Berita Aceh Tamiang
BPBD Akhiri Pencarian Santri Tenggelam di Aceh Tamiang
Bayu memastikan operasi pencarian yang mereka lakukan sudah maksimal karena setiap harinya radius diperluas.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Operasi pencarian santri tenggelam di sungai resmi diakhiri pada hari ketujuh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang memastikan akan kembali menurunkan tim bila ada petunjuk baru.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery mengatakan operasi pencarian ini dihentikan pada hari ketujuh setelah tanda-tanda keberadaan korban tidak juga ditemukan, Minggu (5/11/2023).
Tim pencari yang didukung Satgas SAR Aceh Tamiang dan Basarnas Pos Langsa sudah menyampaikan penghentian ini kepada orang tua korban dan perwakilan pesantren.
“Kami sudah izin untuk menghentikan operasi ini. Dan status diakhirinya pencarian ini sudah sesuai standar operasi,” kata Bayu, sapaan Iman Suhery, Minggu (5/11/2023).
Bayu mengungkapkan operasi pencarian yang berlangsung tujuh hari ini telah didukung empat rubber boat, salah satunya milik TNI Tepbek Langsa berkapasitas 40 PK.
Baca juga: Santri Aceh Tamiang yang Tenggelam Belum Ditemukan, Rekan Korban Yasinan, Petugas & Warga Terus Cari
Pihaknya juga telah mengerahkan alat berat untuk mengangkat batang kayu yang banyak tertimbun di dasar sungai.
“Pengamatan dasar sungai sempat terhambat dengan tumpukan batang kayu, kami kemudian mengerahkan alat berat untuk mengangkat batang kayu ini dengan tujuan aqua eyes bisa menjangkau ke dasar,” ungkapnya.
Bayu memastikan operasi pencarian yang mereka lakukan sudah maksimal karena setiap harinya radius diperluas.
Di hari terakhir, pencarian ini sudah mencapai wilayah pesisir yang berjarak kurang lebih 30 kilometer dari lokasi kejadian.
“Tanda-tanda keberadaan korban tetap nihil,” ungkapnya.
Baca juga: Aceh Tengah Tampilkan 73 Jenis Rempah Gayo Pada PKA 8
Meski secara resmi operasi ini dihentikan, Bayu memastikan sewaktu-waktu pencarian bisa dilanjutkan bila ada informasi dari masyarakat.
“Apabila dalam beberapa hari ke depan ada tanda-tanda kemunculan korban kita akan turunkan tim pencarian,” jelasnya.
Sebelum dilaporkan hilang, Ibnu Sina sempat bermain sepak bola bersama teman-temannya di lapangan kantor Bupati Aceh Tamiang.
Menjelang magrib, korban bersama empat temannya beranjak kembali ke pondok pesantren dengan berjalan kaki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Operasi-pencarian-santri-tenggelam-di-Aceh-Tamiang.jpg)