Mihrab
Khutbah Jumat – Maulid Nabi Momentum Menghidupkan Sifat-Sifat Terpuji Rasulullah
Karena itu dapat disimpulkan, bawa Rasulullah adalah sosok yang santun, rendah hati, lapang dada, tidak tergesa-gesa, bukan pemarah, serta tak dendam.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Khutbah Jumat – Maulid Nabi Momentum Menghidupkan Sifat-Sifat Terpuji Rasulullah
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Salah satu cara terbaik memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW adalah dengan menghidupkan sifat-sifat terpuji yang dimiliki oleh Rasulullah SAW di dalam pribadi, keluarga dan kehidupan masyarakat.
Hal ini menjadi pembahasan Wakil Ketua IKAT Aceh Bidang Dakwah dan Penguatan Ummat, Ustaz Mujtahid Lc MA dalam khutbah Jumat di Masjid Jamik Buengcala Kecamatan Kuta Baro, (22/9/2023), bertepatan dengan 6 Rabiul Awwal 1445 H.
Ustaz Mujtahid mengutip pendapat Sayyidina Ali ra, “Rasul saw merupakan sosok yang lapang dada, jujur perkataannya, lembut perangainya, amat mulia interaksinya, siapa yang melihatnya secara sepintas akan segan pada dirinya, namun akan sangat mencitainya jika sudah hidup bersama.
Orang yang mensifati beliau mengatakan, seumur hidup saya belum pernah melihat sosok seperti beliau.”
Karena itu dapat disimpulkan, bawa Rasulullah adalah sosok yang santun, rendah hati, lapang dada, tidak tergesa-gesa, bukan pemarah, serta tidak pedendam.
Beliau orang yang paling pemurah. Pemurah ini tidak identik dengan harta, tapi dapat dilihat juga dari akhlaknya, seperti suka menebar senyuman.
Rasulullah merupakan sosok yang paling jujur perkataannya.
Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut beliau perkara dusta, bahkan ketika beliau bercanda. Rasulullah juga memiliki perangai yang lembut.
Rasulullah sangat mulia dalam berinteraksi, baik dengan manusia, hewan, tumbuhan bahkan benda mati.
Sampai-sampai batu-batu dan gunung diketahui mencintai Rasulullah saw.
“Demikian juga, orang yang melihat Rasulullah secara sekilas, segan dengan kewibaannya, namun jika telah hidup bersama, mereka akan mencintainya,” ujarnya.
Sayyidina Ali mengatakan, “Seumur hidupku, aku tidak pernah melihat orang yang lebih mulia dari sosok baginda Rasulullah saw.”
Karena itu, urai Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, sebagai umat Nabi Muhammad saw hendaknya sifat-sifat mulia tersebut dapat diinternalisasikan ke dalam kehidupan sehari-hari kaum muslimin.
“Sementara bulan maulid menjadi momen untuk mengawali atau mengulang kembali nilai-nilai mulia dari sosok Nabi yang mulia, karena pada hakikatnya, para pecinta akan patuh terhadap yang ia cintai,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-IKAT-Aceh-Bidang-Dakwah-dan-Penguatan-Ummat-Ustaz-Mujtahid-Lc-MA.jpg)