Salam

Selamat Jalan Pahlawan Perdamaian

Benar sekali. Pengaruh itu pula yang dirasakan masyarakat Aceh saat ini. Berkat peran Martti Ahtisaari, masyarakat Aceh bisa hidup dalam suasana damai

Editor: mufti
Dok CMI/Jenni-Justiina Niemi
Martti Ahtisaari meninggal dunia, sosok mediator MoU Helsinki antara GAM dan RI, peraih hadiah Nobel Perdamaian, pernah tolak jabatan Sekjen PBB. 

FASILITATOR perdamaian Aceh yang juga Presiden Finlandia ke-10 (1994-2000), Martti Ahtisaari, tutup usia pada Senin, 16 Oktober 2023, dalam usia 86 tahun. Kabar meninggalnya peraih nobel perda-maian ini diumumkan langsung oleh Presiden Finlandia, Sauli Niinisto.

“Dengan kesedihan mendalam kami mendapat berita mening-galnya Presiden Martti Ahtisaari,” kata Sauli Niinisto sebagaima-na diberitakan Serambi, Selasa (17/10/2023).

Kesedihan mendalam juga diungkapkan Ketua Umum Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf alias Mualem. Melalui juru bicara par-tai, Nurzahri, mantan Panglima GAM itu mengatakan bahwa Martti Ahtisaari adalah sosok yang berjasa bagi Aceh dalam mewu-judkan perdamaian antara Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang telah berlangsung puluhan tahun.

“Beliau adalah juru penengah dalam proses perdamaian anta-ra GAM dan RI. Keterlibatan beliau bukan hanya pada proses pe-rundingan semata, akan tetapi juga turut mengawal berjalannya isi-isi perjanjian damai,” kata Mualem.

Mantan gubernur Aceh, Zaini Abdullah juga mengaku tak mam-pu melupakan kebaikan Martti Ahtisaari dalam upaya memediasi perdamaian GAM dan RI. Zaini yang juga merupakan salah satu anggota juru perdamaian Aceh mengaku sangat kehilangan men-dengar berita meninggalnya Martti Ahtisaari.

"Tentu, saya salah satu anggota dari juru perdamaian Aceh menyampaikan belasungkawa, saya merasa kehilangan atas me-ninggalnya Martti Ahtisaari," kata mantan Menteri Kesehatan dan Menteri Luar Negeri Aceh Merdeka ini.

Ya, Martti Ahtisaari memang merupakan sosok yang paling ber-jasa dalam mewujudkan perdamaian Aceh. Sejarah menunjukkan bagaimana upaya perdamaian di Aceh selalu menemui jalan bun-tu. Beberapa kali dilakukan perundingan selalu saja berakhir de-ngan kegagalan. Baru di tangan Martti Ahtisaari, perdamaian bisa terwujud pada tahun 2005 dan berlanjut hingga sekarang.

Tanpa peran Martti Ahtisaari, bisa jadi sampai sekarang Aceh masih terus berkonflik dengan Republik Indonesia. Mantan Men-teri Kesehatan dan Menteri Luar Negeri Aceh Merdeka, Zaini Ab-dullah, mengatakan, Martti Ahtisaari adalah sosok kunci dalam upaya merajut kesepakatan damai antara RI dan GAM.

Dikatakannya, perundingan damai ketika itu hampir saja mene-mui kegagalan karena elite GAM tetap keukeuh dengan keinginan merdeka. Tawaran otonomi khusus tidak begitu membuat pihak GAM tertarik. "Kamoe saat nyan chi karap cok silop, alah na gob-nyan. Untung ada Pak Marthi yang mengusulkan self goverment kepada kita dan juga dibicarakan dengan pihak RI. Akhirnya kita bersepakat," ungkapnya.

Martti Ahtisaari dalam berbagai tulisan, disebutkan sebagai sosok yang tegas namun memiliki rasa humor dan kehangatan. Dia menolak pandang-an bahwa perang dan konflik sebagai situasi yang tak bisa dihindari. Me-nurutnya, perdamaian adalah soal kemauan. Semua konflik bisa disele-saikan dan tidak ada alasan untuk membiarkan konflik terus berlangsung.

Sosoknya tidak hanya terkenal di Aceh dan Indonesia, tetapi juga di ba-nyak negara lain karena kiprahnya. Selain di Aceh, Ahtisaari ikut membantu mencapai perjanjian perdamaian terkait penarikan Serbia dari Kosovo pada akhir 1990-an dan upaya Namibia untuk merdeka pada tahun 1980-an.
Ia juga terlibat dalam proses perdamaian Irlandia Utara pada akhir 1990-an sebagai sosok yang memantau proses pembekuan senjata IRA. Atas jasa-jasanya dalam mengusahakan perdamaian dunia, pada tahun 2008 ia dianugerahi Nobel Perdamaian. Karena itu, banyak tokoh dunia yang me-nyampaikan ungkapan duka terhadap meninggalnya Martti Ahtisaari.

“Presiden Ahtisaari berkomitmen sepanjang hidupnya pada perdamaian, diplomasi, kebaikan kemanusiaan, dan memiliki pe-ngaruh luar biasa pada masa kini dan masa depan kita,” kata Presiden Kosovo, Vjosa Osmani, dikutip dari Kompas.com.

Benar sekali. Pengaruh itu pula yang dirasakan masyarakat Aceh saat ini. Berkat peran Martti Ahtisaari, masyarakat Aceh bisa hidup da-lam suasana damai tanpa bayang-bayang konflik. Sudah sepatutnya pula kita mengucapkan terima kasih kepada Ahtisaari atas legasi yang ditinggalkannya untuk Aceh. Selamat jalan pahlawan perdamaian.

POJOK

Gibran dapat restu MK jadi Cawapres, PDIP merasa kena prank
Makanya, jangan terlalu anggap sepele kader partai

Nelayan Kuala Raja temukan mortir saat menjala ikan
Mungkin ini yang namanya usaha menghianati hasil, hehehe...

KPK miliki bukti dana hasil korupsi SYL ke partai
Sekarang tinggal menunggu polisi beberkan bukti pemerasan pimpinan KPK

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved