Berita Pidie
Disperdagkop dan UKM Pidie Bekali Petani Garam, Target Kemiskinan Ekstrem Menjadi Nol Tahun 2024
"Pelatihan untuk petani garam tradisional, salah satu cara mengurangi angka stunting yang locusnya di Pidie tahun 2022," kata Asisten Dua Setdakab Pid
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
"Pelatihan untuk petani garam tradisional, salah satu cara mengurangi angka stunting yang locusnya di Pidie tahun 2022," kata Asisten Dua Setdakab Pidie, Tarmizi,
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdagkop dan UKM) Pidie membekali 100 petani garam tradisional dari Gampong Crum dan Rungkom, Kecamatan Batee di Hotel Delima, Sigli, Pidie baru-baru ini.
Peserta yang umumnya emak-emak ini diberikan bantuan, seperti cangkul, sekop, hingga wadah atau kuali untuk memproduksi garam secara tradisional.
"Pelatihan untuk petani garam tradisional, salah satu cara mengurangi angka stunting yang locusnya di Pidie tahun 2022," kata Asisten Dua Setdakab Pidie, Tarmizi, kepada Serambinews.com, Sabtu (30/9/2023).
Ia menjelaskan, pembekalan pelatihan terhadap petani garam sebagai sasaran untuk menurunkan angka kemiskinan dengan meningkatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM.
Kata Tarmizi, program terhadap petani garam agar kemiskinan ekstrem menjadi nol pada tahun 2024.
Untuk itu, semua SKPK harus merumuskan terobosan, sehingga kemiskinan ekstrem mampu dihapuskan di Pidie.
Baca juga: Jeje Govinda Maafkan Syahnaz Sadiqah Setelah Selingkuh, Amy Qanita Puji Sikap Menantunya
Menurutnya, sesuai dengan data, bahwa saat ini adanya lima kecamatan yang masih ditemukan kemiskinan ekstrem di Pidie, yaitu Mutiara, Mutiara Timur, Tangse, dan Kecamatan Batee.
Oleh karena itu, SKPK harus bersungguh-sungguh agar bisa tercapai target yang diinginkan.
Menurutnya, produksi garam lokal kurang diminati, akibat cara pengelolaannya belum bersetifikat halal.
Untuk itu, produksi garam lokal itu harus diperkenalkan ke Kementerian dalam meningkatkan UMKM. Namun, kualitas garam harus menjadi prioritas bagi petani garam yang didukung sumber air yang bersih.
Produksi garam di Batee itu harus adanya kemasan, sehingga bisa tembus ke Jakarta.
"Saat ini, adanya pengelolaan garam dengan sistem geomembral. Waktu saya di Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie sering kita buat program itu, alhamdulillah sebagian petani garam bisa berhasil, jika ikhlas dan tekun bekerja," pungkasnya. (*)
Baca juga: Serba-serbi Penggeledahan Rumah Syahrul Yasin Limpo, KPK Temukan Uang Puluhan Miliar dan Senjata Api
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/cangkul-untuk-petani-garam.jpg)