Pupuk Subsidi
Kementan Buka Kembali Pembuatan Kartu Tani Digital untuk Atasi Kesulitan Akses Pupuk Subsidi
Pertemuan Zoom Meeting pemecahan masalah sulitnya mengakses penebusan kuota pupuk subsidi di wilayah tengah Aceh
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kementerian Pertanian (Kementan) membuka kembali pembuatan Kartu Tani Digital (KTD) kepada petani yang belum memiliki KTD tersebut, di Bank Syariah Indonesia (BSI), sejak 29 September lalu hingga bulan Oktober 2023, agar petani di Aceh, termasuk petani di wilayah tengah, bisa menebus kuota pupuk subsidinya.
“Yang belum miliki KTD, bisa gunakan sistem T-Puber untuk menebus kuota pupuk subsidi, sambal menunggu pembuatan KTD,” kata Ibu Yanti Erna, narasumber dari Kementan, pada saat Zoom Meeting, pemecahan masalah sulitnya mengakses pupuk subsidi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, di ruang rapat Kadistanbun Aceh, Selasa Sore (3/9) di Banda Aceh.
Baca juga: Dikabarkan, Ammar Zoni Segera Bebas atas Kasus Narkoba, Ini Kata Kuasa Hukum
Pertemuan Zoom Meeting pemecahan masalah sulitnya mengakses penebusan kuota pupuk subsidi di wilayah tengah Aceh tersebut, diinisiasi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, bersama Kabid yang menangani pupuk subsidi, Ibu Betty.
Cut Huzaimah mengatakan, rakor terkait pupuk subsidi ini dilakukan melalui Zoom Meeting, untuk mencari solusi penyelesaian yang cepat dan tepat, terkait sulitnya mengakses pupuk subsidi di wilayah tengah Aceh (Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues).
Berita tentang sulitnya mengakses pupuk subsidi tersebut muncul, atas laporan seorang anggota DPRA, Hendra Budian kepada Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, dalam sidang Paripurna DPRA, tiga hari lalu. Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki juga menerima laporan yang sama, dari petani di wilayah tengah Aceh tersebut.
Untuk menindaklanjuti masalah tersebut, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, untuk segera menyelesaikan masalah tersebut, sampai tuntas. Untuk menyahuti perintah Pj Gubernur Aceh itu, kita buat rakor Zooom Meeting dengan Kementan, BSI, Pupuk Indonesia, Ombudsman, Para Kepala Disnas Pertanian dan Perkebunan di wilyah Tengah, Kadisperindag Aceh, Mohd. Tanwier, distributor, penyalur pupuk dan anggota pengawas pupuk subsidi di Aceh.
Hasil rapat Zoom Meeting terkait sulitnya mengakses pupuk subsidi di wilayah tengah Aceh tersebut, ungkap Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah, disebabkan jumlah petani yang sudah miliki KTD di wilayah tengah Aceh, untuk bisa menebus pupuk subsidi, masih sedikit, baru sekitar 30 persen. Hal ini disebabkan, pada saat dilakukan pembukaan pendaftaran Kartu Tani Digital (KTD) oleh pihak BSI dan Pupuk Indonesia, bersama dinas teknis di daerah, petani yang hadir sedikit, padahal untuk mendaftar KTD cukup membawa KTP.
Faktor kedua, pada saat dilakukan pendaftaran pembuatan KTD, menurut pihak penyalur dan Distanbun di wilayah tengah Aceh, sinyal internet di daerah itu sedang lemah, sehingga kegiatan pembuatan KTD berjalan lamban dan banyak KTD yang belum bisa di akses, atau gagal aplikasi.
Untuk mengatasi petani yang belum punya KTD, Kementan telah memberikan keringanan penebusan kuota pupuk subsidinya, bisa menggunakan sistem lama yaitu T-Puber, sambil menunggu petani yang belum miliki KTD, bisa memperoleh KTD.
Pihak Kementan meminta, kata Cut Huzaimah, kepada pihak BSI dan Pupuk Indonesia dibantu dinas teknis setempat, kembali melayani pembukaan pembuatan KTD di unit-unit layanan KTD nya di wilayah Tengah Aceh. Cari lokasi yang tekanan internetnya kuat, agar pembuatan KTD, berjalan cepat, sehingga jumlah KTD yang dibuat bisa lebih banyak lagi.
Solusi lainnya, kata Cut Huzaimah, Kementan minta kepada pihak Pupuk Indonesia dan Disperindag, Distributor dan Penyalur, kios pengecer pupuk subsidi yang telah mengundurkan diri di sejumlah kecamatan di wilayah tengah Aceh, dicarikan penggantinya, agar di kecamatan yang bersangkutan, tetap ada kios pengecer pupuk subsidi.
Bulan ini, kata pihak Kementan, sudah masuk musim tanam padi gadu (musim hujan), sehingga petani butuh pupuk subsidi untuk memupuk tanaman padi dan hortikulturanya. Laporan yang masuk kepada Kementan, realisasi pupuk subsidi di Aceh baru berkisar 52 persen, artinya stok pupuk subsidinya masih banyak.
Oleh karena itu, kata narsumber dari Kementan, Ibu Yanti Erna, Pupuk Indonesia bersama BSI, dan distributor bekerja sama dengan kios pengecer pupuk dan dibantu penyuluh serta Distanbun setempat, bantu petani bisa menebus kuota pupuk subsidinya yang masih banyak tersebut, agar produksi pangan di daerahnya bisa meningkat. “Peningkatan produksi pangan itu, saat ini sangat dibutuhkan untuk ketahanan pangan daerah dan nasional,” ujarnya.(*)
Baca juga: LSM Ingatkan Pemerintah: Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Kuala Langsa Jangan Merusak Lingkungan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Huzaimah-7483.jpg)