Berita Aceh Selatan

BAKTI Kominfo RI Bangun 12 Titik Akses Jaringan Internet Gratis di Aceh Selatan

Untuk langkah awal dilakukan pemasangan alat dan perangkat beserta komponennya dulu oleh tim teknis setelah itu nanti baru tahap pengaktifan jaringan.

Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Saifullah
For serambinews.com  
Kepala Dinas Kominfo Aceh Selatan, Munharsam saat meninjau perangkat jaringan internet gratis di Desa Kapeh, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (5/12/2023). 

Laporan Ilhami Syahputra | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo RI menyalurkan perangkat jaringan internet gratis sebanyak 12 titik untuk diprioritaskan bagi daerah yang belum terjangkau jaringan internet di beberapa wilayah dalam Kabupaten Aceh Selatan.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, SSTP melalui Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Munharsam, SE, MSi menyampaikan bahwa perangkat dan bahan kelengkapan jaringan internet lainnya telah tiba pada titik lokasi yang telah ditetapkan langsung oleh BAKTI. 

"Untuk langkah awal dilakukan pemasangan alat dan perangkat beserta komponennya dulu oleh tim teknis setelah itu nanti baru tahap pengaktifan jaringan internetnya," ujar Munharsam, Rabu (6/12/2023). 

Lebih lanjut, Munharsam mengatakan, program ini merupakan salah satu komitmen Pemkab Aceh Selatan dalam upaya memperoleh informasi dan menjangkau wilayah-wilayah yang belum bisa akses internet bagi masyarakat. 

Ia juga mengatakan dalam waktu dekat, tim BAKTI Kominfo akan kembali berkunjung ke Kabupaten Aceh Selatan guna melakukan survei lokasi untuk penyaluran bantuan jaringan internet gratis tahap berikutnya.

"Mudah-mudahan pada tahap selanjutnya lebih banyak lagi bantuan jaringan internet yang akan kita terima, dengan demikian seluruh pelosok wilayah Kabupaten Aceh selatan bisa terjangkau jaringan internet," harapnya.

Lebih lanjut, harap Munharsam, fasilitas yang telah diberikan pusat ini betul-betul dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan masyarakat.

“Yang lebih penting penggunaannya harus bijak dan positif serta edukatif bukan kepada hal-hal yang negatif,” tukas dia.(*) 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved