Konflik Rusia vs Ukraina
Rusia Nyatakan Siap Bertempur Lawan NATO, Perang Dunia III Terancam Pecah
Rusia menyatakan siap berperang melawan NATO, membuat potensi pecahnya Perang Dunia III semakin besar.
SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Rusia menyatakan siap berperang melawan NATO, membuat potensi pecahnya Perang Dunia III semakin besar.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.
Ryabkov mengungkapkan dirinya sudah tak percaya hubungan Rusia dan NATO akan bisa dipulihkan.
Pasalnya, kata dia, sekutu-sekutu Barat terus mendukung Ukraina di tengah meningkatnya agresi yang dilancarkan Moskow.
“Keputusan seluruhnya berada di pihak NATO,” kata Ryabkov terkait kemungkinan terjadinya perang antara aliansi militer Barat itu dan Rusia, seperti dilansir Express, Rabu (29/11/2023).
“Kami siap, seperti yang telah ditunjukkan, untuk membela kepentingan nasional kami dengan segala cara yang kami miliki,” tamnbahnya.
Ryabkov kemudian menegaskan, ikut campur dalam kepentingan Rusia merupakan jalan yang berbahaya.
“Orang-orang yang terus menguji kekuatan kami harus percaya bahwa tak ada batasan untuk perjudian mereka dalam permainan yang meningkatkan taruhannya,” tuturnya.
“Tetapi, mereka mungkin berakhir dengan kekalahan,” lanjut Ryabkov.
Rusia memulai operasi militer ke Ukraina sejak akhir Februari 2022, dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Barat sendiri terus memberikan dukungan ke Ukraina, dan menghantam Rusia dengan sejumlah sanksi.
Namun, hingga saat ini sanksi-sanksi tersebut tampaknya tak memberikan kesulitan besar bagi Rusia dalam melancarkan serangannya ke Ukraina.
Baca juga: Masak di Sebelah Bom Saat Istirahat Siang, 12 Marinir Rusia Tewas Kena Ledakan dan 8 Lainnya Terluka
Rusia Tingkatkan Serangan ke Avdiivka Ukraina, Tembakkan 1.000 Peluru
Ukraina pada Rabu (29/11/2023) mengatakan, pasukan Rusia meningkatkan serangan terhadap kota industri Avdiivka yang dikepung di wilayah Donetsk, Ukraina timur.
Avdiivka menjadi simbol perlawanan Ukraina sejak 2014 ketika sempat direbut oleh pasukan pro-Rusia. Letaknya hanya sepuluh kilometer dari Kota Donetsk yang dikuasai Rusia.
Bulan lalu, Rusia melakukan upaya baru untuk merebut Avdiivka. Menurut para analis, pasukan Moskwa mencatatkan kemajuan tambahan.
“Musuh pada hari terakhir meningkatkan aktivitasnya secara signifikan. Mereka menggunakan kendaraan lapis baja,” kata Oleksandr Tarnavsky, komandan Ukraina yang bertanggung jawab di Avdiivka.
Dia menambahkan, pasukan Rusia melakukan hampir 20 serangan udara, meluncurkan empat rudal, dan melancarkan 56 gelombang serangan ke pasukannya serta menembakkan lebih dari 1.000 peluru artileri.
Tarnavsky mengeklaim bahwa pasukan Ukraina dengan kuat mempertahankan garis depan Avdiivka, tetapi klaim ini tidak dapat diverifikasi secara independen oleh kantor berita AFP.
Tidak ada pihak yang membuat terobosan signifikan di medan perang Rusia-Ukraina selama berminggu-minggu, seiring invasi yang sudah berlangsung 22 bulan.
Rangkuman Hari Ke-645 Serangan Rusia ke Ukraina
Ukraina mengatakan telah menewaskan lima pejabat tinggi Rusia dalam serbuan.
Hal itu dan sejumlah poin penting lain masuk dalam rangkuman hari ke-645 serangan Rusia ke Ukraina Kamis (30/11/2023).
Dilansir dari Guardian, berikut poin selengkapnya.
- Ukraina mengatakan telah menewaskan lima pejabat tinggi Rusia dalam serbuan terhadap sebuah gedung di bagian kota Kherson yang diduduki. Angkatan bersenjata mengatakan serangan itu menargetkan sebuah pertemuan di desa Yuvileyne menyusul informasi yang diberikan oleh pasukan bawah tanah dan penduduk setempat yang prihatin.
- Ukraina mengatakan bahwa pertahanan udaranya menembak jatuh 21 pesawat tak berawak Shahed buatan Iran yang menuju ke wilayah Khmelnytskyi barat, yang merupakan lokasi sebuah pangkalan udara Ukraina.
- Rusia meningkatkan serangannya di wilayah Donetsk timur, kata juru bicara militer Ukraina Oleksandr Shtupun. Rusia telah menggandakan tembakan artileri dan serangan udaranya dan juga mengintensifkan serangan infanteri darat.
- Rusia juga kemungkinan telah mulai menggunakan lebih banyak bom cluster seberat 500kg di Donetsk, menurut intelijen Inggris. Bom-bom tersebut melontarkan 100-350 bom yang lebih kecil di area yang luas.
- Pasukan Rusia mengeklaim telah menguasai desa Khromove di wilayah yang sama. Desa ini berada di tepi barat Bakhmut, kota yang jatuh ke tangan Rusia pada musim panas lalu setelah pertempuran selama berbulan-bulan dan masih menjadi lokasi pertempuran sengit.
- Korban Rusia sejak awal perang mencapai 327.580 orang, menurut militer Ukraina. Dalam update harian terbarunya, staf umum Ukraina mengatakan bahwa angka tersebut telah meningkat sebanyak 1.140 orang.
- Sekretaris Jenderal Nato, Jens Stoltenberg, telah memperingatkan bahwa blok tersebut tidak boleh meremehkan Rusia dan kemampuannya untuk terus berperang di Ukraina.
- Uni Eropa telah mengirimkan sekitar 300.000 dari 1 juta peluru yang dijanjikannya kepada Ukraina, demikian ungkap Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba.
- Rusia telah gagal dalam upayanya untuk terpilih kembali menjadi anggota dewan eksekutif Organisasi Pelarangan Senjata Kimia. Dalam pemungutan suara negara-negara anggota, Ukraina, Lithuania, dan Polandia terpilih untuk mengisi tiga kursi dari blok Eropa Timur untuk masa jabatan 2024-2026.
Baca juga: Junita Calon Pengantin Wanita Menghilang Sepekan Jelang Pernikahan, Undangan Sudah Disebar
Baca juga: Pj Wali Kota Sabang, Forkopimda, Ketua KIP, Ketua Panwaslih, dan Ketua Parpol Deklarasi Pemilu Damai
Baca juga: Firli Bahuri Diperiksa sebagai Tersangka Selama 10 Jam di Bareskrim Polri, Klaim Bakal Taat Hukum
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tentara-Bayaran-Rusia-Wagner-di-Kota-Soledar-Ukraina.jpg)