Berita Aceh Besar

Didik Agar Tak Jadi Peminta Sedekah, Anak Panti Asuhan RSAN Ikut Pelatihan Kerajinan Tangan

RSAN telah menampung anak dari berbagai daerah dan memiliki latar belakang berbeda baik kasus kekerasan, kemiskinan, keluarga peminta hingga kekerasan

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
FOR SERAMBINEWS.COM
20 anak panti asuhan Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe (RSAN) mengikuti pelatihan kerajinan tangan (handicraft) yang digelar pada Kamis (19/10/2023). 

Didik Agar Tak Jadi Peminta Sedekah, Anak Panti Asuhan RSAN Ikut Pelatihan Kerajinan Tangan

SERAMBINEWS.COM – Sebanyak 20 anak panti asuhan Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe (RSAN) mengikuti pelatihan kerajinan tangan (handicraft) yang digelar pada Kamis (19/10/2023) di Darul Imarah, Aceh Besar.

Kegiatan handicraft untuk angkatan pertama ini diikuti dari murid SMP, SMA dan SMK.

Adapun fasilitator kegiatan ini adalah Ns Lisa Fitriani MKep yang merupakan dosen Universitas Syiah Kuala (USK) dan juga mahasiswa doktoral (S3) pada International Islamic University Malaysia (IIUM).

Kepada Serambinews.com, Lisa Fitriani yang saat ini sedang melakukan penelitian di RSAN mengatakan bahwa pentingnya penanaman skill sejak dini pada anak panti asuhan.

Sehingga diharapkan nantinya ilmu tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan apabila suatu saat nanti mereka yang berasal dari latar belakang berbeda ini tidak kembali mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Maka dari itu lanjutnya, anak asuhan sedini mungkin penting diberikan bekal skill dari mulai bidang mekanik, pertanian, bakery hingga handicraft.

Baca juga: Inovatif! USK Latih Anak-anak RSAN Buat Balsem Cair dari Minyak Nilam

“Saya membayangkan kalau anak-anak ini tidak distimulasi skill sejak dini, mungkin ketika mereka keluar dari panti asuhan saat tamat sekolah nantinya, apa yang bisa mereka perbuat untuk memenuhi kebutuhan hariannya? Jangan sampai mereka akan menemukan kebiasaan malas dan akhirnya kembali lagi dengan pola lama menjadi peminta sedekah,” katanya.

Adapun bahan yang digunakan untuk pelatihan kerajinan tangan ini menggunakan bahan baku yang tidak terpakai lagi yang berada di sekitar.

Selain mudah didapat dan gratis, pemilihan bahan baku ini juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Untuk bahan-bahan yang digunakan dalam kegiatan tersebut, kita menggunakan bahan baku yang tidak terpakai lagi yang ada di sekitar kita, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan di samping bahan-bahan ini pada dasarnya mudah didapatkan dan gratis. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kita melatih minat dan bakat anak-anak panti asuhan yang tertarik di bidang handicraft agar dapat mengembangkan produk handicraft dari sekarang,” ujar Lisa.

Sementara itu, pimpinan Panti Asuhan Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe (RSAN) Michael Octaviano SSTP sangat mendukung kegitan positif ini.

Dia mengungkapkan bahwa anak-anak panti asuhan adalah anak-anak kita yang memerlukan perhatian bersama, bukan hanya tugas pemerintah. Oleh karena itu, dia berharap agar semua pihak ikut membantu.

Baca juga: Kepala UPTD RSAN Michael Octaviano Sebut Aceh Darurat Pemerasan Korban VCS 

“Saya membuka akses kepada semua masyarakat untuk memberikan bantuan dalam bentuk apa saja baik skill, pengetahuan, atau bantuan lainnya. Hal ini disebabkan di dalam Islam kita harus peduli dengan anak yatim, fakir miskin, dan kita juga harus memuliakan mereka. Jadi bagi siapapun yang ingin membantu anak-anak yang sekarang ini berada di RSAN, kami dengan senang hati akan memfasilitasinya,” tambah Michael Octaviano.

Pada kesempatan yang sama, Ustadz Muhajir selaku pengasuh anak-anak di RSAN mengutarakan bahwa pihak panti asuhan sangat senang ketika ada pihak masyarakat luas yang peduli dan mengambil andil dalam penanganan anak-anak di panti asuhan.

Nanda (nama samaran), salah seorang peserta, mengungkapkan kegembiraannya dengan pelatihan yang dilakukan ini.

”Senang sekali bisa belajar motivasi dan handicraft karena sangat bermanfaat bagi kami untuk menghadapi masa depan. Kalau kami mengharapkan menjadi ASN belum tentu bisa, setidaknya dengan pelatihan-pelatihan seperti ini, ke depan kami memiliki skill untuk bertahan hidup mencari nafkah dengan cara yang benar untuk membantu keluarga kami ataupun untuk masa depan kami yang lebih baik,’ pungkasnya,

Sebagai informasi, panti asuhan Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe (RSAN) merupakan suatu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang dipimpin oleh Bapak Michael Octaviano S.STP.

RSAN ini telah menampung 60 anak dari berbagai daerah di Aceh dan memiliki latar belakang berbeda baik kasus kekerasan, kasus kemiskinan, keluarga peminta jalanan, ataupun korban kekerasan seksual.

RSAN yang beralamat di Jl. Al-Hikmah, Gue Gajah, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar ini, mengadakan motivasi belajar dan kursus handicraft setiap hari Kamis jam 16.00 WIB – 18.00 WIB.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved