Opini
Selebgram Bijak demi Umat Bermartabat
Ironisnya, masyarakat sekarang lebih menyukai hal-hal viral “nyeleneh” dibandingkan dengan prestasi-prestasi anak bangsa yang layak kita viralkan.
Selebgram yang sekarang menjadi panutan kawula muda sekarang.
Baca juga: VIDEO Selebgram Asal Makassar Jadi Tersangka Masuk Jaringan Bandar Narkoba Fredy Pratama
Mereka telah menjadi trendsetter bagi followers mereka, baik dari segi kosmetik, tempat makan favorit mereka di media sosial, makanan yang mereka konsumsi, cara berpakaian yang mereka kenakan yang menjadi kiblat fashion mereka hingga cara berbicara dan kalimat yang sering mereka ucapkan pun tak luput dari pengamatan mereka.
Gaya hidup hedon dengan memperlihatkan gaya hidup mereka yang mewah.
Mobil mewah, handphone canggih dan tempat nongkrong yang jarang dikunjungi masyarakat kalangan bawah.
Hal-hal menyenangkan lainnya yang membuat orang lain berlomba-lomba ingin ada di posisi yang sama.
Usaha mereka yang melejit dan menjadi influencer terkenal di mana-mana hingga membludaknya endorsment yang mereka dapatkan.
Tidak ada yang salah di sini, bahkan sebagai masyarakat Aceh kita pasti bangga.
Aceh punya stock pengusaha yang hebat, rumah bertingkat, hingga mampu mengangkat derajat martabat keluarga dengan penghasilan yang mereka dapatkan.
Dan juga mungkin bisa menyisihkan sedikit kekayaan yang mereka punya untuk mereka yang tak berpunya tanpa sepengetahuan media. Hal yang patut kita acungi jempol.
Namun, dibalik semua itu ada yang membuat resah, kecewa dan khawatir dengan fenomena selebgram selama ini.
Ini bukanlah karena adanya iri dengki seperti yang mereka labelkan bagi kami yang ingin mengkritik.
Bukan juga karena tak senang melihat mereka hidup dalam kekayaan dan ketenaran. Sungguh sama sekali bukan karena itu.
Kekhawatiran terhadap efek yang tidak sadar mereka timbulkan bagi generasi kita yang pondasi imannya yang masih rapuh dan perlu dijaga.
Sebagian oknum selebgram yang terkesan acuh terhadap nasihat yang diberikan oleh netizen yang masih menganggap selebgram ini sebagai saudara kita yang harus kita selamatkan dari fitnah dunia yang mungkin tidak mereka sadari.
Tapi tak seperti yang diharapkan, jangankan merespon, mereka malah menganggap nasihat ini sebagai sebuah bentuk rasa iri hati netizen yang tidak bisa melihat mereka bahagia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pengurus-Ikatan-Sarjana-Alumni-Dayah-ISAD-Aceh-Ustadzah-Mirnani-Muniruddin-Achmad-MA.jpg)