Minggu, 26 April 2026

Internasional

Warga Gaza Terancam Kelaparan, Makanan dan Air Menipis

Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pasokan makanan dan air di Gaza sudah menipis.

Editor: Muhammad Hadi
(MAHMUD HAMS / AFP)
Warga Palestina tiba di selatan Kota Gaza pada 12 November 2023, setelah meninggalkan rumah mereka di Kota Gaza dan Jalur Gaza Utara di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. 

Warga Gaza Terancam Kelaparan, Makanan dan Air Menipis

SERAMBINEWS.COM - Israel melakukan pemboman terhadap wilayah Gaza, Palestina sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Akibatnya ribuan warga Gaza, Palestina meninggal dunia.

Warga yang selamat melarikan diri ke Selatan Kota Gaza

Kini masa baru muncul setelah banyak warga yang lari ke selatan Gaza.

Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pasokan makanan dan air di Gaza sudah menipis.

Oleh karena itu, ada kemungkinan warga sipil Gaza akan menghadapi risiko kelaparan yang meluas.

Baca juga: Israel Kepung Rumah Sakit di Gaza, RS Indonesia Berhenti Beroperasi: Kewalahan Tangani Pasien

“Dengan makin dekatnya musim dingin, tempat pengungsian yang tidak aman dan penuh sesak, serta kurangnya air bersih, warga sipil menghadapi kemungkinan kelaparan,” kata Direktur Eksekutif WFP Cindy McCain dikutip dari Al Arabiya.

WFP juga mengonfirmasi penutupan toko roti terakhir di Gaza yang menyebabkan kelangkaan roti.

Badan tersebut juga telah memperingatkan risiko meningkatnya kelaparan selama berminggu-minggu di Gaza.

Menurutnya, perbatasan Rafah tidak dapat memenuhi bantuan makanan untuk warga Gaza.

"Tidak ada cara untuk memenuhi kebutuhan kelaparan saat ini hanya dengan satu operasional penyeberangan perbatasan," katanya.

Baca juga: Fulla, Bocah di Gaza yang Selamat Saat Rumahnya Dibom Zionis Israel, 14 Anggota Keluarganya Syahid

Oleh karena itu, untuk mendapatkan lebih banyak bantuan makanan, ia meminta jalur perbatasan lain untuk segera dibuka.

"Satu-satunya harapan adalah membuka jalur lain yang aman bagi akses kemanusiaan untuk membawa makanan penyelamat jiwa ke Gaza," katanya dikutip dari The Guardian.

 Jumlah makanan yang masuk ke Gaza masih sangat tidak mencukupi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved