TOPIK
Gas Beracun
-
Hasil ini didapat setelah tim melakukan pemantauan dan survei udara selama dua hari satu malam. Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes
-
Irsa menjelaskan, sejak tanggal 17 September 2023, sumur Gas Alue Siwah tidak berproduksi karena ada pekerjaan aktivitas Slickline untuk Survei Tekana
-
Kejadian ini sudah berkali-kali terjadi. Jika Medco tidak mengakuinya, lalu gas darimana yang membuat warga sesak napas dan muntah darah itu.
-
“Pihak Medco mengakui atau tidak, mereka tumbang karena bau gas bersumber dari aktivitas Medco ini,” urai dia.
-
Warga belum berani pulang ke desa sebelum adanya jaminan dari pihak perusahaan bahwa desa mereka benar-benar sudah aman.
-
Dari 29 yang masuk ke rumah sakit tersebut, ungkap dr Ai, tiga di antaranya sempat muntah darah saat masuk ke IGD dan muntah berhenti setelah diberika
-
Insiden yang menyebabkan puluhan warga Aceh Timur tumbang yang diduga akibat keracunan gas mendapatkan perhatian serius dari Anggota Komisi VII DPR RI
-
Kasus keracunan gas terhadap warga di sekitar kawasan eksploitasi perusahaan migas PT Medco sudah berulang-ulang.
-
Saat ini pihak PT Medco, sedang melakukan kegiatan perawatan fasilitas sumur di Lapangan Gas Alur Siwah.
-
Kata Iskandar, kasus keracunan gas terhadap warga di sekitar kawasan eksploitasi perusahaan migas PT Medco sudah berulang, bukan yang pertama sekali.
-
Saat ini juga, jelas dr Zulfikry, sebagian korban sudah dipindahkan ke ruang rawat inap dan sebagian lagi masih dilakukan observasi di IGD.
-
"Sabtu kemarin, ada 3 warga yang diduga keracunan dan muntah," ungkap Camat Banda Alam, Iskandarsyah, SE MAP.
-
Sabtu kemarin warga sudah merasakan bau, sudah mulai mual, dan sesak, tapi katanya tidak apa-apa karena masih bisa ditangani petugas medis di lapangan
-
Sebagian warga juga masih ada yang dirawat di Puskesmas Banda Alam, dan banyak warga Panton Rayeuk T sudah mengungsi ke kantor Keuchik Banda Alam
-
Informasi awal yang keracunan sekitar 15 orang warga Desa Panton Rayeuk T, namun hingga malam ini diperkirakan sudah mencapai 24 orang yang keracunan
-
Informasi awal yang keracunan sekitar 15 orang warga Desa Panton Rayeuk T, namun hingga malam ini diperkirakan sudah mencapai 24 orang yang keracunan
-
Sebagian besar warga yang diduga menghirup udara beracun sudah dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur.
-
Keuchik Abdullah mengaku warga desanya (Desa Panton Rayeuk A) juga ada dua orang yang terpapar udara beracun namun tak parah dan tidak dirujuk ke ruma
-
"Karena itu, mengacu pada hasil survei ini, maka warga Desa Panton Rayeuk T, sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing sejak pada Rabu....
-
"Jadi kita masih menunggu informasi dari PT Medco, apabila sudah dinyatakan aman baru warga bisa dipulangkan, karena itu sampai Sabtu hari ini, warga
-
"Medco harus bertanggungjawab atas kejadian ini, padahal kami sudah ingatkan dalam pertemuan beberapa waktu lalu, agar tidak terulang lagi kasus....
-
"Kejadian seperti ini kami golongkan kegagalan teknologi atau kecelakaan di lingkungan industri. Tergolong bencana nonalam," timpalnya.
-
PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) bersama instansi terkait di Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam tengah fokus menangani dampak asap dari...
-
"Jika tidak ditangani dengan cepat, maka bisa menyebabkan kefatalan. Karena itu, kita memberikan pertolongan dengan cepat dan merujuk pasien...
-
"PT Medco dan PT Pertagas harus bertindak cepat dengan menurunkan tim teknis agar musibah ini tidak berdampak luas, ini menyangkut keselamatan...
-
"7 orang yang langsung dirujuk dari Puskesmas. Dan satu diantaranya keluarga yang mendampingi setiba di rumah sakit mengalami sesak dan lemas...
-
Yusuh mengatakan, usai shalat Subuh katanya, bau gas beracun seperti bau telur busuk mulai muncul. Kemudian sekitar pukul 06.30 WIB, bau semakin parah
-
Ketiga pasien yang sudah dirujuk ke rumah sakit tersebut yakni, Raliah mengalami gejala muntah darah, pusing dan sesak napas, serta dua lagi yang...
-
Munir warga Kecamatan Banda Alam mengatakan, sedikitnya ada tiga warga saat ini sedang diinfus di puskesmas tersebut.
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved