Minggu, 26 April 2026

Internasional

Suami Istri dari Aceh Raih Gelar PhD Bersama di Universiti Sains Malaysia

Sepasang suami istri yang berasal dari Aceh, Tata Alfatah (40 tahun) dan Eka Marya Mistar (40 tahun) telah menyelesaikan pendidikan jenjang S3 (Doktor

|
Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sepasang suami istri yang berasal dari Aceh, Tata Alfatah (40 tahun/kiri) dan Eka Marya Mistar (40 tahun/kanan) telah menyelesaikan pendidikan jenjang S3 (Doktor) yang dikukuhkan dalam Upacara Wisuda ke-61 Universiti Sains Malaysia (USM) Pulau Pinang, Malaysia, Rabu 22 November 2023 

SERAMBINEWS.COM, PULAU PINANG - Sepasang suami istri yang berasal dari Aceh, Tata Alfatah (40 tahun) dan Eka Marya Mistar (40 tahun) telah menyelesaikan pendidikan jenjang S3 (Doktor) yang dikukuhkan dalam Upacara Wisuda ke-61 Universiti Sains Malaysia (USM) Pulau Pinang, Malaysia, Rabu 22 November 2023.

Mereka memulai kegiatan perkuliahan di USM pada September 2019 di Jurusan Bioresource Technology dengan bidang penelitian Material Ramah Lingkungan di School of Industrial Technology.

Kedua warga Aceh ini berada dibawah supervisi Dekan School of Industrial Technology, Profesor Datuk Ts. Dr. Abdul Khalil Shawkataly.

Tata Alfatah merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh.

Baca juga: 596 Mahasiswa FP USK Ikuti PADI MP sekaligus Galang Dana untuk Palestina

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Aceh c.q. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh yang telah memberikan beasiswa pendidikan Program Doktor kepada saya.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada DLHK Aceh yang telah mendukung proses perkuliahan.

Dengan selesainya studi, hasil penelitian yang telah diperoleh diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup khususnya di Provinsi Aceh”, ucap Tata, masih berada di Malaysia dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Minggu (26/11/2023).

"Melalui penelitian plastik yang lebih ramah lingkungan dan dapat terurai secara alami, ilmu dan keahlian yang telah diperoleh dapat diaplikasikan lebih lanjut.

Karena bahan utama yang digunakan bersumber dari bahan yang dapat diperbaharui dan kedepannya juga berpotensi mengurangi penggunaan plastik sintetis yang sulit terurai secara alami,” harap peraih predikat Cum Laude saat lulus S2 ini.

Baca juga: Ini Pengurus Lengkap Majelis Tastafi 2023-2028, Abu Mudi: Lindungi Masyarakat dari Aliran Sesat

Menurut Eka, keinginannya untuk belajar dalam bidang penelitian tersebut karena pekerjaan sebagai dosen pada Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Serambi Mekkah, Aceh.

“Setelah ini, saya berharap dapat melanjutkan riset pada produksi biocomposite dengan memanfaatkan berbagai serat dari alam dan limbah agroindustri sebagai bahan penguat,” ujar dosen yang menjabat sebagai dekan Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah ini

Pasangan ini berpendapat bahwa studi di USM sangat menarik karena mereka bisa berinteraksi dengan staf USM dan masyarakat yang ramah dan bersahabat sehingga secara tidak langsung mendukung proses studi mereka di USM.

Prestasi mereka di dunia akademik termasuk gemilang.

Baca juga: Korban Hilang di Aceh Jaya Diduga Dimakan Buaya, Potongan Tangan Ditemukan

Hal ini dibuktikan dengan peraihan kemenangan Anugerah Majlis Sanggar Sanjung 2021 dalam kategori Penerbitan Jurnal dimana Tata telah mendapat empat penghargaan sementara istrinya mendapat tiga penghargaan

Selain itu, Tata juga berhasil mendapatkan penghargaan disertasi terbaik di School of Industrial Technology dan berpeluang masuk nominasi disertasi terbaik di USM.

Penghargaan tersebut disematkan oleh dekan school tersebut setelah selesai Upacara Wisuda ke-61 USM.(*)

Baca juga: Pawang Gajah Diamuk Gajah di Geumpang Pidie, Sempat Dililit Belalai, Kini Dirawat di Rumah Sakit

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved