Aceh Utara Kembali Dikepung Banjir
Ribuan Korban Banjir di Aceh Utara Mengungsi, Ketinggian Air Terus Naik
Banjir kali ini juga menyebabkan ribuan warga harus mengungsi, karena ketinggian air dalam rumah mereka mencapai 50 sentimeter sampai 1,5 meter.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Banjir yang mengepung enam kecamatan di Aceh Utara pada Senin (9/10/2023) dini hari, menyebabkan ribuan warga mengungsi, jalan amblas, dan serta jembatan rangka baja miring.
Ini merupakan banjir yang kedua yang terjadi di Aceh Utara dalam Oktober 2023.
Sebelumnya pada 4-7 Oktober 2023, puluhan desa dalam tiga kecamatan juga terendam banjir, yaitu Matangkuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas. Sedangkan banjir kedua merendam enam kecamatan, yaitu Sawang, Samudera, Syamtalira Aron, kemudian Matangkuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas.
Banjir kali ini juga menyebabkan ribuan warga harus mengungsi, karena ketinggian air dalam rumah mereka mencapai 50 sentimeter sampai 1,5 meter.
“Kalau dalam rumah warga, ketinggian air sepinggang orang dewasa, tapi kalau di halaman sampai ke dada,” kata Zulfadli, warga Kecamatan Matangkuli Serambinews.com, Senin (9/10/2023).
Secara terpisah, Anggota DPR Aceh dari wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, Tarmizi Panyang kepada Serambinews.com menyebutkan, ekses diterjang banjir, puluhan meter jalan penghubung Desa Kubu–Blang Cut, Kecamatan Sawang amblas.
“Sekarang jalan tersebut tidak bisa dilalui warga, hanya sebagian kecil yang tersisa,” katanya.
Selain itu, kata Tarmizi menyebutkan, ia mengunjungi langsung ke jembatan gantung penghubung Aceh Utara dengan Bireuen yang sudah miring.
Karena pondasi untuk penyangga tiang tengah yang berada dalam Sungai Sawang itu diterjang banjir, sehingga badan jembatan gantung itu menjadi miring.
“Jadi jembatan itu harus segera ditangani secara darurat oleh Pemerintah Aceh, karena jika jembatan itu ambruk biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan untuk penanganan darurat,” katanya.
Selain itu, jembatan tersebut menjadi jalur bagi masyarakat dari Kecamatan Makmur, Bireuen dan Sawang, Aceh Utara mengangkut hasil bumi.
Tarmizi juga meminta Dinas PUPR Aceh untuk berkoordinasi dengan Dinas PUPR Aceh Utara yang sudah turun ke lokasi untuk penanganan secara darurat.
“Kita menyampaikan apresiasi kepada Pj Bupati Aceh Utara yang sudah turun ke lokasi untuk melihat kondisi jalan dan jembatan yang sudah miring,” ujar Tarmizi.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Utara, Asnawi, ST melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mulyadi kepada Serambinews.com menerangkan, banjir yang terjadi di Aceh Utara karena intensitas hujan yang lebat di Aceh Utara dan Bener Meriah pada hari Minggu (8/10/2023), berkisar pukul 22.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sakit-dan-harta.jpg)