OPINI
Risiko Tersembunyi Penggunaan Wadah Plastik Jangka Panjang Mengandung BPA
Galon sekali pakai di kleam lebih aman dan bebas dari bahan berbahaya karena berbahan polyethylene terephthalate (PET).
Oleh : Ismawati, SKM
Mahasiswa Megister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran USK
MEDIA sosial sedang diramaikan dengan persoalan mana yang lebih aman, galon air kemasan sekali pakai atau air galon isi ulang?
Galon sekali pakai di kleam lebih aman dan bebas dari bahan berbahaya karena berbahan polyethylene terephthalate (PET).
Meskipun para ahli mengimbau masyarakat agar tidak mengkomsumsikan air kemasan sekali pakai sebab akan menambah jumlah sampah plastik dan berdampak akan kesehatan lingkungan nantinya.
Di sisi lain kita telah lebih dari puluhan tahun menggunakan air galon isi ulang yang dianggap ramah lingkungan dan serta mengurangi jumlah sampah palstik. Air galon isi ulang disebut berbahaya yang mengandung Bisphenol A (BPA) yang berisiko terhadap kesehatan.
BPA (Bisphenol A) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam produksi banyak jenis plastik, termasuk beberapa jenis wadah plastik. BPA telah menjadi subjek perdebatan yang signifikan karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap BPA dapat memiliki efek negatif pada kesehatan manusia.
Baca juga: Nongkrong di Warung Kopi dan Dampak Kesehatan, Positif atau Negatif?
Beberapa riset menunjukkan bahwa BPA dapat bocor ke dalam makanan atau minuman yang disimpan dalam wadah plastik yang mengandung BPA. BPA telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti gangguan hormonal, perkembangan dan reproduksi, dan masalah jantung.
Banyak ahli merekomendasikan menghindari penggunaan wadah plastik yang mengandung BPA, terutama untuk makanan atau minuman yang dipanaskan dalamnya.
Seiring berjalannya waktu, banyak produsen wadah plastik telah mulai mengikuti tren untuk menghasilkan produk bebas BPA atau dengan label "BPA-free." Meskipun demikian, tetap bijaksana untuk memilih wadah plastik yang bebas dari BPA atau alternatif seperti kaca atau stainless steel untuk menyimpan makanan dan minuman, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.
Beberapa potensi dampak negatif meliputi:
Gangguan hormonal: BPA adalah zat yang dapat meniru hormon estrogen dalam tubuh, dan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormonal. Ini dapat memengaruhi fungsi sistem endokrin dan mengganggu proses pengaturan hormon tubuh.
Masalah reproduksi: Paparan BPA dalam jangka panjang telah dikaitkan dengan masalah kesuburan, seperti penurunan kualitas sperma pada pria dan gangguan menstruasi pada wanita.
Risiko kanker: Beberapa penelitian pada hewan percobaan telah menunjukkan hubungan antara paparan BPA dan peningkatan risiko kanker tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/F20231106ism1.jpg)