Selasa, 12 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Pengguna BCA Syariah Mobile Terus Tumbuh, Keamanan Transaksi Nasabah Ditingkatkan

BCA Syariah Mobile mencatatkan pertumbuhan transaksi sebesar 47,6% secara tahunan (yoy) mencapai 2,2 juta transaksi di Juni 2023.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muhammad Hadi
Dok BCA Syariah
BCA Syariah Mobile menjadi alat transaksi yang paling banyak digunakan karena kemudahannya dapat digunakan kapan pun dan dimana pun 

SERAMBINEWS.COM – Di pertengahan tahun 2023, BCA Syariah Mobile mencatatkan
pertumbuhan transaksi sebesar 47,6 persen secara tahunan (yoy) mencapai 2,2 juta transaksi di Juni
2023.

Kesadaran masyarakat untuk bertransaksi dengan e-channel semakin meningkat
dibandingkan dengan transaksi di cabang.

BCA Syariah memantapkan visi dan misinya menjadi Bank Syariah yang andal dan terpercaya
yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran, penghimpunan dana dan pembiayaan bagi
nasabah bisnis dan perseorangan, dengan melakukan berbagai inovasi transaksi digital bagi
nasabah.

Sejak awal beroperasi tahun 2010, BCA Syariah didukung oleh jaringan e-channel yang kuat
ATM dan EDC BCA.

Hal ini menjadikan nilai tambah bagi nasabah BCA Syariah karena akses ATM dan EDC BCA yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

Seiring dengan perkembangan kebutuhan nasabah, BCA Syariah mulai mengembangkan layanan mobile banking yang disebut BCA Syariah Mobile, tepatnya di tahun 2014 dan mengembangkan internet banking Klik BCA Syariah di tahun 2017.

Baca juga: Gampong Aneuk Laot Juara 3 Desa Wisata Kategori Budaya BCA Desa Wisata Award 2021

Di tahun yang sama, BCA Syariah meluncurkan kartu co-branding Flazz BCA Syariah dalam rangka mendukung cashless society yang memudahkan pembayaran non tunai bagi nasabah.

Frekuensi transaksi BCA Syariah Mobile mencapai 63 persen dari keseluruhan transaksi nasabah di
BCA Syariah.

Transaksi di cabang sebesar 3 persen, sementara ATM dan EDC secara total mencapai 33 persen dan sisanya pada internet banking sebesar 1 persen.

BCA Syariah Mobile menjadi alat transaksi yang paling banyak digunakan karena kemudahannya dapat digunakan kapan pun dan dimana pun.

BCA Syariah secara berkelanjutan terus meningkatkan fitur dan layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan transaksi perbankan yang mudah dan aman.

Penyempurnaan fasilitas terus dilakukan di antaranya pembaharuan (revamp) pada tampilan BCA Syariah Mobile
di tahun 2022, penambahan fitur pembayaran QRIS, dan tarik tunai cardless agar nasabah tidak perlu lagi membawa kartu ATM saat melakukan tarik tunai di ATM BCA.

Baca juga: Irjen Pol Ahmad Haydar Diarak TNI Gunakan Panser Anoa, Cara Kodam IM Lepas Sang Jenderal Bintang Dua

Pada bulan Juni 2023 lalu BCA Syariah memperluas akses ke produk tabungan dengan meluncurkan pembukaan
rekening online di BCA Syariah Mobile.

Dengan fitur tersebut, masyarakat dapat melakukan pembukaan rekening melalui ponsel tanpa harus ke cabang.

Pembukaan rekening online BCA Syariah mendapatkan respon yang positif dari masyarakat.

Kurang lebih dua bulan sejak diluncurkan, pembukaan rekening online BCA Syariah meraih 233 ribu pembukaan rekening baru di Agustus 2023.

Perolehan Dana Pihak Ketiga tumbuh 35 persen mencapai Rp9,4 triliun dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp7,3 triliun.

Jumlah nasabah mencapai 513 ribu nasabah, tumbuh 154 persen dibandingkan Agustus 2022 yang tercatat
sebesar 201.000 nasabah.

