Berita Bireuen

Pj Ketua PKK Aceh Minta Masyarakat Tidak Percaya Hoaks Terkait Imunisasi

Dinas kesehatan dan TP-PKK diminta gencar melakukan promosi kesehatan, juga ke sekolah-sekolah, para orang tua lewat PKK.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Pj Ketua TP-PKK Provinsi Aceh, Ayu Marzuki didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, Dr dr Nova Dian Lestari meninjau pelayanan Posyandu dan pelayanan kesehatan, di kompleks Meunasah Gampong Abeuk Budi, Juli,Bireuen dan berbicara dengan sejumlah kaum ibu dan anak, Senin (25/09/2023) 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pejabat TP PKK Aceh, Ny Ayu Marzuki meminta masyarakat tidak mudah percaya hoax yang beredar di media sosial terkait imunisasi bagi anak, imunisasi penting untuk anak.

Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan kunjungan kerja monitoring Gampong Mawaddah Warahmah (Gammawar) Desa Abeuk Budi, Juli Bireuen, Senin (25/09/2023) dan menanggapi laporan angka imunisasi di Bireuen masih rendah.  Di Kabupaten Bireuen angka capaian imunisasi masih 7,9 persen, ini angka terendah dibawah. Masyarakat diharap tidak mudah percaya dengan hoax yang beredar di media sosial, pastikan kepada pihak yang berwenang, ujarnya.

"Saya sangat prihatin dan kita butuh dukungan dari semua pihak, terutama dinas kesehatan, petugas kesehatan, juga bekerjasama dengan para ulama, hal ini disebabkan beberapa faktor," ujarnya.

Ditambahkan, karena musuhnya dari media sosial (medsos), dan ia meminta dinas kesehatan dan TP-PKK supaya gencar melakukan promosi kesehatan, juga ke sekolah-sekolah, para orang tua lewat PKK.

Ketua TP-PKK Aceh juga mengatakan soal stunting saat ini masih menjadi isu nasional, dan bagaimana untuk menekan ini. Alhamdulillah, masalah stunting di Kabupaten Bireuen masih yang terendah di Aceh.

"Kita dari PKK dan saya hampir tidak pernah berhenti untuk mengurusi soal stunting. Salah satu upaya kita tahun ini, Gammawar yang tahun lalu di pilih yang terbaik oleh kabupaten/kota. Tahun ini saya minta Gammawar di pilih angka stunting yang paling tinggi di kabupaten/kota," jelasnya.

Disebutkan, pada penentuan Maret tahun 2022 lalu, untuk angka stunting paling tinggi di Kabupaten Bireuen, di Gampong Abeuk Budi dan ternyata setelah ada pembinaan, angka stuntingnya turun, secara signifikan sekarang ini.

Dikatakan juga intervensi stunting sebenarnya untuk gizi, ada bantuan dari Pemerintah Pusat yang langsung di transfer ke Puskesmas untuk anak stunting dan ibu hamil yang berpotensi Kurang Energi Kronis (KEK).

Kemudian dana gampong 20 persen dana kesehatan untuk operasional Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT). "Kendala kita yaitu, kader menyiapkan Posyandu dan PMT ini diganti oleh keuchik, belum sempat si kader pinter, sudah diganti. Ganti keuchik ganti kader," cetusnya.

Dalam kunjungan tersebut juga diserahkan bantuan telur untuk anak stunting dari Dinas Peternakan Aceh, dan bantuan Saprodi pengembangan cabe  merah dari Dinas Pertaniaan dan Perkebunan Aceh, seluas 2 hektar,
Kunjungan istri Pj Gubernur Aceh dengan rombongan, dalam rangka pembinaan serta monitoring Gammawar, dirangkai dengan pelayanan Posyandu oleh kader dan Puskesmas, juga bakti sosial pelayanan kesehatan gratis Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh. Pertemuan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes Aceh) dr Munawar, Kadis Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Ir Cut Huzaimah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Ternak Non-Ruminansia (UPTD-BTNR) Dinas Peternakan Aceh, deh Yessi Vandiba, Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan, Ketua TP-PKK Bireuen, Dr dr Nova Dian Lestari, kepala dinas dan  unsur terkait.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved