Beirta Aceh Barat
Gelar RDP dengan Perusahaan Tambang, DPRK Pertanyakan Produksi Batu Bara dan Realisasi Ekspor
“Setelah kita pertanyakan mereka memberikan jawaban bahwa belum dilakukannya ekspor lantaran belum maksimalnya infrastruktur daerah saat ini,” katanya
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – DPRK Aceh Barat mempertanyakan realisasi produksi batu bara dari sejumlah perusahaan yang sudah masuk ke Aceh Barat Barat saat ini, seperti PT AJB, Nirmala, dan PJU.
Untuk itu, DPRK memanggil sejumlah perusahaan tersebut guna didengarkan jawabannya terhadap permasalahan itu.
Sehingga dapat diketahui persoalan yang sedang dihadapi oleh pihak perusahaan saat ini, seiring telah lama perusahaan tersebut berada di Aceh Barat.
“Setelah kita pertanyakan, mereka memberikan jawaban bahwa belum dilakukannya ekspor lantaran belum maksimalnya infrastruktur daerah saat ini,” kata Anggota DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani, Rabu (25/10/2023), usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedun DPRK.
Disebutkan dia, pihak perusahaan batu bara juga berharap, jika ada perusahaan yang sudah mampu memproduksi dan mengekspor dalam waktu dekat ini.
Mereka berharap segera ada pihak yang mengelola Pelabuhan Jetty Meulaboh untuk segera dapat dideklarasikan oleh pihak pemerintah, untuk bisa menggunakan fasilitas tersebut dan mereka akan membayar sesuai dengan tarif yang ada.
Sementara untuk para pihak perusahaan yang nantinya menggunakan jalan negara, semuanya telah menyetor biaya jaminan yang mencapai sekitar Rp 6 miliar.
Uang jaminan tersebut, menurutnya, digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak.
Sehingga dengan uang tersebut, langsung dilakukan penanganan dengan cepat memakai uang yang sudah ada tersebut.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.