Di sisi operasional, proses kerja secara digital terus ditingkatkan untuk menambah efisiensi dan percepatan proses kerja.

Sebagai contoh, BCA Syariah telah melakukan otomasi proses pengajuan pembiayaan Emas iB melalui penggunaan Robotic Process Automation (RPA), serta berbagai solusi digital lainnya yang digunakan untuk pengembangan kapasitas karyawan.

Baca juga: Fakta-Fakta Penemuan Kerangka Manusia dalam Drum yang Dicor Semen, Baju Nomor 13: Polisi Uji DNA

Moderenisasi layanan yang dilakukan oleh BCA Syariah merupakan salah satu strategi untuk
meningkatkan perolehan dana murah.

BCA Syariah menargetkan di akhir tahun ini Dana Pihak Ketiga dapat tumbuh di kisaran 10-12 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp9,5 triliun.

Seiring dengan perkembangan transaksi digital di tengah masyarakat, menjaga keamanan data pribadi nasabah dari ancaman serangan siber menjadi perhatian utama Bank.

“BCA Syariah telah mengimplementasikan pengamanan berlapis untuk mencegah kejahatan cyber.

Perlindungan data nasabah itu harus meliputi tiga aspek yaitu people, process dan technology” kata Lukman
Hadiwijaya.

Pada aspek people BCA Syariah juga terus melakukan edukasi terhadap nasabah untuk mencegah risiko dengan menjaga data pribadi.

“BCA Syariah mengimbau kepada nasabah agar terus berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan, dengan menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan termasuk dengan tidak memberitahukan informasi data seperti password dan PIN kepada siapapun, bahkan kepada keluarga terdekat maupun pihak Bank.” kata Lukman

Pada aspek process, setiap pengembangan aplikasi akan melalui proses security review untuk memastikan keamanan data nasabah dalam aplikasi yang dikembangkan.

Baca juga: Pj Gubernur Aceh Diminta Segera Lantik Komisaris Utama PT Bank Aceh Syariah

BCA Syariah menggunakan proses verifikasi dengan pengamanan berlapis diantaranya liveness pengenalan
wajah (Face Recognition), penggunaan Secure Socket Layer (SSL) dan pengamanan transaksi dengan Kode Akses/password dan mPIN.

Sementara itu pada sisi technology, BCA Syariah juga melakukan penguatan dengan melakukan peremajaan sistem sehingga dapat memitigasi celah keamanan pada sistem.

Di tengah maraknya kejahatan siber, pengamanan data menjadi perhatian utama BCA Syariah.

BCA Syariah telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI).

“Pencapaian ini menjadi salah satu komitmen BCA Syariah dalam menjaga kerahasiaah, integritas dan ketersediaan informasi Perusahaan.

Kami berharap sertifikasi yang telah diperoleh dapat memperkuat kepercayaan nasabah bertransaksi dengan
BCA Syariah,” kata Lukman

Baca juga: Kapan Makmum Baca Alfatihah? Setelah Bacaan Aamiin Atau Serentak Dengan Imam? Ini Penjelasan UAS

Sertifikasi ISO 27001:2013 yang diperoleh oleh BCA Syariah meliputi ruang lingkup penyediaan aplikasi program infrastruktur API (Application Programming Interface) dan Host to Host Network.

Dengan diterimanya sertifikasi ISO ini, menandakan komitmen yang kuat oleh BCA Syariah untuk
menerapkan SMKI yang sesuai dengan standar SNI ISO/IEC 27001:2013.

Tentang PT Bank BCA Syariah

PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) merupakan anak perusahaan dari PT Bank Central Asia
Tbk., yang mulai beroperasi pada 5 April 2010.

Per Juni 2023, total Aset BCA Syariah telah mencapai Rp 13,3 triliun, tumbuh 21,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

Penyaluran pembiayaan BCA Syariah tercatat sebesar Rp7,8 triliun tumbuh 11,4 persen yoy.

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp10 triliun atau meningkat sebesar 26 persen yoy.

BCA Syariah kini telah memiliki 75 jaringan cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Bandar Lampung, Medan, Palembang, Banda Aceh, Panakukkang, Malang, Kediri, Pasuruan, dan Banyuwangi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved