Perang Gaza
Mengenal Lebih Dekat Hamas, Sayap Militer Palestina yang Menguasai Gaza
Antara tahun 1987 dan 1993, intifada atau pemberontakan Palestina pertama meletus di Gaza melawan pendudukan Israel di jalur tersebut dan Tepi Barat.
Apa yang mendorong serangan terbaru terhadap Israel?
Meskipun serangan yang dilakukan oleh militan tidak terduga, serangan tersebut terjadi pada saat ketegangan Israel-Palestina meningkat.
Para pejabat Hamas menyebut perselisihan mengenai kompleks Al-Aqsa dan perluasan pemukiman Yahudi sebagai alasan di balik serangan terbaru mereka.
Kompleks Al-Aqsa – yang suci bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen – telah lama menjadi titik ketegangan antara Israel dan Hamas.
Klaim yang bersaing atas situs tersebut sebelumnya telah mengakibatkan kekerasan, termasuk perang berdarah 11 hari antara Israel dan Hamas pada tahun 2021.
Baru-baru ini, kaum nasionalis Israel, seperti Menteri Keamanan Itamar Ben-Gvir, meningkatkan kunjungan mereka ke kompleks tersebut.
Pekan lalu, saat festival panen Yahudi di Sukkot, ratusan Yahudi ultra-Ortodoks dan aktivis Israel mengunjungi lokasi tersebut, memicu kecaman dari Hamas dan tuduhan bahwa orang-orang Yahudi berdoa di sana dan melanggar perjanjian status quo.
Perluasan pemukiman Yahudi di tanah Palestina dan pembatasan yang lebih ketat yang dilakukan Ben-Gvir terhadap tahanan Palestina di penjara-penjara Israel juga menambah pemicu konflik.
Ketegangan baru-baru ini meningkat seiring dengan protes keras warga Palestina di sepanjang perbatasan Gaza.
Dalam negosiasi dengan Qatar, Mesir dan PBB, Hamas mendorong konsesi Israel yang dapat melonggarkan blokade yang telah berlangsung selama 17 tahun di wilayah kantong tersebut dan membantu menghentikan krisis keuangan yang semakin parah yang telah mempertajam kritik publik terhadap pemerintahan mereka.
Beberapa analis politik mengaitkan serangan Hamas dengan pembicaraan yang ditengahi AS mengenai normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi.
Sejauh ini, laporan mengenai kemungkinan konsesi kepada Palestina dalam perundingan melibatkan Tepi Barat yang diduduki, bukan Gaza.
Bagaimana dampaknya terhadap warga Gaza?
Setelah serangan Hamas, Israel menyatakan perang terhadap Gaza dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant bersumpah akan membuat kota itu membayar harga yang “sangat mahal”.
“Harga yang harus dibayar oleh Jalur Gaza akan sangat berat dan akan mengubah kenyataan dari generasi ke generasi,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Panglima-Perang-Hamas-Diberi-Julukan-Kucing-Bernyawa-9-Sosok-yang-Paling-Ditakuti-Israel.jpg)