Opini
Mencegah Rabies, Si Pembunuh tanpa Ampun yang Perlu Diwaspadai Masyarakat
Virus rabies dapat menular melalui air liur, gigitan atau cakaran dan jilatan pada kulit yang luka oleh hewan yang telah terinfeksi rabies.
Virus rabies termasuk dalam kelompok virus RNA yang dikenal sebagai Lyssavirus dan umumnya menyebar melalui saliva hewan yang terinfeksi.
Pada dasarnya rabies dapat menyerang siapa saja dan tidak memandang usia.
Namun anak-anak lebih rentan terhadap virus ini karena tingkat pengawasannya yang masih minim dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya virus rabies.
Baca juga: Bocah Usia 10 Tahun di Sumut Meninggal Usai Digigit Anjing Rabies, Korban Sempat Alami Kejang
Gaya hidup memelihara hewan di kalangan masyarakat seperti kucing dan hewan liar lainya tanpa pengawasan orang tua dinilai berisiko terhadap penularan virus rabies.
Apakah gigitan anjing, kucing dan hewan liar lainnya dapat menyebabkan rabies?
Tentu saja tidak semua gigitan hewan tersebut dapat menularkan rabies.
Seseorang dapat terkena virus rabies jika hewan tersebut sudah terinfeksi rabies.
Oleh sebab itu perlunya dilakukan vaksinasi pada hewan peliharaan secara rutin untuk mencegah penularan virus rabies dari hewan peliharaan.
Hindari kontak dengan hewan liar karena dapat berpotensi terinfeksi rabies.
Jika terkena gigitan hewan peliharan seperti anjing, kucing, sapi, kambing, segera bersihkan luka dengan sabun lalu kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan yang lebih serius.
Di sisi lain, dampak gejala dari virus ini tidak langsung terlihat dan sangat bervariasi.
Mulai dari beberapa minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun,
Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan dan kesadaran tentang rabies sejak dini untuk melindungi generasi muda ke depan dari ancaman serius ini.
Pencegahan
Kita belajar dari pandemi virus covid-19 yang terjadi pada tahun 2020 silam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Miftahul-Jannah-56.jpg)