Sabtu, 9 Mei 2026

Luar Negeri

Militer Israel Sebut Sekitar 1.500 Jasad Pasukan Hamas Ditemukan

"Sekitar 1.500 jasad pasukan Hamas ditemukan di Israel di sekitar Jalur Gaza," kata Richard Hecht kepada para wartawan, dikutip dari AFP.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP/MAHMUD HAMS
Orang-orang yang berdiri di atap menyaksikan bola api dan asap membubung di atas sebuah bangunan di Kota Gaza pada 7 Oktober 2023 saat serangan udara Israel yang menghantam gedung Menara Palestina. 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Juru bicara Militer Israel Richard Hecht pada Selasa (10/10/2023) mengatakan, sekitar 1.500 jasad pasukan Hamas telah ditemukan di wilayah Israel di sekitar Jalur Gaza.

Ia mengatakan hal tersebut setelah Israel menggempur daerah itu dengan serangan udara sebagai balasan.

"Sekitar 1.500 jasad pasukan Hamas ditemukan di Israel di sekitar Jalur Gaza," kata Richard Hecht kepada para wartawan, dikutip dari AFP.

Dia menambahkan bahwa pasukan keamanan Israel telah sedikit banyak memulihkan kendali atas perbatasan dengan Gaza.

"Sejak semalam kami tahu bahwa tidak ada yang masuk... namun penyusupan masih bisa terjadi." ucapnya.

Richard Hecht menambahkan, militer telah hampir menyelesaikan evakuasi semua komunitas di sekitar perbatasan.

Israel seperti diketahui telah terguncang akibat serangan mematikan dari pasukan Hamas yang menyerbu masuk melalui pagar perbatasan di bawah rentetan tembakan roket pada Sabtu (7/7/2023) pagi waktu setempat.

Terbaru, serangan Hamas itu dilaporkan menewaskan lebih dari 900 orang di dalam wilayah Israel.

Sebagai tanggapan, Israel melakukan pengeboman udara dan artileri besar-besaran terhadap target Hamas di Jalur Gaza yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 687 orang di daerah kantong pantai tersebut.

Sebelum fajar pada Selasa, militer Israel dilaporkan telah menyerang apa yang dikatakan sebagai sasaran Hamas di Gaza, terutama di lingkungan Rimal dan di kota Khan Yunis di selatan.

Hingga berita ini tayang, belum ada konfirmasi langsung dari kelompok Hamas tentang klaim militer Israel tersebut.

Baca juga: Bela Hamas, Hacker Rusia Serang Israel: Anda Mendukung Ukraina

Hamas Ancam Bunuh Tawanan jika Israel Serang Warga Sipil

 Kelompok Hamas mengancam akan mengeksekusi seorang tawanan Israel setiap kali Israel mengebom sebuah rumah warga Palestina tanpa peringatan.

Sementara itu, Israel memanggil 300.000 tentara cadangan—hal yang belum pernah terjadi sebelumnya—dan menerapkan blokade di Jalur Gaza.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Israel merencanakan serangan darat.

Dilansir dari Reuters, kekerasan yang telah merenggut lebih dari 1.500 nyawa ini mendorong deklarasi dukungan internasional untuk Israel setelah serangan akhir pekan oleh Hamas.

Seruan untuk mengakhiri pertempuran dan perlindungan warga sipil pun kian meluas.

Saluran TV Israel mengatakan, jumlah korban tewas akibat serangan Hamas telah meningkat menjadi 900 warga Israel, dengan sedikitnya 2.600 orang terluka, dan puluhan lainnya ditawan.

Di antara korban tewas adalah 260 orang yang sebagian besar adalah anak muda yang ditembak mati di sebuah festival musik di gurun pasir, di mana beberapa sandera diculik.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk membalas dendam dalam sebuah pidato berapi-api yang menuduh Hamas yang didukung Iran telah mengeksekusi anak-anak yang diikat dan kekejaman lainnya.

"Musuh keji ini menginginkan perang dan akan mendapatkan perang," katanya.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, sedikitnya 687 warga Palestina telah terbunuh dan 3.726 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di daerah kantong yang diblokade sejak Sabtu.

Militer Israel mengatakan bahwa mereka menghantam target-target di Jalur Gaza dari laut dan udara, termasuk sebuah depot senjata yang dan target-target Hamas di sepanjang garis pantai Gaza.

Juru bicara Hamas Abu Ubaida mengeluarkan ancaman pada Senin (9/10/2023) untuk membunuh warga Israel di antara puluhan orang yang ditawan setelah serangan mendadak pada hari Sabtu pagi.

Ia mengatakan, Hamas akan mengeksekusi seorang tawanan Israel untuk setiap pengeboman Israel atas rumah warga sipil tanpa peringatan dan menyiarkan eksekusi tersebut.

Tidak ada tanggapan langsung dari militer Israel atas ancaman tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen mengatakan bahwa lebih dari 100 orang telah ditawan oleh Hamas dalam serangan lintas batas yang mematikan pada akhir pekan lalu.

Baca juga: IPW Ungkap Kombes Irwan Serahkan Uang dari Syahrul Yasin Limpo ke Firli Bahuri, Jadi Saksi Kunci

Baca juga: Kecuali Gula, Harga Beras Hingga Telur Ayam di Pasar Induk Lambaro Hari Ini Turun

Baca juga: VIDEO - Diserang Hamas, Kenapa Intelijen Israel Gagal Antisipasi?

 

Sudah tayang di Kompas.com: Militer Israel Sebut Sekitar 1.500 Jasad Pasukan Hamas Ditemukan di Israel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved