Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Gas Beracun

Hindari Kebocoran Gas, Medco Tambah Alat untuk Deteksi Bau

Irsa menjelaskan, sejak tanggal 17 September 2023, sumur Gas Alue Siwah tidak berproduksi karena ada pekerjaan aktivitas Slickline untuk Survei Tekana

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kadis ESDM Aceh, Mahdinur sedang mendengar penjelasan dari Pihak Lingkungan Hidup Aceh Timur, terkai solusi ke depan dalam mengatasi bau gas tak sedap di kawasan sumur gas Aceh Timur, dalam rapat di Kantor Gubernur, Selasa (3/10). 

Laporan Herianto l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - PT Medco E& P Malaka menambah alat deteksi bau dan pemantau gas H2S di lokasi rawan bau tak sedap sekitar pabrik.

“Ke depan, untuk memastikan masyarakat yang pusing, mual dan muntah serta pingsan, diduga akibat tercium gas bau tak sedap (gas H2S), di sekitar kawasan pabrik dan sumur gas, darahnya akan kita periksa,” kata Isra, teknisi PT Medco dalam paparannya, dalam rapat terpadu penanganan bau gas tak sedap (H2S), yang dialimi warga Gampong Panton Rayeuk T, 24 September 2023 lalu, di ruang Rapat Kerja Gubernur Aceh, Selasa (3/10/2023).

Baca juga: Dikabarkan, Ammar Zoni Segera Bebas atas Kasus Narkoba, Ini Kata Kuasa Hukum

Irsa menjelaskan, sejak tanggal 17 September 2023, sumur Gas Alue Siwah tidak berproduksi karena ada pekerjaan aktivitas Slickline untuk Survei Tekanan Sumur (SBHP – Static Buttom Hole  Pressure Survey). Jarak sumur Alu Siwah dengan Gampong Panton Rayeuk  T sekitar  1,9 Km.

Pada saat ada laporan warga Panton Rayeuk T, ada warga yang pusing, mual dan muntah, akibat tercium bau gas tak sedap. Di lokasi sumur gas pekerja tidak ada tercium bau gas tak sedap, karena sebagian pekerja, ada yang tidak gunakan tutup mulut.

Namun begitu, pihak manajemen PT Medco tetap berpikir positif untuk lebih dahulu menangani warga Panton Rayeuk T, yang pusing, mual dan muntah, dibawa ke Puskesmas terdekat dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Zubir Mahmud (RSZM) di Idi, Aceh Timur. Selain itu mengungsikan warga yang berada sekitar daerah yang tercemar bau tak sedap tersebut, ke lokasi yang lebih aman dan nyaman.

Menanggapi penjelasan dari teknisi Pt Medco, Kadis ESDM Aceh, Ir Mahdinur mengatakan, selaku pimpinan rapat, mewakili Asisten II Serda Aceh, Ir Mawardi, Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih kepada PT Medco yang sudah membantu mengatasi Warga Gampong Panton Rayeuk T dan sekitarnya, yang mengalami mual, muntah dan pusing akibat tercium bau tak sedap ke Puskesmas dan RSUD, di Idi Aceh Timur.

Peristiwa yang terjadi 24 September 2023 kemarin, ungkap Mahdinur, juga sudah pernah terjadi pada bulan April 2021 lalu, di Gampong yang sama dan sekitarnya. Karena peristiwanya sudah dua kali terjadi, maka peristiwa yang tidak ada unsur kesengajaan itu, perlu kita cari solusi meminimalisir dampak dari bau tak sedap tadi, dengan cara menambah alat deteksi dan pemantauan, sosialisasi mitigasi,  gas bau tak sedap.

Di daerah pengolahan gas dan sumur gas, kata Mahdinur, peristiwa bau tak sedap sesekali muncul, bisa saja dari cerobong asap pabrik dan bukan karena ada pipa gas yang bocor. Ada bau tak sedap yang konsentrasinya rendah, tidak membuat manusia yang menghirupnya pusing, mual dan muntah.

Tapi ada juga yang tiba-tiba keluar dari cerobong asap pabrik, bau tak sedap yang konsentrasi baunya pekat sekali, bisa membuat manusia yang menciumnya pusing, mual dan muntah.

Oleh karena itu, PT Medco, perlu meningkatkan pengawasan lingkungan lagi, terhadap masalah tersebut. Misalnya menambah alat ditektor, alat pemantauan dan memeriksa darah dan dahak korban yang tercium bau tak sedap itu. Apakah karena gas H2S Medco, atau ada bau gas lainnya.

Pemeriksaan darah bagi korban bau gas tak sedap, sebagaimana saran dari Jubir Pemerintah Aceh, MTA yang disambut manajemen PT Medco itu, hingga membuat kepala jadi pusing, perut mual dan muntah, sangat perlu. Pemeriksaan darah itu bentuk kepedulian PT Medco terhadap kesehatan warga sekitar pabrik dan sumur gas. 

“Pemeriksaan darah itu, bisa membuktikan apakah gas tak sedap yang tercium itu, yang membuat orang bisa pusing, mual dan muntah, karena tercium gas H2S dari pabrik dan sumur gas PT Medco. Atau karena tercium gas bau tak sedap lain, yang bukan bersumber dari kegiatan produksi gas PT Medco,” tutur Mahdinur

Dalam rapat terpadu penanganan bau tak sedap yang terjadi di Gampong Panton Rayeuk T tersebut pada hari, sebut Mahdinur, telah melahirkan 12 kesepakatan yang perlu ditindaklanjuti bersama, baik oleh  PT Medco, BPMA, Pemerintah Aceh, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, dan Kabupaten Aceh Timur, Dinas ESDM Aceh dan lembaga teknis lainnya.

Di antaranya, pemasangan papan informasi tanggap darurat di pemukiman penduduk sekitar sumur gas dan pabrik gas PT Medco, penambahan alat detektor di pemukiman, dan penambahan sweeper lokal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved