Opini
Sikap Milenial di Tengah Perang Palestina-Israel
Rakyat Palestina berkorban harta dan jiwa mempertahankan tanah di mana Masjidil Al-Aqsa tegak berdiri. Tempat yang menjadi persinggahan Rasulullah saw
Syukran Jazila, Milenial Aceh Peduli Palestina
SAMPAI detik ini Jalur Gaza di Palestina masih dihujani gempuran dari zionis Israel. Serangan demi serangan semakin brutal dilancarkan. Selain merenggut jiwa ribuan warga sipil, roket-roket Israel juga menyasar fasilitas publik, rumah warga bahkan rumah sakit yang menjadi tempat pemulihan bagi korban serangan zionis yang dilancarkan sejak 7 Oktober 2023. Seketika pula langit Gaza di malam hari diselimuti cahaya dan jilatan api.
Perang yang tersulut sejak puluhan tahun lalu itu bermula dari pencaplokan wilayah sebuah negara sah bernama Palestina oleh Zionis Israel. Tragedi Nakba satu dari peristiwa kelam yang dirasakan rakyat Palestina, dimana mereka diusir dari tanahnya sejak 1948. Sejak itu pula rakyat Palestina berdiri tegak mempertahankan tanah air dan negaranya. Mereka telah bersumpah, berjanji, dan berazzam bahwa tak akan meninggalkan tanah yang menjadi kiblat pertama umat Islam bahkan walau hanya sejengkal langkah kaki.
Rakyat Palestina berkorban harta dan jiwa mempertahankan tanah di mana Masjidil Al-Aqsa tegak berdiri. Tempat yang menjadi persinggahan Rasulullah saw ketika melakukan Isra' dan Mikraj sebelum naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat secara langsung dari Allah swt.
Kepedihan warga Gaza Palestina yang dibombardir oleh zionis Israel mengusik rasa kemanusiaan berbagai belahan dunia lain. Mereka ikut mengutuk perbuatan keji zionis tersebut dengan beramai-ramai melakukan aksi #savepalestine dan menyuarakan bahwa “you don’t need to be muslim to stand up for Gaza, you just need to be human”. Benar, siapa pun yang memiliki hati sanubari pasti tidak akan tega melihat pembantaian yang dilakukan zionis di Gaza Palestina.
Dalam kacamata kemanusiaan, keprihatinan kita sebagai umat Islam perang di Gaza Palestina merupakan luka batin, karena warga sipil yang tidak boleh diusik dalam hukum perang juga ikut menjadi sasaran kekejaman dari bom-bom zionis.
Terbuktilah kebenaran ayat-ayat qauniyah dalam Alquran dimana Allah swt menampakkan siapakah musuh Islam, bagaimana perilakunya sebagaimana mereka membunuh para nabi, kemudian datanglah pertolongan dan kekuasaan Allah swt dalam waktu yang tak begitu lama. Hal inilah yang sedang diperlihatkan oleh Allah bagi rakyat.
Palestina dan umat Islam di dunia bahwasanya Allah dan musuh Islam yang kufur tetap ada dan akan dibinasakan. Maka sesungguhnya taman surga Allah itu dekat dengan Gaza. Para malaikat menuntun para syahid dan syahidah, para wanita, bayi, anak kecil dan warga Gaza lainnya.
Berbagai cara dilakukan oleh zionis untuk membungkam dunia, agar kebengisannya berjalan tanpa hambatan apa pun. Mereka mempengaruhi pemimpin dunia untuk tidak campur tangan atas urusan dua negara yang sedang berperang tersebut.
Namun bagi kita umat Islam, di mana pun kita berada, Islam adalah satu kesatuan ibarat bagian tubuh dan tidak terpisah. Rasulullah saw bersabda; perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihani dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya), riwayat Muslim nomor 4685.
Di era digital sekarang ini, sosial media menjadi salah satu kemajuan teknologi yang mampu menerima informasi secara cepat dan lugas. Milenial muslim merupakan generasi yang cenderung diberikan keluasan dalam berinteraksi sosial media. Jika dulu kabar dan informasi di belahan dunia hanya dapat diterima setelah proses pengiriman berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Tapi kini dalam jangkauan detik dalam perbedaan waktu siang dan malam kabar itu dapat diterima dalam satu waktu dari suatu negara ke negara lain. Itu semua berkat kecanggihan dari derasnya perkembangan teknologi informasi. Namun, apa sebenarnya andil yang dapat kita lakukan walau berada pada (front) jauh untuk membantu saudara yang seiman di negara Palestina, Gaza?
Membangun empati
Hari ini saban waktu kita berkutat dan berinteraksi dengan sosial media, bahkan mulai dari bangun pagi yang pertama kita periksa adalah gadget. Ada banyak hal yang disediakan di dunia maya mulai dari hiburan, kabar informasi, gaya hidup, bisnis dan urusan duniawi lainnya. Menyikapi kondisi Gaza, seharusnya milenial yang menjadi pemain dari bagian derasnya arus global informasi setidaknya dapat melakukan hal bermanfaat yang dapat meringankan beban warga Gaza.
Tidak muluk-muluk yang dapat kita lakukan adalah seperti meluruskan informasi yang salah atau hoax yang dengan sengaja disebarkan oleh para buzzer Zionis Israel. Dalam mengurai informasi yang benar ini perlu diketahui bahwasanya, Gaza Palestina merupakan pihak yang dirugikan oleh musuh-musuh Islam, pemberitaan yang menyudutkan Palestina seharusnya dapat ditangkis dengan penyajian fakta-fakta yang bisa didapatkan dari sumber-sumber yang terkonfirmasi.
Lalu milenial bisa juga ikut mendakwahkan persatuan antar satu sama lain maupun kampanye kemanusiaan. Karena dimana-dimana yang namanya perang adalah sesuatu yang merugikan, hal itu pula sudah pernah Allah jelaskan sebelum manusia diciptakan, zaman sebelum manusia itu ada, perang antar makhluk Allah lainnya pernah menyebabkan langit dan bumi itu berteriak. Namun Allah swt lebih mengetahui dari apa yang tidak manusia itu ketahui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Syukran-Jazila.jpg)