Berita Bireuen
Bireuen Peroleh Dana Inpres Rp 3,6 Miliar Untuk Peremajaan Kelapa Sawit
Tahun 2023 ini ada alokasi dana Rp 3 miliar lebih untuk Replanting sawit pekebun di Bireuen, seluas 115,88 hektare yang sudah diverifikasi
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pemkab Bireuen tahun ini menerima anggaran sebesar Rp 3,6 miliar lebih sumber anggaran Instruksi Presiden (Inpres) tahun 2023 dialokasikan pemerintah pusat untuk membiayai
program peremajaan kelapa sawit pekebun di Bireuen.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Irwan SP MSi kepada Serambinews.com, Selasa (03/10/2023) tahun ini ada bantuan untuk peremajaan tanaman sawit yang merupakan program telah lama dilaksanakan.
"Tahun 2023 ini ada alokasi dana Rp 3 miliar lebih untuk Replanting sawit pekebun di Bireuen, seluas 115,88 hektare yang sudah diverifikasi beberapa waktu lalu," ujar Irwan.
Kadistanbun Bireuen menjelaskan, dasar awal program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tersebut sudah dari tahun 2021 untuk kegiatan tahun 2022 untuk lahan seluas 500 hektar.
"Pada tahun 2022 sudah kita verifikasi hasil permohonan lahan oleh dua koperasi seluas 115,88 hektare dan 89 hektare," jelasnya.
Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit Perlahan Naik, Ini Harga Pembelian di Pabrik Kelapa Sawit Saat Ini
Setelah di SK kan, ternyata hanya lahan sakit milik koperasi seluas 115,88 hektar ada mengupload.data lanjutan kepada pihak berwenang di pemerintah pusat.
Sekarang sedang menunggu keluarnya rekomendasi teknis oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan.
Setelah terbit rekomendasi teknis dari Dirjen Perkebunan, dilanjutkan penandatanganan tiga pihak terdiri dari koperasi, jajaran perkebunan, serta Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS).
"Lokasi lahan kebun sawit tidak boleh masuk dalam kawasan hutan," terang Kadistanbun Bireuen, Irwan.
Anggaran program tersebut tahun 2023 Rp 3,6 miliar lebih katanya untuk peremajaan sawit, dengan menebang pohon sawit lama atau sudah tua berumur di atas 25 tahun, dan pohon sawit bibit tidak unggul.
Baca juga: Harga Beras Naik, Pemerintah Sarankan Warga Makan Sagu, Jagung, Talas, Kentang, Ubi Jalar dan Sukun
"Lalu ditanam lagi memakai bibit unggul, anggarannya di alokasi tahun 2023 dari APBN, apabila pelaksanaan baru dimulai oleh pihak koperasi akhir 2023 masih bisa berlanjut tidak mati anggaran," terang Irwan.
Ditambahkan, tahun 2023 pihak Distanbun Bireuen juga mensosialisasikan kepada stakeholder, termasuk instansi vertikal bersama petugas di lapangan, dan kelompok tani.
Bagi petani kebun sawit katanya bagi yang ingin mengikuti program ini, setiap satu petani maksimal dapat mengusulkan 4 hektare lahan, untuk anggaran Rp 30 juta/hektare, mulai proses persiapan lahan sampai tanam.
Baca juga: 2 Geng Bersenjata Tajam Bentrok di Lhokseumawe, 5 Pria Diamankan, Ada yang Lari dan Lompat Ke Sungai
Dalam pelaksanaan nantinya juga akan diawasi secara ketat oleh pihak yang berwenang, sehingga program peremajaan sawit rakyat ini benar-benar dilaksanakan, dan sesuai dengan ketentuannya.
"Ada petani yang tidak mau karena sawit di kebun sudah menghasilkan. Pohon sawit itu semakin tua hasil panen terus menurun.
Jadi peremajaan sawit ini setelah empat tahun produksi panen bertahap bisa meningkat lagi," papar Irwan. (*)
Baca juga: Fakta-Fakta Penemuan Kerangka Manusia dalam Drum yang Dicor Semen, Baju Nomor 13: Polisi Uji DNA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pertanian-dan-Perkebunan-Bireuen-Irwan-SP-MSi1.jpg)