Rabu, 15 April 2026

Berita Banda Aceh

Alami Sakit, Perantau Aceh Meninggal Dunia di Malaysia

Seorang warga Aceh asal Kabupaten Pidie, Sabirin bin Ubit (52) meninggal dunia di Kedah, Darul Aman, Malaysia, Minggu (26/11/2023).

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Seorang warga Aceh asal Kabupaten Pidie, Sabirin bin Ubit (52) meninggal dunia di Kedah, Darul Aman, Malaysia, Minggu (26/11/2023). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seorang warga Aceh asal Kabupaten Pidie, Sabirin bin Ubit (52) meninggal dunia di Kedah, Darul Aman, Malaysia, Minggu (26/11/2023).

Jenazah almarhum saat ini berada di Kulim Hospital, Kedah Darul Aman dan rencananya akan pulangkan ke Aceh melalui Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara pada Selasa (28/11/2023).

Kabar meninggalnya warga Aceh di Negeri Jiran Malaysia ini disampaikan anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma.

Menurut Haji Uma, dirinya menerima surat dari Keuchik Gampong Pante Kulu Kecamatan Titeue, Kabupaten Pidie yang memohon bantuan fasilitasi untuk pemulangan jenazah.

Sebelumnya Haji Uma juga berkoordinasi dengan Toke Muh, salah satu unsur masyarakat Aceh di Malaysia yang ikut membantu proses pemulangan.

Baca juga: Pembunuh Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati & Dipecat dari TNI, Haji Uma: Sesuai Harapan Semua Pihak

Dari kronologis yang disampaikan Toke Muh padanya, diketahui jika almarhum baru sekitar 3 bulan bekerja di Malaysia dan bekerja di Pahang. Lalu pindah ke daerah Kedah, Darul Aman.

Saat awal bekerja di Kedah Darul Aman, almarhum sering mengalami demam, hingga beberapa hari terakhir sakitnya makin parah.

Almarhum sempat diajak ke rumah sakit oleh warga Aceh lainnya, namun menolak.

Pada Minggu kemarin, tubuh almarhum mengeluarkan keringat dan terlihat oleh tetangga yang kemudian menghubungi rekan sesama Aceh.

Namun setibanya rekan almarhum, ternyata Sabirin sudah meninggal dunia.

Jenazah almarhum selanjutnya dibawa ke Kulim Hospital oleh pihak polisi guna dilakukan pemeriksaan.

Toke Muh pun berkomunikasi dengan pihak keluarga di Aceh terkait pemulangan jenazah.

Pemulangan jenazah ke Aceh butuh biaya sebesar Rp 20 juta, namun keluarga hanya memiliki biaya Rp 15 juta.

Baca juga: Pengamat Ekonomi Aceh Usul Libatkan KPK Setiap Pembahasan APBA 

Untuk sisa biaya tercukupi dari hasil pengumpulan sumbangan oleh Komunitas masyarakat Aceh disana.

Sementara biaya kargo jenazah dibantu Haji Uma, Haji Uma juga memfasilitasi ambulance dari BP2MI Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved