Selasa, 14 April 2026

Oknum Guru Cabuli Murid

Breaking News – Polisi Tahan Oknum Guru di Subulussalam, Terduga Pelecehan Seksual Belasan Murid SD

Penahanan pelaku berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/136/X/2023/SPKT/POLRES Subulussalam/POLDA ACEH tanggal 18 Oktober 2023.

Penulis: Khalidin | Editor: Saifullah
en.sun.mv
Ilustrasi pencabulan anak 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Kepolisian Resor (Polres) Subulussalam akhirnya menahan guru terduga pelaku pelecehan atau pencabulan terhadap belasan murid Sekolah Dasar (SD) di salah satu desa dalam Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.

Kapolres Subulussalam, AKBP Yhogi Hadisetiawan SIK, MIK yang dikonfirmasi Serambinews.com Sabtu (21/10/2023), melalui Kasat Reskrim, Iptu Abdul Mufakhir membenarkan penangkapan tersebut.

Pelaku berinisial NR (50), itu diamankan dari kediamannya di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Penahanan pelaku berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/136/X/2023/SPKT/POLRES Subulussalam/POLDA ACEH tanggal 18 Oktober 2023.

Atas laporan itu, tim Reserse Kriminal Polres Subulussalam mengamankan seorang terduga pelaku pelecehan terhadap anak di bawah umur.

Tim berhasil mengamankan pelaku di Mapolsek Sultan Daulat pada hari Jumat (20/10/2023) sekitar pukul 16.00 WIB, dan kini dibawa ke Mapolres Subulussalam.

Pelaku yang berstatus guru ASN merupakan salah seorang warga yang bertempat tinggal di salah satu desa di Kecamatan Sultan Daulat.

NR kini diamankan di Mapolres Subulussalam guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Polisi terus mendalami peristiwa tindak pidana tersebut.

Sejauh ini, Kepolisian Resor Subulussalam telah menerima satu laporan polisi dengan lima orang korban. 

Kelima korban yang dilecehkan NR adalah murid Sekolah Dasar tempat dia mengajar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, belasan anak Sekolah Dasar (SD) di salah satu desa dalam Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam yang mengaku menjadi korban pencabulan kini masih trauma dan enggan ke sekolah.

Salah seorang keluarga korban, S yang dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (19/10/2023), mengatakan, anak-anak tersebut saat ini belum berani ke sekolah.

Berdasarkan keterangan S, aksi pencabulan tersebut diduga telah berlangsung selama dua bulan terakhir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved