Video
VIDEO 10 Warga Thailand Ikut Dibebaskan dalam Gencatan Senjata Pertama Israel-Hamas
Diketahui sepuluh warga Thailand tersebut termasuk di antara 24 sandera yang dibebaskan pada hari Jumat dalam kesepakatan yang dinegosiasikan
SERAMBINEWS.COM - Keluarga Vetoon Phoome khawatir pekerja pertanian Thailand itu dibunuh oleh Hamas dalam serangan bulan lalu terhadap Israel.
Namun akhirnya mereka mengetahui pada Sabtu (25/11/2023) bahwa dia telah dibebaskan bersama dengan sandera Thailand lainnya di Gaza.
Vetoon (33) yang telah tinggal di Israel selama lima tahun, adalah salah satu dari 10 sandera Thailand yang dibebaskan oleh Hamas dalam gencatan senjata pertama.
Diketahui sepuluh warga Thailand tersebut termasuk di antara 24 sandera yang dibebaskan pada hari Jumat dalam kesepakatan yang dinegosiasikan bersamaan dengan gencatan senjata dan pertukaran 39 tahanan Palestina dari penjara Israel.
Baca juga: AS Berupaya Beri Akses Lebih Luas untuk Israel Dapat Senjata Canggih dalam Perangi Gaza
Pemerintah Thailand mengatakan 20 warga negaranya masih disandera.
Menteri Luar Negeri dan panglima militer Thailand akan melakukan perjalanan ke Israel untuk membawa kembali para sandera yang telah dibebaskan.
Sebagai informasi, sekitar 30.000 warga negara Thailand bekerja di Israel, yang merupakan salah satu kelompok pekerja migran terbesar di Israel, sebagian besar bekerja di bidang pertanian.
Dia tidak terluka atau disiksa, hanya diberi makanan dan air, dan tampaknya berat badannya tidak turun, tambah Roongarun.
Sebuah sumber yang mengetahui mengenai perundingan tersebut mengatakan bahwa pembebasan tersebut tidak ada hubungannya dengan perjanjian gencatan senjata dengan Israel dan merupakan kelanjutan dari jalur pembicaraan terpisah dengan Hamas yang dimediasi oleh Mesir dan Qatar.
Artikel ini telah tayang di Tribun Video dengan judul KESAKSIAN Sandera asal Thailand yang Dibebaskan Secara Ajaib oleh Hamas: 'Saya Belum Mati',