kepentingannya adalah agar dapat terus ikut mengawal upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai amanat konstitusi.

“Salah satu yang dapat dilakukan oleh jurnalis pendidikan adalah mencatat, mencermati, menguji, menantang dan mendokumentasikan visi-misi, agenda, dan program para kontestan di bidang pendidikan, baik di pemilu presiden maupun pemilu legislatif dan menyajikannya kepada publik dalam bentuk tulisan,” kata Haryo.

Kelak hal itu dapat dipakai oleh masyarakat untuk menilai kelayakan dan kepatutan para kandidat dan menagih janji politik mereka jika kelak mereka terpilih.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved